Ternyata Dia

Ternyata Dia
Bab:004


__ADS_3

*Erick pun masuk secara perlahan dengan cara mengendap-endap


jarak antara Erick & kamarpun semakin dekat tiba-tiba Erick menghentikan langkah kakinya* & mencoba mendekati celah pintu yang sedikit terbuka & menampilkan tunangannya bersama pasangan mesumnya.


pasangan mana yang tak kecewa jika melihat pasangannya berbuat tak senonoh di depan mata, Erick bukannya tidak mengetahui sipat buruk Donna, hanya saja Erick mencoba membuka hati karena tuntutan & pilihan dari orang tuanya,


menurut Erick prioritas utama adalah ketika melihat kedua orang tuanya bahagia maka apapun akan dia lakukan, namun apa yang terjadi sangatlah berbeda, Donna sangat licik & ambisius.


setelah menemukan tujuan utamanya, Erick Segera pergi, namun ketika Erick hendak mengambil dompet tersebut tanpa sadar tangan Erick menyenggol sebuah guci & membuat suara yang sangat bising.


sayang,,,


kamu tunggu di sini dulu ya siapa tau aja orang tua cerewet itu balik lagi.


oke,,,


huhh nyebelin banget sihh tu orang ngapain coba dari tadi kesini,


bolak balik,,,


meaoo,,,🐈 meaoo,,, 🐈


luci, kamu ngapain, kamu nakal ya,


tukan pecah,


meaoo,,, 🐈 meaoo,,, 🐈.


kamu laper ya,


tunggu dulu ya aku ambilin makannya ,oke...


siapa sayang,??


bukan siapa-siapa kok yang.


kayanya Lusi laper deh yang makanya dia ngamuk...


oh,,, kirain siapa.


*huh selamat-selamat.


untung aja ada si luci., kalo gak bisa ketauan.


\*\*\*di tempat lain\*\*\*

__ADS_1


1 Minggu kemudian*,


selamat siang ibu, selamat siang Aldo,


siang pak dokter,


gi mana kepalanya masih sakit??


sudah tidak terlalu pak dokter,


tangan Aldo juga sudah sembuh,


Aldo juga udah bisa makan sendiri,,,


Wow,,, ternyata Aldo hebat juga ya,,,


iya dong pak dokter Aldo harus kuat & hebat seperti spiderman,


Aldo mau jagain mamah, & Aldo gak mau bikin mamah sedih lagi,,,


hari ini Aldo sudah bisa pulang ya, tapi ingat harus banyak istirahat karna Aldo belum sepenuhnya pulih, "oke,,,


Siaappp pak dokter.


oke baiklah pak dokter permisi dulu ya.


sama-sama ibu,


mari,,,


--- --- ---


pak di depan belok kiri,


maju dikit & berhenti di rumah cat pager warna ijo ya pak.


baik buk.


ini pak ongkosnya makasih ya.


iya buk sama-sama.


Aldo capek ya,


iya mah,,

__ADS_1


ya udah, sini mamah bantuin,


istirahat di kamar dulu ya mamah mau buatin makan siang,,,


Hmm iya maa,,,


Allia pun segera ke dapur mencuci tangan & segera memasak,


Aldo, Aldo bangun Nak,


udah sore makan dulu yuk biar gak letih.


biar cepat sembuh ok.


iya maa...


Enak nggak,,,


Hmm enak maa,,,


yaudah abisin makannya.


maa Aldo minta maap ya, lagi-lagi Aldo nyusahin mamah,


minta maap buat apa sanyang??


perasaan Aldo gak ada salah sama mamah,


Emm gara-gara yang kemarin,


Aldo bukannya gak ingat pesan mamah tapi, tapi pas mereka bilang Aldo anak haram gak punya ayah Aldo langsung marah karna Aldo gak ingin mamah di hina,


Hmm, *Allia pun hanya menghela napas untuk menutupi kesedihannya,


ya walau bagai manapun Allia merasa sangat bersalah karna tidak mampu menjaga & memberikan kebahagiaan seutuhnya layaknya pasangan lain,


Entah mengapa setiap kali Allia ingin Muve On & membuka hatinya untuk pria lain, bayangan masa lalu yang kelam selalu saja menghantuinya.


Memang benar adanya, menjalani sebagai ibu tunggal itu tidaklah mudah,


apa lagi tanpa suami semenjak Aldo masih dalam kandungan.


namun lebih sulit lagi melawan rasa trauma, yang menghancurkan masa depan hingga kehilangan ke dua orang tua.


Allia pun menjalani hidup sebatang kara & berpropesi sebagai ibu tunggal.

__ADS_1


namun semua berubah & mulai berwarna semenjak kehadiran Aldo.


\*\*\*BERSAMBUNG*\*\*\*


__ADS_2