
Jakarta, 09.00 WIB
Sesampainya di kampus kiara dan maya sangat antusias dengan yang ada dihadapannya.
sebuah Universitas yang di idam-idamkan selama ini dudah ada didepan matanya.
mereka pun berjalan-jalan di sekitaran kampus supaya mengenal dan meyakinkan diri untuk menentukan fakultas apa yang bakal diambilnya.
"ara kamu ambil fakultas apa?" tanya maya yang tampak begitu bingung
tidak ada jawaban dari kiara dia hanya mengendikan bahunya karna dirinya juga bingung.
"apa kamu mau sama kayak kakak kamu ambil ekonomi bisnis?" sambungnya lagi
"gak tau nih may bingung mau ambil fakuktas apa tentunya yang sesuai ama aku" jawabnya sambil memanyunkan bibirnya.
"ngomong-ngomong kak keisha ngampus gak hari ini?" tanya maya
"gak tau may tadi sih bilangnya ngampus tapi gak tau kok gak telpon lagi ya?" jawabnya sambil mencoba menelpon sang kakak.
"kalau gitu samperin aja yuk ra" ajak maya yang langsung mengandeng tangan sahabatnya itu.
mereka berdua pun berjalan menuju gedung fakultas keisha yang merupakan kampus jovan juga.
setelah melewati lorong kampus nampak di sudut ada keramaian yang membuatnya kepo dan disana pun ada teman dari kak keisha yaitu kak aira dan cowoknya.
__ADS_1
kiara dan juga maya pun berjalan mendekat dan ternyata dari tadi jadi pusat kerumunan itu ada sebuah Mading. dalam benak kiara pun hari gini dikampus gede masih ada yang mau baca mading? bukanya hp sudah menjadi alat informasi akurat.
"kak aira" sapa kiara dan langsung cupika-cupiki kepada aira
"hallo sayang" aira pun gugup karna kaget kedatangan kiara.
"kak keisha mana kak?" mendengar pertanyaan kiara aira jadi bingung menjawabnya
maya yang kepo dengan isi mading pun mencoba menerobos kerumunan untuk melihat mading itu. dan betapa kagetnya maya melihatnya.
waktu maya mau memberitahu kiara pun dengan kilat aira mengalihkan maya dengan berbagai pertanyaan dan reynand yang melihat jovan yang barusan datang pun meminta tolong agar membawa kiara dari tempat ini.
mau tidak mau pun jovan menuruti apa yang dikatakan oleh reynand.
"hay, sini deh ada yang mau aku omongin sama kamu" tanpa mendengar jawaban kiara dan meminta persetujuan terlebih dahulu jovan pun langsung menggandeng tangan kiara untuk menjauh dari situ.
ada seorang cewek yang menghalangi jalan mereka berdua.
"ini siapa lagi van?" tanya cewek itu dengan wajah sinisnya yang memandang kiara dari atas sampai bawah
"jadi cuman cewek seperti ini yang buat kamu berpaling dari aku?" dengan tampang yang seperti menghina melihat kiara
melihat cara wanita ini memandangnya seperti menghinanya pun kiara tersulut emosi dan hampir saja memaki wanita yang kecentilan dengan pakaian yang sangat minim terbuka sana-sini tidak pantas untuk dipakai dikampus.
"emangnya dia cewek seperti apa maksud kamu?" sebelum kiara bicara jovan terlebih dahulu yang angkat bicara itupun dengan nada yang tidak kalah sinis dan dingin.
"setidaknya dia cewek yang lebih baik dari kamu, yang murahan dan bisa dipake sama semua cowok" kata-kata jovan bagaikan pisau yang langsung menancap dihati cewek itu.
__ADS_1
cewek itu sakit hati mendengar hinaan dari jovan yang semula dia ingin menghina kiara malah balik dia yang dihina.
dia pun melayangkan tangan ingin menampar kiara namun jovan melindungi kiara dan tamparan itu mendarat di wajah gantengnya.
kiara dan cewek itu pun kaget dibuatnya dan tampak sekali raut wajah takut di wajah cewek itu. jovan pun mengelus pipinya karna terkena tamparan pun sambil memperingatkan cewek itu dengan dingin.
"dan ingat satu lagi, dia bukan hanya cewek aku tapi dia tunangan aku jadi kamu jangan sekali-kali ngebully dia kalau gak mau ada masalah sama aku" peringatan dari jovan siapa saja yang mendengarnya pasti langsung lemas dan ketakutan.
jovan dan kiara pun pergi bergandengan meninggalkan cewek itu dan orang-orang yang melihat kejadian itu.
.
.
.
.
.
.
.
.
yuk ikutin kisah cinta kiara dan jovan. jangan lupa vote n commentnya ya kak
__ADS_1