
Usai kejadian dikolam renang membuat Kiara jadi enggan untuk keluar kamar walaupun cacing di perutnya sudah meronta-ronta meminta jatah makanan.
dia milih untuk memainkan laptopnya dan memulai chatting dengan hero'nya namun sang Hero seperti tidak online.
rasanya dia begitu haus jadi mau gak mau dia harus kedapur untuk mengambil minum.
sepanjang perjalanan menuju dapur dia selalu berdoa supaya tidak melihat orang sedang bermesra-mesraan lagi.
situasi rumah nampak sepi dan saat menuruni tangga Kiara mendengar ada suara mobil pergi dalam batin dia mungkin jovan dan Laura sudah pergi yang membuat dirinya tenang.
Kiara langsung melesat menuju dapur untuk mencari makanan dan air untuk menghilangkan dahaganya. tanpa Kiara sadari kalau dari tadi ada sepasang mata yang mengawasi semua pergerakannya
"uh susah banget" kata Keisha yang mencoba mengambil mug yang ada dirak atas
dari kejauhan jovan mengawasi pergerakan Kiara pun berjalan mengendap-endap mendekati Kiara dan sudah berada tepat dibelakang gadis itu.
"aaawwwww..." jerit Kiara saat gelas mug itu hampir jatuh menimpa Kiara dengan sigap jovan langsung menangkap mug itu biar tidak mengenai kepala kiara yang membuat mereka berdua tak berjarak.
dengan kaget Kiara langsung menoleh kebelakang dan melihat jovan lah yang sudah menyelamatkan kepalanya dari mug yang akan menimpanya.
"kak jovan.. k-kamu???" kata Kiara dengan gagap
"iya aku kamu pikir siapa?" jawab jovan santai dan meletakan mugnya dimeja dapur dibelakang Kiara senantiasa mengungkung Kiara.
__ADS_1
"b-bukannya kakak pergi sama kak Laura?" tanya Kiara
"enggak, kata siapa? mending sama kamu disini" jawab jovan ngasal
"kok sama aku??? emangnya kenapa??" tanya Kiara semakin gugup karna melihat cara jovan menatapnya sudah seperti buruan yang siap memakan mangsanya.
"iya kamu, mau lanjutin tadi yang udah kamu recokin" kata jovan dengan nada dan tatapan nakal membuat Kiara jadi gugup sampai matanya membulat sempurna.
"a-apaan sih kak" Kiara yang biasanya garang entah kenapa jadi ciut nyali saat berdekatan dengan jovan
melihat ekspresi Kiara jovan jadi geli sendiri dan gemas melihat bibir ranum Kiara yang biasanya cerewet selalu berantem saat mereka berdua bertemu.
"dasar bocil tukang ngintip" kata jovan sambil menyentil dahi Kiara
Kiara yang kaget dicium tiba-tiba pun membulatkan matanya dengan sempurna entah kenapa malah dia seperti terhipnotis gak bisa bergerak sedikitpun.
awalnya jovan hanya ingin mengecup bibir Kiara namun malah seperti candu ingin terus mengecap bibir manis Kiara itu apalagi Kiara hanya diam seperti mendapat lampu hijau jovan semakin intens dan memasukan lidahnya untuk mengabsen semua yang ada di mulut partner ciumannya itu.
sebagai seorang badboy bukan hal baru dalam hal ini namun entah kenapa seperti baru merasakan ciuman pertamanya jantung jovan berdetak sangat cepat dan begitu nikmat berciuman dengan Kiara malah sudah menjadi candu baru buat jovan.
hampir 5menit lamanya mereka berciuman akal sehat Kiara pun kembali sadar dan tiba-tiba mendorong tubuh Ega supaya berjarak dengan dirinya.
"kamu apa-apaan sih gak sopan!" bentak Kiara
__ADS_1
"ini cuma sebuah ciuman doang, atau kamu mau lebih sini aku kasih" kata jovan dengan santainya lalu mencium bagian leher Kiara yang membuat Kiara mengeluarkan suara ******* karena geli dibuatnya.
entah kenapa setiap sentuhan jovan sepeeti bius bagi Kiara, otaknya ingin menolak dan berkata tidak! namun tubuhnya memberi respon yang berbeda. tubuhnya begitu menikmati apa saja yang dilakukan jovan terhadapnya
sama halnya seperti Kiara jovan pun sama semua yang ada pada Kiara seperti candu baginya. biasanya semua gadis yang memulai dan mengemis untuk sekedar memadu kasih bersama jovan. tapi ini tidak dia ingin selalu berkontak fisik terhadap kiara.
jovan mencium, menjilat dan menyesap leher Kiara dengan begitu nafsunya tak terasa dia melukis dua bintang kejora yang berkerlip disana. meski begitu menikmatinya namun sebisa mungkin Kiara tetap menjaga kesadarannya dengan sepenuh tenaga dia mendorong dan lalu menampar pipi ganteng jovan.
Plaaaaakkkkkkk....
sebuah tamparan yang cukup keras mendarat di pipi jovan sampai tercipta tanda tangan disana. Nafas memburu menahan gairah bercampur emosi meliputi mereka berdua.
"k-kamu!" kata jovan sambil mengacungkan tangannya kehadapan Kiara.
"kenapa, gak terima?! harusnya aku yang gak terima atas semua perlakuan kamu! gak sopan!" kata Kiara penuh dengan penekanan.
"jangan sok jual mahal deh! emang kamu pikir aku gak hafal cewek kayak kamu apalagi profesi kamu sebagai model! pasti bisa dipakai sama siapa aja" jawab jovan dengan nada tak bersahabat.
"jaga omongan kamu ya! aku gak seburuk yang kamu kira!" sebisa mungkin Kiara menahan emosinya
"oh ya...jangan bilang kalau kamu masih segelan! aku tau pasti cewek model kamu ini apa lagi tadi tubuh kamu merespon apa saja yang aku lakukan seperti udah biasa ngelakuinnya" cerca jovan yang menambah daftar benci Kiara terhadapnya.
Kiara mengangkat tangannya dan hampir menampar jovan lagi namun tidak jadi karena jovan mengancam kalau sampai Kiara melakukannya lagi pasti jovan akan melakukan hal buruk terhadapnya, dengan jengkel akhirnya Kiara pergi meninggalkan jovan sendiri.
__ADS_1