Ternyata Dia

Ternyata Dia
Bab: 007


__ADS_3

malam yang panjangpun di lalui Allia dengan penuh ratapan & kesedihan, rintihan & tangisan bagaikan air hujan yang tak terbendung,


Erick pun mencoba menghentikan aktivitasnya sesaat,


mencoba meredam segala isi pikirannya, namun karena tuntutan ha***t yang kian membara & perasaan yang berbeda ketika bermain dengan perempuan lain, membuatnya kembali gencar menggauli Allia,


Erick pun menangkup wajah Allia dengan kedua tangannya,


wajah yang tak memungkiri para lelaki untuk tidak terpesona, kecantikan yang tak terbanding,


namun bekas lelehan air mata yang tak kunjung berhentin, tubuh yang bergetar karena sedu sedan, memaksanya untuk mendekati wajah Allia & menyatukan kening mereka,


Maapkan aku,


*hanya itu yang mampu lolos dari bibir Erick,


Allia pun seakan tak merespon sama sekali, melihat diamnya Allia, Erick pun dengan segera menancapkan kemilikannya dengan sekali sentakan,


Erick pun berhasil melepaskan kepemilikannya untuk yang terakhir kalinya,


peluh yang kian membanjiri di sekujur tubuh, hasil dari olah raganya seakan tak menjadi penghalang.


tak lama kemudian Erick pun jatuh tersungkur di samping Allia dengan tengkurep.


(kebayang gak sih kalo Erick tidurnya telentang 😜🤦)


Allia mencoba bangun dengan sisa kekuatannya & memungut kembali sisa pakaiannya,


sesaat ingin berdiri Allia pun merasakan nyilu di bagian pangkal p***nya yang amat sangat sakit tak pernah ia rasakan seumur hidup*.


aouuu,,, kok sakit banget sih,,,


Allia pun perlahan berjalan mendekati pintu dengan tertatih-tatih & bersusah payah


berharap ingin segera bisa pergi namun,


pintupun seakan tak bisa di buka berulang-ulang kali Allia mencoba tetap saja hasilnya nihil.


Allia pun jatuh tersungkur, & membekap mulutnya namun tubuh yang bergetar hebat menandakan bahwa dia sedang menangis, meratapi dirinya yang begitu terasa amat sangat menyedihkan,

__ADS_1


Tuhan mengapa ini harus terjadi padaku, apa salah ku, apa yang akan ku katakan kepada kedua orang tua ku,


Ibu, bapak maapkan anak mu ini yang tidak mampu bertahan & melawan takdir dari yang kuasa,


*air matapun kembali tumpah & membanjiri wajah cantik Allia,


karena terlalu lelah, letih, menangis & bersedih Allia pun perlahan-lahan tertidur di depan pintu.


jam menunjukan pukul 23:45 malam*.


udah jam berapa buk,


udah hampir jam 12 pak,


oh ya sudah kalau begitu sebaiknya kita tutup saja, jalanan juga sudah mulai sepi,


takut keburu Allia pulang ke 🏠 rumah gak ada orang kesian.


ya udah pak biar ibu bantuin.


warteg tempat kedua orang tua Allia jualan terbilang cukup jauh kurang lebih 30 menit kalau naik sepeda motor.


sudah pak, ayo!!


papa, mama udah lama ya nungguinnya,


maap ya ngerepotin, harusnyakan mama sama papa di rumah aja, kan udah ada mas Rey yang jemput.


iya nih mama kamu ngeyel banget mau ikut jemput kamu,


sayanggg mama kan kangen pengen ketemu kamu,


pengen jemput kamu langsung dari bandara, lagiankan udah larut malam juga mama takut kamu kenapa-kenapa jadi apa salahnya.


iya-iyaaa mamaku sayang, mama ku tercinta , mamaku yang paaaaliiiinggg The best,


jadi papa engga


hehehe papa juga,

__ADS_1


oh iya ka Erick gak ikut ya


Hmm tau sendirilah Kaka mu seperti apa.


ya udah nanti juga ketemu di rumah.


ayo Entar keburu ngantuk, kamu mau ikut di mobil mama sama papa atau Rey


mas Rey ajalah biar mama papa nostalgia dulu😊


ehhh kamu nakal ya,


hahahaha


*merekapun melajukan kendaraannya masing-masing di atas kecepatan rata-rata namun mereka tak menyadari bahwa mobil ke dua orang tua Erick telah di otak atik oleh seseorang yang tanpa mereka sadari.


Chika sengaja meminta Rey untuk memberi jarak lumayan jauh dari orang tuanya, mau tak mau Rey pun mengikutinya,


mobil pun melaju dengan cepat,


tiba-tiba*,


pak kok perasaan ada yang enggak beres ya,


eh hati-hati pak Sukri, ucap Ayah Erick,


*tiba-tiba muncullah mobil dari arah berlawanan, & memberi lampu sorot yang menyilaukan mata, yang membuat pak Sukri sang sopir kesulitan mencari arah jalan yang benar,


pak Sukri pun tanpa sadar memasuki jalur sebelah sementara kecepatan tak bisa di kurangi karena rem yang blong.


mobil pun melaju cepat naasnya di depan ada sebuah sepeda motor yang juga melintas,


All hasil kecelakaan tabrakan maut pun tak terhindarkan lagi,,,


tiiiiiiiiitttttttttttt suara klakson,


brakk duarrrrrrr


***bersambung**

__ADS_1


__ADS_2