
baik tuan.
anda tidak perlu khawatir.
Erick pun berlalu meninggalkan ruangan kedua orang tuanya,
ketika dalam perjalanan menuju lobi Erick berpapasan dengan seorang dokter yang ternyata adalah ayahnya Bastian, yang sedang tergesa-gesa sembari ikut mendorong berangkar yang membawa seorang pasien wanita namun karena adanya polisi & para perawat yang berjejer di samping ranjang membuatnya kesulitan untuk melihat siapa kiranya yang sedang sakit.
Erick sebuah keberuntungan membuat kita bisa bertemu di sini,
tentu saja om, suatu keberuntungan,
mereka pun saling berjabat tangan,
maap Erick om tidak bisa berlama-lama di sini karna pasien om sedang dalam keadaan darurat.
oh tentu saja om silahkan.
mari Erick om permisi dulu.
demikianlah percakapan singkat mereka, karna sang dokter yang terburu-buru mengharuskan dia untuk pergi,
begitu pula dengan Erick dia pun bergegas pergi meninggalkan rumah sakit tersebut dengan terburu-buru, & melajukan kendaraannya dengan sangat cepat.
__ADS_1
tak lama kemudian Erick pun sampai di lobi hotel xxx, ia pun segera masuk & melangkah menuju lantai atas menggunakan live yang telah di sediakan oleh pihak hotel,
tanpa ia sadari seseorang telah menunggu kehadirannya.
setelah tiba di lantai atas Erick pun segera menuju kamar 303,
saat dia memasuki ruangan itu, dia pun mendapati seorang wanita yang tidur telungkup menggunakan selimut sampai di batas leher,
Erick pun tidak menaruh curiga sama sekali, kemudian iapun melangkah menuju tempat tidur tersebut & ikut berbaring namun tidak pula membangunkan sang wanita tersebut,
sementara itu di lantai bawah
apakah disini ada tamu atas nama Jesika putri Anggara,
saya ibunya apa kalian tau siapa pemilik hotel ini, saya nyonya Anggara.
tapi ibu,,,
berikan kuncinya kepada ibu saya kalau tidak, maka segera kamu angkat kaki dari sini.
maap tuan muda.
ini nyonya silahkan.
__ADS_1
dari tadi ke buang-buang waktu.
nyonya Anggara pun segera menuju ruangan yang telah di rekomendasikan oleh putranya,
dasar anak nakal, semalaman gak pulang-pulang bikin semua khawatir, maen lagi dugem lagi heran sama anak jaman sekarang.
di sepanjang perjalanan mulutnya pun tak henti-hentinya komat kamit, merutuki sang putri,
awas kamu kalo ketemu, huuuuhhhh
tak lama kemudian sampailah di kamar 303, si ibupun dengan lihainya membuka pintu kamar tersdbut tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu.
namun alangkah terkejutnya ketika melihat pemandangan sang anak bersama seorang pria di dalam satu ruangan & parahnya lagi satu tempat tidur sementara tanganJesika memeluk dada Erick,
Erick pun juga tidak menyadari dengan pelukan tersebut, rupanya sesaat setelah ia ikut berbaring ia pun ikut terlelap,
Jesika apa yang sedang kalian lakukan di sini, mami semalaman gak bisa tidur gara-gara mikirin kamu sementara kamu malah asik bersenang-senang,
*Jesika & Erick pun terbangun secara bersamaan karena teriakan sang ibu, Erick & jesika pun saling menoleh satu sama lain, benar saja Jesika hanya mengenakan jeans pendek & hanya mengenakan tangtop, tiba-tiba saja Jesika berteriak & menangis histeris di bawah selimut,
namun di sisi lain Erick hanya terdiam tanpa bereaksi seakan-akan tidak terjadi apa-apa,
Hmm,,, teruslah kalian berekting, kalian pikir aku tidak tau apa yang telah kalian rencanakan.
__ADS_1
\*\*\*Bersambung*\*\*\*