Terjerat pacar kecilku

Terjerat pacar kecilku
terpesona


__ADS_3

kiara yang digandeng oleh jovan dari aula sampai ke parkiran itupun menjadi pusat perhatian oleh semua pasang mata yang ada.


𝒆entah kenapa Kiara merasakan nyaman saat tangannya berada digenggaman jovan. walaupun yang sedang menggenggam tangannya sekarang adalah jovan cowok ternyebelin diantreo jagad raya ini.


namun entah kenapa rasanya berbeda dengan biasanya bila ada yang menyentuhnya dia langsung marah meskipun orang terdekatnya seperti Zico cowok yang telah lama menyukainya namun Kiara hanya menganggapnya hanya sebatas teman saja enggak lebih.


sesampainya diparkiaran dia langsung membukakan pintu mobil dan menyuruh Kiara untuk masuk namun Kiara masih berdiam diri tidak mengerti apa maksud dari laki-laki disebelahnya itu.


"ayo masuk" kata jovan yang terserah seperti perintah karna masih melihat kiara bengong dengan tatapan herannya.


Kiara tidak menjawab malah meletakan punggung tangannya didahi jovan seperti ibu-ibu yang mengecek suhu badan anaknya yang panas atau tidak.


"ini kenapa lagu?" kata jovan sambil menurunkan tangan kiara yang ada di dahinya itu.


"gak panas kok, kamu gak apa-apa kan?" tanya Kiara dengan ekspresi penuh selidik karena merasa aneh baginya bila cowok yang bernama jovan tiba-tiba baik terhadapnya.


"udah gak usah banyak ngomong, masuk" kata jovan sambil membantu Kiara untuk duduk tanpa mendengarkan tolakan dari Kiara.


Jovan pun kemudian memasuki mobil dan memakai sabuk pengaman lalu dia melajukan mobilnya tanpa menoleh kearah Kiara yang sedari tadi melihat jovan dengan tatapan sinis dan bibir cemberut itu terlihat dari ekor mata jovan yang sedang nyetir.


"kenapa ngelihatin aku kayak gitu? ganteng ya? jangan dilihatin terus entar naksir loh" kata jovan sambil terkekeh malah bikin Kiara muak karena bagi kiara jovan cowok playboy yang hobby gonta-ganti pacar dan badboy kelas kakap.


"idih kegantengan banget sih Lo! paling yang bilang kamu ganteng cuma cewek ganjen yang udah berhasil jadi mangsa kamu aja, kalo aku sih ogah!" celutuk Kiara sambil melengos dengan bibir manyunnya.


mendengar perkataan kiara jovan pun jadi tersulit emosi Karena baru kali ini dia diperlakukan seperti itu oleh cewek padahal biasanya semua cewek yang mengejarnya termasuk cewek yang tercantik dan populer dikampus.


Dia reflek mengangkat tangannya dan tanpa disangka sontak Kiara malah membentak dan melotot seperti buruan menantang sang pemburu.


"apa? mau nampar aku? ini tampar kalau bisa bikin kamu bangga tapi jangan lupa mulai besok kamu harus pakai rok bukan celana karena gak pantes buat laki-laki yang hanya berani dengan perempuan!" terocos Kiara dengan lantang dan menantang


"bocil kamu jangan bikin isi aku deh!" kata jovan dengan menahan emosi yang sudah diubun-ubun.


"emangnya kenapa? emang bener kan kalau cowok yang berani mukul cewek itu namanya bences alias banci" cela Kiara yang semakin menambah amarah dihatinya jovan.


Sebisa mungkin jovan mereda emosi ya agar Kiara tidak ngambek dan dia bisa membawa Kiara pergi menjauh dari kampus


Kiara yang kesal pun ingin turun dari mobil dan pergi menjauh dari jovan namun saat dia akan membuka pintu mobil jovan langsung mengunci pintu dari tombol kendali yang ada di kursi sopir yang dia duduki lalu menjalankan mobil tanpa mendengarkan ocehan Kiara lagi. π’Œπ’Šπ’‚π’“π’‚.

__ADS_1


Kiara yang kesel dengan sikap jovan dan lelah untuk ngoceh pun memilih untuk diam dari pada nantinya malah adu mulut dengan jovan men ah dia jadi tambah bete tingkat tinggi.


Sepanjang perjalanan tidak ada percakapan diantara mereka yang membuat atmosfer didalam mobil menjadi semakin horor karena ada tidak ada suara apapun dari mereka berdua. mereka berdua tenggelam dalam pemikirannya masing-masing.


Jovan yang bingung harus membawa Kiara pergi kemana jadi BeTe sendiri kenapa harus dirinya yang mendapat tugas untuk membawa pergi nenek lampir yang ada disampingnya dari kampus.


Sama halnya dengan Kiara yang dibikin jengkel dengan sikap jovan yang aneh terhadapnya.dia pun melirik kearah jovan yang sedang menghidupkan music untuk memecah keheningan didalam mobil dan Kiara pun memilih mendengarkan musik dan membuang pandangannya kearah luar.


Entah kemana jovan akan membawanya, dia tidak ambil pusing karena dia yakin walaupun jovan badboy namun tidak mungkin kalau dia akan macam-macam terhadapnya karna dia mengenal baik keluarganya apalagi sepupu dari sahabatnya sendiri.


