Terjerat pacar kecilku

Terjerat pacar kecilku
siapa gadis cantik itu


__ADS_3

Kiara pun berdiri dan berbalik karna dia duduk membelakangi Maya dan juga sepupunya itu. betapa kagetnya Jojo dan juga Kiara waktu Kiara berbalik bersamaan.


"KAMU????" katanya bersamaan


"kalian udah saling kenal?" Maya yang antusias karna emang niatnya menjodohkan Kiara dengan sepupunya itu


"kenapa mak lampir ini ada disini sih?" jawabnya yang ketus


"enak aja mak lampir, kamu tu buto ijo kebenaran kamu pake baju ijo, weeekkkk" katanya dengan logat anak kecil yang sedang saling ejek namun membuat Maya dan mamahnya Jovan jadi geli sendiri


"sudah-sudah gak perlu berantem gitu, cantik gini kok dibilang Mak lampir sih Van" mamanya Jovan mencoba menghampiri untuk melerai anaknya dan Kiara


"mamah aja pengen punya menantu kayak Kiara udah cantik pinter" sambung mamahnya yang malah membuat Jovan dan Kiara kaget menggelengkan kepala bersamaan namun tidak dengan Maya yang mengamini kata-kata tantenya entah itu bercanda atau beneran.


"ammmmiiiiiiinnnnnn..." kata Maya dengan lantangnya namun bibirnya buru-buru dibekap oleh Jovan


"jangan ngaco deh may" kata Kiara


"emang Kiara gak mau jadi menantu Tante?" mendengar mamahnya Jovan ngomong begitu Kiara tidak bisa menjawab walaupun dalam benaknya pasti bilang "TIDAK!!!"

__ADS_1


"ya sudah yuk makan" ajak Tante Widya mamahnya Jovan


dan mereka semua pun memulai makan malamnya. hanya suara sendok garpu beradu tanpa ada percakapan namun sesekali Maya ngobrol dengan Tante Widya


Jovan yang duduk didepan Kiara pun tidak sengaja melihat Kiara yang sedang makan dan didalam benaknya "ni anak cantik juga, sayang galaknya kayak nenek lampir"


mata jovan pun serasa ingin melihat mahluk tuhan yang cantik satu ini namun dia takut bila ketahuan dengan orangnya apalagi sikapnya yang gengsian yang membuat dia memilih untuk menunduk dan fokus makan aja


"may habis ini anterin ke kost kakak aku yuk, mau gak?" kata Kiara kepada Maya


"iya abis ini ya, Jojo aku anterin ya ke kost kakaknya kiara" pinta Maya yang memasang wajah manis supaya Jovan mau mengantar


melihat Kiara yang manyun entah kenapa malah membuat hati jovan menjadi senang. seperti Medan magnet yang menarik Jovan untuk melihat ekspresinya itu.


"kok gitu sih jo, gak kasihan apa kalau kita pulang malem terus ada apa-apa gimana?" rengek Maya yang memasang tampang melas dan manyun


melihat ekspresi Maya mamah Jovan pun jadi tidak tega dan menyuruh Jovan untuk mengantar Maya dan Kiara ke kost'an kakaknya kiara yang dltinggal dijakarta.


"sayang, jangan gitu dong masak kamu tega dua gadis malam-malam jalan berdua kasihan hlo" kata Tante Widya lembut akhirnya meluluhkan hati jovan

__ADS_1


seusai selesai makan mereka bertiga pun pamit kepada orangtua Maya dan juga orangtua Jovan untuk pergi mengantar kiara bertemu dengan kakaknya yang juga berada dijakarta.


"Jovan hati-hati ya" kata mamah Maya kepada keponakannya itu


"iya Tante pasti" jawab jovan sambil menghidupkan mesin mobilnya dan mulai melaju meninggalkan parkiran resto itu.


hanya keheningan yang ada disekitar mereka namun tiba-tiba handphone Jovan pun berbunyi dan dia langsung mengangkatnya. setelah menerima telpon itu dia pun berbicara kepada Maya.


"may mampir ketempat temenku dulu ya"


"ok"


hampir 15 menit kemudian mobil Jovan pun tiba disebuah parkiran apartemen mewah dan dia pun mengeluarkan handphone'nya untuk mengirim pesan kepada seseorang dan tak lama kemudian seorang gadis cantik datang menghampiri mobil kami.


jovan pun membuka kaca mobil dan memanggil cewek itu.


"kamu duduk dibelakang ya, didepan ada sepupu aku kok" kata Jovan kepada gadis itu dan saat gadis itu akan membuka pintu belakang mobil Maya malah ingin pindah duduk dibelakang bersama Kiara.


"aku dibelakang aja tu cewek kamu suruh didepan" kata Maya dengan ketus karna dia berniat menjodohkan Jovan dengan Kiara malah sekarang dia tau ada gadis itu yang dikira pacarnya

__ADS_1


__ADS_2