
Erick pun merasakan tubuhnya mulai gerah, & serba salah.
apa tuan baik-baik saja??
Emm,,, saya rasa di ruangan ini sedikit panas mungkin karena terlalu banyak minum alcohol.
apa tuan ingin istirahat,
saya rasa mungkin begitu,
pelayan antarkan tuan Erick ke kamar yang terbaik di sini,
baik tuan, mari silahkan.
Allia pun membersihkan kamar mandi tanpa ragu sambil bersenandung ria seakan tanpa beban sedikitpun, sambil menyalakan air kran shower sehingga tidak mendengar jika dari luar ada yang masuk.
demikian pula dengan Erick gejolak di tubuhnya kian membara seakan menginginkan suatu pelepasan,
Erick berusaha sekuat tenaga menahannya namun semakin di tahan hawa panas itu semakin menyiksanya,
keringat dingin sudah membanjiri sekujur tubuhnya, penglihatannya pun mulai sedikit memburam namun masih terlihat jelas,
__ADS_1
Erick rasa jika dia mandi mungkin sedikit lebih segar diapun bergegas menuju kamar mandi, dan melihat seorang gadis berjongkok sedang membersihkan bethtup, percikan air yang mengenai wajah dan rambutnya membuatnya terlihat lebih s**i,
Erick pun menelan ludahnya dengan bersusah payah , berusaha menghindar namun gejolak di tubuhnya kian meradang, Erick pun tanpa sadar bergerak dan membekap tubuh gadis itu dengan separuh dari sebagian kekuatannya.
Allia pun auto langsung kaget & berusaha untuk memberontak namun kekuatannya tak sebanding dengan seorang lelaki.
Allia tak menyerah mencoba bertahan dengan sisa kekuatannya & menggigit tangan Erick namun sepertinya semua sia-sia karena sepertinya Erick tak merasakan sakit sama sekali padahal tangannya berdarah namun semua seakan mati rasa, yang ada di pikirannya hanyalah bagai mana caranya agar dia bisa dapat segera melepaskan pelepasannya,
Erick pun melajukan aksinya dengan membopong Allia Alla bridal style dan menghempaskannya ke kasur ukuran king size tersebut tanpa menghiraukan tangisan & deraian air mata Allia yang kian meluruh,
tuan tolong lepaskan saya, apa salah saya,,
anda bisa saja mencari yang berkali - kali lebih baik lagi dari saya,
namun tangis & ratapan Allia pun tak mengindahkan keinginan hasrat Erick padanya,
malah Erick semakin gencar mendekatkan tubuhnya dan menanggalkan pakaiannya satu persatu & hanya menyisakan celana pendeknya,
Allia pun mencoba kembali bangun & memaksakan sisa kekuatannya untuk mencoba lari dari Erick namun naasnya pintu seakan terkunci dari luar & sangat sulit untuk dibuka,
tiba - tiba Erick pun kembali menghampirinya dan memeluknya dari belakang, menggendong Allia dengan susah payah karena Allia yang bersuha mencoba lepas dari pelukan Erick,
__ADS_1
Erick pun mengencangkan cengkeramannya mengangkat Allia menuju kasur & menghempaskannya,
tak habis di situ Erick pun juga menekan kedua tangan Allia ke atas kepalanya yang mencoba memberontak, & mencakar tubuhnya,
karena penolakan Allia Erick pun merasa tertantang ingin mencumbunya,
Erick pun mulai mencium bibir Allia yang terlihat begitu menawan & s**i di matanya.
dalam semakin dalam diapun merasa ketagihan & mulai turun keleher hingga ke dadanya meninggalkan bekas kepemilikannya di mana - mana,
tangis Allia pun kian pecah merasa tak berdaya, diapun sekali lagi mencoba meminta tolong namun semua usahanya nihil & sia - sia, karena ruangan VIV bersipat pripasi, sehingga sekuat apapun dia bersuara untuk berteriak sekalipun tenggorokannya putus tetap tidak bisa di dengar dari luar, di karenakan ruangan itu kedap suara.
berhentilah memberontak & berteriak karna tidak akan ada seorangpun yang akan mendengarnya, karna ruangan ini kedap suara paham!!
*mendengar ucapan Erick, Allia pun sedikit melemah,
ketika Allia lengah Erick pun menggunakan kesempatan itu untuk menarik pakaian Allia dengan sekali sentakan.
***bersambung***
😝😝😝😜😜😜
__ADS_1
penasarannya.
hehehe*