Ternyata Dia

Ternyata Dia
Bab:014


__ADS_3

teruslah kalian berekting, kalian pikir aku tidak tau apa yang sedang kalian rencanakan,


ada apa ini,


apa yang sedang kalian lakukan.


Jesi bangun, mami sangat kecewa sama kamu,


kamu, apa yang sudah kamu perbuat terhadap anak saya,


saya mau kamu segera bertanggung jawab.


baik apa yang kalian inginkan, sebutkan.


Erick pun hanya menjawab nya dengan kata-kata jutek seakan tak ingin tau, dengan apa yang telah terjadi,


saya ingin kamu bertanggung jawab terhadap anak saya,


oh sebentar seperti nya saya mengenali anda tuan,


Hmm,,, Tuan ALLERICK RAHARJA WIJAYA, apakah seperti ini cara Anda memperlakukan anak dari saingan anda,


jika benar anda menginginkan nya, harusnya anda tau anda sedang berhadapan dengan siapa,


apakah begini cara Anda untuk bersaing,


hahahaha nyonya Anggara Isti dari Tuan Jhonatan Anggara, sepertinya anda salah paham dengan kejadian semua ini,


saya sudah memboking kamar ini, namun ternyata juga ada yang sengaja meminta kamar saya tanpa sepengetahuan saya.


baiklah apa yang kalian inginkan dari saya??

__ADS_1


saya mau anda bertanggung jawab pada putri saya & segera menikahinya, kalau tidak saya akan membongkar aib anda.


Erick pun langsung berbalik & mendekati nyonya Anggara seraya berkata,


kalau begitu saya tidak akan mau bertanggung jawab, & saya sangat senang bisa berhadapan langsung dengan keluarga Anggara,


ingat saya tunggu waktu itu tiba.


_______*di tempat lain_____


tak terasa dua hari pun telah berlalu, semenjak kepergian orang tuanya untuk selama-lamanya,


sejak saat itu pula Allia tidak pernah sadarkan diri,


mungkin karena terlalu syok & di tambah lagi peristiwa yang terjadi padanya membuatnya patah semangat, hingga tak tau harus berbuat apa,


namun tak lama kemudian Allia pun terbangun, untung ada Dewi yang siap siaga menemaninya,


semenjak mendengar kabar berita duka dari keluarga Allia membuat Dewi juga tak tega & dapat merasakan pula betapa hancurnya hati Allia saat itu namun dia tidak pernah tau dengan apa sebenarnya yang terjadi pada Allia malam itu*.


tombol tersebut sengaja di buat & disalurkan langsung menuju ruangan para perawat & dokter setempat guna memberikan kemudahan memanggil perawat Atau dokter saat pasien mengalami darurat.


All, All ini gue Dewi,


Wi gue dimana, ortu gue gimana Wi.


loe yang sabar ya All, loe harus ikhlas dengan semua ini.


tiba-tiba dokter & perawat pun masuk dengan mengetuk pintu terlebih dahulu.


permisi, boleh saya masuk,

__ADS_1


silahkan dokter,


saya akan memeriksa pasien terlebih dahulu, permisi ya,


dokter pun dengan sigap memakai teksktop & mengarahkan nya langsung ke Allia.


syukurlah kondisi Nona sekarang sudah mulai membaik,


Nona sudah boleh pulang sekarang, namun masih harus banyak istirahat & jangan banyak menyendiri & terlalu bersedih.


kalau begitu saya permisi dulu.


soal biaya dok?


ucap Dewi


anda tidak perlu khawatir semua sudah di tanggung.


Dewi pun hanya mengangguk tanpa ingin bertanya lebih panjang lagi siapa penanggu nya tersebut,


Dewi pun membantu Allia untuk berkemas sembari membantu Allia membawakan ranselnya.


Kita pulang ke rumah ya All tapi janji loe jangan sedih lagi, oke!!


Hmmm


*hanya sebuah anggukan yang terlihat dari jawaban Allia,


tiada lagi senyum, tiada lagi canda tawa,


Dewi pun turut prihatin, & juga merasa iba dengan kondisi Allia sang sahabat.

__ADS_1


tak terasa air mata pun mengalir di pipinya tanpa di minta-minta.


***bersambung****


__ADS_2