
dan saat yang bersamaan ada seorang cowok ganteng yang menghampiri mereka bertiga dan berkata "berisik"
sontak mereka bertiga menoleh kearah cowok itu.
"beb" sapa cewek yang berbaju kuning itu dan ternyata cewek itu bernama Nadia sedangkan yang satu bernama dara.
"kenapa sih berisik aja dari tadi apa gak malu dilihat orang banyak" kata cowok itu yang menghampiri kedua gadis itu sedangkan Kiara seperti penonton bayaran waktu syuting sinetron berlangsung.
"Van kamu kok tega sih sama aku, salah aku apa sama kamu?" kata dara sambil menangis tersedu sedu karna pujaan hatinya telah menyakiti hatinya.
"aku tega sama kamu?" jawab jovan kepada dara
"sebelum kamu bilang kalau aku tega sama kamu coba kamu bilang sama keluarga kamu apa yang udah dilakukannya" saat berbicara mata Jovan penuh dengan kejujuran dan mencerminkan hati yang terluka
"maksud kamu apa???
"kamu jangan tanya sama aku kenapa, tanya aja sama kakak kamu yang udah buat terpaksa ngelakuin ini sama kamu" ucapan Jovan penuh dengan amarah dan kejujuran tampak jelas dimatanya dan itu bisa dilihat oleh Kiara.
"jelasin sama aku apa yang terjadi Van?" kata dara dengan berlinangan air mata dan dia mencoba meraih tangan Jovan namun dihempas begitu kencang oleh Jovan sehingga membuat dara terjatuh dilantai.
melihat semua drama itu membuat Kiara jadi naik pitam dan reflek emosi terhadap Jovan karna dianggapnya telah kasar kepada seorang cewek walaupun dia sendiri tidak tau apa yang terjadi.
namun disisi lain Nadia melihat itu malah merasa senang karna melihat sang rival mendapat penolakan dari sang pujaan hati.
__ADS_1
"mas kalau gak kasar bisa gak sih" kata Kiara dengan lantangnya dan menolong dara untuk berdiri.
"siapa kamu sok nasehatin aku, pake manggil aku mas segala emangnya aku mas mas jualan cilok" kata Jovan pada kiara dan sejenak dia terkesima oleh wajah cantik Kiara.
"kalau gak mau dipanggil mas oke aku bakalan panggil kamu mbak karna menurut aku kamu kayak banci beraninya sana perempuan" sikap pemberani Kiara yang membuatnya berani menantang cowok yang berada didepannya itu.
kekaguman yang sejenak karna melihat wajah cantiknya itu berubah menjadi amarah karna Kiara menghinanya seperti banci.
"Hay anak kecil kamu tau apa, berani beraninya ngatain aku banci" mata Jovan serasa mau copot karna terlalu emosinya.
"wah sembarangan, Jangan panggil aku anak kecil atau"
"atau apa?" jawab jovan nyolot dan mereka berdua pun saling bertatapan dengan emosi yang menyala nyala dibenak mereka masing masing namun tak bisa dipungkiri ciptaan tuhan didepan mereka memanglah menarik.
"udah lah gak penting" kata Jovan untuk menghindari pertengkaran dengan gadis manis didepannya itu.
Nadia pun ikut pergi membuntuti jovan yang pergi entah kemana.
"kakak gak papa?" tanya Kiara pada Nadia.
"enggak kok, terima kasih yaudah nolongi aku tadi" jawab dara dengan ramahnya.
"udah lah kak cowok angkuh, galak, sombong dan super nyebelin itu tinggalin aja ngapain sih pake direbutin segala" nerocos Kiara karna dia masih kebawa emosi karna pertengkaran tadi.
__ADS_1
"dia gak cowok kayak gt, dia cowok yang baik dan juga sangat perhatian sama lingkungan sekitar"
"itu kan kamu yang bilang karna kamu cinta sama dia"
"enggak ini pasti ada apa apa"
"kamu masih percaya aja sama badboy model kayak gitu"
"kamu belum kenal dia, seandainya saja kamu leboh kenal Ama dia pasti kamu simpati karna dia orangnya tulus"
"terserah kamu lah kalau aku jadi kamu gak bakalan aku suka apa lagi sampai cinta sama cowok model kayak gitu" kata Kiara sambil berjalan meninggalkan dara sendirian.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
^happy reading -