Ternyata Dia

Ternyata Dia
Bab:005


__ADS_3

mah,


mamah kok diem sih.


tukan mamah ngelamun lagi,


Emm,,, ehh,


iya sayang mamah minta maap,


kamu udah selesai makannya,,


udah mah,


ya udah kamu masuk sana.


mamah mau beresin ini dulu, oke!!


Hmm..


Aldo pun segera bergegas menuju ruang tengah, seraya dalam hati selalu bertanya-tanya,


mamah aneh deh tiap kali ngomongin papah bawaannya selalu aja ngelamun,


papah di mana sih,


Tuhan jika ayah ku sudah tidak di dunia ini lagi, setidaknya Aldo di beri tau di mana kuburannya, seperti kakek & nenek kalaupun masih hidup segeralah pertemukan kami,


tapi jika bertemu ayah hanya untuk membuat mamah sedih lebih baik Aldo tidak punya ayah, karna sudah terlalu sering Aldo liat mamah nangis.


Aldo maapkan mamah nak, karna tidak bisa memberi tau siapa ayah mu, Drajat kita sangat berbeda, mamah saja tidak yakin apa dia masih mengingat mamah, & mau menerima mamah & kamu.

__ADS_1


**flashback on**


Allia loe bisa gantiin sipp jam kerja gue nggak malam ini,


emangnya loe mau kemana,


gue ada janji sama pacar gue, dia mau bawa orang tuanya kerumah buat ngelamar gue,


please ya, mau ya, masa gak mau liat temennya bahagia sih,,


ok deh, kalo udah kelar urusannya loe kabarin gue ya,


sipp udah pasti, gue janji bakal kabarin loe, gue juga bakal gantiin jam kerjanya loe besok,


oke, buruan sana, semoga lancar ya,


oke makasih, loe emang temen gue yang paling baik,


membersihkan kamar hotel yang kosong satu-persatu hingga di kamar terakhir


303 kamar VIV,


Allia pun masuk tanpa ragu karna sudah terbiasa dengan tugasnya sehari-hari sepulang kuliah,


Allia bukan terlahir dari keluarga yang serba berkecukupan, Ayah & ibunya pedagang warteg pinggir jalan. Allia sudah terbiasa sepulang kuliah langsung bekerja walau gajih seorang OB di hotel tidak seberapa tapi cukup membantu keuangannya sehari-hari & menyisihkan sebagian uangnya untuk di tabung, Allia bercita-cita ingin buka toko roti sendiri sambil kuliah tanpa bergantung dengan kedua orang tuanya.


*di tempat lain*


bagai mana apa kamu sudah menjalankan tugas yang saya berikan??


sudah boss, kita tunggu saja reaksinya nanti.

__ADS_1


oke, oke, saya percaya sama kamu,


siapa boss.


Hallo pak dominick,


apakah anda sudah menunggu terlalu lama,


oh tidak tuan Erick,


tentu saja tidak, senang sekali bisa bertemu dengan orang penting seperti anda,


pelayan.


Dominick pun melambaikan tangannya kepada para pelayan untuk menyediakan berbagai macam hidangan & sajian.


mari tuan Erick silahkan, saya senang sekali bisa bekerja sama dengan anda, apa lagi bisa berhadapan langsung, dengan pemilik perusahaan rekor dunia seperti anda,


sungguh ternyata anda memang orang yang sangat dermawan, & penuh toleransi.


*merekapun merayakan pertemuan mereka & mengangkat gelas yang sudah di isi para pelayan win masing - masing sebagai tanda adanya kerja sama di antara mereka,


tanpa Erick sadari & curiga sedikit pun bahwa di dalam minumannya telah tercampur bubuk p********g yang hebatnya tidak tercium bau dan memiliki rasa sama sekali, sehingga tidak menimbulkan kecurigaan sama sekali,


& sialnya lagi Erick hanya di temani pengawal biasa karena Rico sedang bertugas ke luar Negri & pengawal Rey yang di minta menemani kedua orang tuanya untuk menjemput sang adik yang pulang dari luar kota.


tak lama kemudian Erick pun mulai merasa ada yang aneh & merasa hawa suhu di tubuhnya semakin panas & memanas.


***bersambung***


hehehe off dulu ya biar pada penasaran*

__ADS_1


__ADS_2