Ternyata Dia

Ternyata Dia
Bab: 011


__ADS_3

berjam-jam Allia berada di dalam kamar mandi hanya untuk 😭 menangis, seraya menggosok semua bagian tubuhnya yang telah di jamah oleh Erick,


sejengkal demi sejengkal, walau sudah berjam-jam di gosok menggunakan sabun rasanya seakan bekas itu masih ada & seakan tak pernah hilang.


tak lama kemudian Allia pun mulai sedikit lelah & mulai menyadari dengan ulahnya yang tiada artinya.


pagi pun tiba namun saat itu Allia sempat terlelap walau sejenak, kemudian diapun terbangun kembali karena teringat akan kedua orang tuanya yang tak memberikan kabar sama sekali,


*Allia pun mencoba membuka ponselnya seraya ingin mengabari temannya & meminta Dewi untuk menggantikannya hari ini seperti yang sudah di sepakati, namun baru saja selesai membuka jaringan internet Notifikasi pun berhamburan seakan-akan berlomba-lomba untuk membunyikan suaranya.


"BREAKING NEWS"


KLARIFIKASI TENTANG TERJADINYA KECELAKAAN YANG MENIMPA KELUARGA BESAR WIJAYA,


MENURUT BERITA YANG BEREDAR KECELAKAAN TERSEBUT MENIMPA AYAHANDA & IBUNDA TUAN ERICK ATAU YANG LEBIH DI KENAL TUAN ALLERICK RAHARJA WIJAYA PEMILIK DARI PERUSAHAAN TERBESAR & TERNAMA DI ASIA.


NAMUN JELAS ADANYA SETELAH KAMI BERJUMPA LANGSUNG DENGAN TUAN ERICK YANG MENGATAKAN BAHWA TIDAK ADA KORBAN JIWA, KECELAKAAN MURNI TERJADI ATAS KELALAIAN SANG SOPIR YANG MENGANTUK,


JIKA ADA SEBAGIAN YANG MENGATAKAN ADA KORBAN JIWA MAKA ITU SEMUA HANYALAH BERITA HOAX SEMATA.


UCAP BELIAU.


DEMIKIAN BERITA INI KAMI SAMPAIKAN ATAS IJIN LANGSUNG DARI TUAN ALLERICK RAHARJA WIJAYA TERIMAKASIH ATAS PERHATIANNYA & SALAM.


Allia pun termangu menatap layar ponselnya sembari mengingat-ingat surat yang dia baca, bahwa jelas tertulis nama dari sang penulis,


oh my good,


apakah dia,,,


Allia pun gemetar sembari menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.

__ADS_1


sambil menangis*,


tamatlah riwayat ku


namun tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu yang membuyarkan lamunannya.


tok,,, tok,,, tok,,,


selamat pagi, permisi??


iya sebentar,


Allia pun segera berjalan menuju pintu,


seraya berkata.


siapa ya pagi-pagi begini sudah bertamu.


ada apa ya pak,. ??


apakah benar ini rumah pak Zefino Fedli & ibu Anastasia.


iya benar, saya putrinya.


ada apa ya pak,


mari nona bisa siap-siap atau bisa langsung ikut kami,


tunggu sebentar ada apa ini pak.


Nona akan segera di beri tau nanti setelah sampai di sana, mohon kiranya anda bersabar.

__ADS_1


Allia pun ijin sebentar untuk masuk ke kamar ingin mengambil jaket & tas beserta keperluan nya.


Mari pak,


mari nona bisa ikut mobil kami biar lebih aman,


*Allia pun melangkah tanpa ragu & segera memasuki mobil Satpol-PP tersebut.


namun Allia sedikit bingung karna mobil tersebut tidak mengarah ke jalan yang menuju kantor polisi melainkan ke arah Rumah Sakit yang selalu iya lewati.


sesaat ingin bertanya, mobil pun berhenti tepat di depan gedung tersebut Allia pun mengurungkan niatnya untuk bertanya*.


mari nona silahkan ikuti kami


*sepanjang perjalanan Allia pun selalu bertanya-tanya, sembari meremas ujung jaket yang ia kenakan & memegang kuat tali tas hingga berkeringat dingin.


ya Tuhan semoga tidak terjadi apa-apa terhadap ke dua orang tuaku*.


silahkan lewat sini Nona.


hah kamar jenazah,


*hati Allia pun mulai menangis walau belum mengetahui semua kebenarannya.


sesampainya di depan pintu Allia hanya terpaku seakan tak mampu untuk melangkah lagi*.


mari Nona silahkan masuk.


pintupun terbuka.


\*\*\**Bersambung*\*\*\*

__ADS_1


__ADS_2