
"Hari ini adalah hari terakhir siswa-siswi melaksanakan ujian sekolah, setelah beberapa hari otak dan tenaga mereka terkuras buat belajar untuk mendapatkan hasil yang terbaik..."
"Tak berapa lama kemudian bel tanda ujian selesai pun berbunyi, semua siswa-siswi bersorak dengan riang, merasa terbebas dari yang namanya ujian, belajar.. ntah hasil nantinya baik atau buruk yang terpenting mereka senang dulu..."
"Hai Dhira... sapa thalia
"hai...jawab Dhira"
"Dhira kamu kenapa, belakangan ini sifat mu berubah, aku ada salah ya sama kamu.. tanya thalia..."
"Nggak.. jawab Dhira sambil memainkan ponselnya..."
"Ooh... Ya udah maaf ya aku ganggu kamu, dan thalia pun berdiri.. saat thalia berdiri tiba-tiba putri datang menghampiri...
"Aduuuh males kali lah ketemu anak tukang cuci yang sok suci ini, nggak anak, nggak ibu sama-sama munafik... ucap putri..
"Thalia heran, kenapa putri ngomong seperti itu,emang putri kenal dengan keluarga Dhira..
gumam thalia dalam hati..."
"Eh tu mulut bisa nggak sih digunakan buat ngomong hal-hal yang baik, tidak ngatain orang ini itu.. sadar jadi orang, seperti apa tingkah nenek mu dulu, wanita murahan jawab Dhira..."
__ADS_1
"Mendengar hal itu putri semakin emosi, apa kamu bilang, nenek aku wanita murahan, nggak kebalik tu, ibu mu wanita murahan, nggak laku-laku..dasar anak haram, beli tu kaca biar tau dasar, hidup dengan belas kasihan orang... keluarga aku bersyukur aib mu dibuka oleh adiknya om devan, jadi semua orang tau siapa ibu mu yang sebenarnya.. jawab putri..."
"Om devan...??? thalia bermain dengan fikirannya sendiri, "
"Tiba-tiba ada pengumuman dari sekolah bahwa hari Sabtu depan terima rapor kenaikan kelas, semua wali murid diharapkan untuk hadir dalam pengambilan rapor.."
"Udah jangan ribut, masa selesai ujian bertengkar, selesai ujian kita harus happy, bukan seperti ini.. ucap thalia"
"Dhira pergi meninggalkan thalia dan putri, sebernya Dhira malu depan thalia yang mendengar ucapan putri tadi..."
"Kamu tetanggaan denga Dhira put, sepertinya kalian saling mengenal masa lalu gitu.. tanya thalia pada putri..."
"Tau lh, aku dan dia bukan tetanggaan, tapi kami satu lingkungan, tu anak haram tinggal di bagian depan, sedang kan aku dibagian belakang.. jawab putri..."
"Hai thalia, gimana ujiannya kejawab semua.. tanya Dhani..
"Hai Dhani, insyaallah kejawab, tapi nggak tau lah hasilnya besok.."
"Ngomong-ngomong kan kita udah selesai ujian, gimana kita pergi nongkrong yuk di kafe.. ucap Niko.."
"Boleh juga tu.. ucap Meraka semua
__ADS_1
"Kamu ikut kan thalia, .. tany Dhani..
"Aku tanya mama dulu ya,, takutnya nanti mama nyari aku lagi.." jawab thalia..
"Y udah telp aja sekarang.. kata yang lainnya
"Thalia pun pergi menjauh untuk menelpon sang mama.. tak butuh waktu lama thalia kembali bergabung dengan Dhani dan yang lainnya.."
"Gimana thalia, dibolehin..".. Tanya Lisa..a
Iya.., tapi kita pulangnya jangan ke malaman ya, takutnya nanti papa ku marah.. Jawab thalia..
Ok.. jawab semua nya..
"Akhirnya mereka pun pergi, karna thalia tidak bawa kendaraan jadi thalia naik mobil Dhani, sedangkan yang lainnya pakai kendaraan masing-masing.. "
"Dalam perjalanan thalia dan Dhani tak banyak bicara, mereka hanya saling melempar senyum.. tak butuh waktu lama akhirnya mereka sampai di kafe setiap kali Dhani dan gengnya kumpul..."
\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=
Jangan lupa like, komen, vote ya...
__ADS_1
🙏🙏🙏🙏😃😃😃