Kiara yang capek menerka-nerka pun akhirnya memilih untuk memejamkan mata karena rasa kantuk yang menggelayuti matanya mungkin karena angin AC yang cukup dingin ditambah lagi musik yang diputar jovan merupakan lagu yang sering dia putar untuk penghantar tidur apalagi semalam dia streaming maraton Drakor kesukaannya yang membuat dia pun akhirnya tertidur.


waktu dilampu merah jovan mendapat telpon dari sang mama untuk segera pergi ke studio foto yang juga agency milik sang ibunda. jovan pun melajukan mobilnya menuju tempat tersebut.


Jovan pun melirik kearah Kiara yang masih terlelap entah kenapa melihat pemandangan dihadapannya sekarang dia tersenyum dan dia merasa candu untuk melihat wajah cantik itu. namun bila ingat kebawelan dan judesnya Kiara membuat jovan jadi illfeel seketika.


"kalau lagi tidur gini lucu juga, tapi kalau lagi sadar tengilnya minta ampun" gumam jovan dalam hati sambil senyum-senyum sendiri melihat keindahan mahluk tuhan satu ini.


meskipun cewek-cewek yang pernah dia kencani ada yang lebih canti dari Kiara namun kenapa cewek tengil satu ini seperti punya Medan magnet sendiri.


mobil jovan berhenti diarea parkir agency milik mamanya dan dia masih melihat kiara yang masih tidur pun gak tega untuk membangunkannya. udah hampir setengah jam jovan menunggu Kiara tidur didalam mobil pun merasa bosan lagian dari tadi ditelpon sang mamah terus tanya lokasinya padahal mereka sudah berada area parkir.


"di kutub Utara" jawab jovan asal


"isshhh... sejak kapan kutub Utara jadi panas gini" Kiara sebel denger jawaban jovan karena dia rasa kalau dirinya tanya pada jovan baik-baik malah jawabnya nyebelin gitu.


"sejak tadi bareng sama iler kamu tu yang deres banget" ledek jovan sontak Kiara memegang sudut bibirnya takut kalau emang bener dia ileran kayak yang dikatakan jovan.


sambil membuka pintu dari ekor matanya melihat Kiara yang mengusap sudut bibirnya yang tidak ada apa-apanya pun membuat senyum manis jovan terbit dibibirnya sehingga menimbulkan lesung pipinya. dan Kiara mengikuti jovan keluar dan berjalan dibelakang jovan.


"siang mas jovan" sapa seorang scurity


"siang juga pak Salim, mamah didalam" sapa jovan dengan sopan malah Kiara gak nyangka ternyata cowok nyebelin itu bisa sopan juga sama orang lain.


jovan langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan mamahnya tanpa sadar gandeng tangan Kiara. malah Kiara jadi salah tingkah sendiri ketika tangannya digenggam oleh jovan.


waktu masuk keruangan sang mamah terdengar suara mamahnya yang masih sibuk telepon namun suaranya terdengar masih marah dengan seseorang.

__ADS_1


"siang mamahku sayang" sapa Ega kepada ibunya ketika masuk ruangan tanpa melepaskan genggaman tangannya


"siang juga kesayangan, loh ada Kiara juga" jawab Tante Widya yang menyadari keberadaan Kiara reflek jovan melepaskan tangan Kiara.


"kenapa sih mah kok uring-uringan gitu?" tanya jovan


"ini loh sayang, model mamah gak bisa Dateng karna mendadak sakit padahal hari ini udah deadline


"tinggal kontak model lain kan bisa mah kenapa juga bingung mah" saran jovan


"masalahnya tadi gak ada yang cocok sama tema dan mamah enggak srek aja ma model yang mau gantiin" dengan gusar Tante Widya menjawabnya dan lalu mata Tante Widya melihat sosok Kiara timbul lah ide cemerlang.


"Kiara sayang, kata Maya waktu disemarang kamu sempet jadi model ya?" tanya Tante Widya


"gak model sih Tante, cuma sering ditawarin buat pemotretan aja tapi gak bisa kalau suruh jalan di catwalk" jawab Kiara


"gimana kalau bantu Tante buat pemotretan ini, Tante lihat kalau kamu pas banget buat temanya dan karekternya itu" papar Tante Widya yang langsung dapat sorotan dari jovan.


"mamah serius Mak lampir ini jadi modelnya? ntar malah ribet loh mah" ledek jovan


"kenapa enggak toh kiara cantik banget kok, ya udah sekarang Kiara make up ya" dengan antusias Tante Widya memanggil asistennya tanpa mendengarkan jawaban Kiara mau apa enggak.


mau gak mau Kiara pun akhirnya menuruti permintaan Tante Widya karna tidak enak menolaknya Karna selama dijakarta Tante Widya sangat baik terhadapnya.


setelah beberapa menit make up akhirnya Kiara sudah selsai dan memulai sesi pemotretannya. kiara tampak cantik menggunakan gaun berwarna grey keunguan yang membuat Tante Widya dan jovan terpesona melihatnya.







__ADS_1


jovan sampai tidak berkedip sedikitpun melihat Kiara yang melakukan sesi pemotretannya.


"perfect" kata Tante Widya yang puas dengan hasil jepretan dari seorang fotografer yang juga terpesona dengan kecantikan Kiara namun malah membuat jovan jadi tersulut emosi Karna sang fotografer terlalu lebay mendekati Kiara.


__ADS_2