
selesai membaca isi surat tersebut Allia pun menangis sejadi-jadinya,
Tak pernah terbayangkan olehnya bahwa kedua orang tua yang selama ini merawat & membesarkannya hingga rela berkorban diasingkan dari negaranya ternyata bukanlah orang tua kandungnya,
mengingat kasih sayang yang mereka berikan dengan sepenuh hati & segenap jiwa, membuat hati Allia semakin terpukul bagai mana tidak di saat seorang Allia yang tak di inginkan kehadirannya, namun masih bisa tumbuh sehat, hidup bahagia & bisa tertawa riang dengan dunia baru yang paman jon & bibi Lorisa berikan.
Ayah, ibu kalian adalah malaikat pelindung sejati ku, kalian dunia ku, kalian hidup ku walau kalian sudah tiada namun hiduplah di hatiku untuk selama-lamanya.
*Tiba-tiba Allia pun melihat sebuah Gitar kesayangan sang ayah, yang selalu iya petik ketika iya bersantai atau menikmati waktu luang,
Allia pun mencoba meraihnya & memetiknya, & menyanyikan sebuah lagu yang amat sangat menyentuh & mengukir kembali kisah-kisah silam sewaktu dia kecil hingga kebersamaan mereka sampai dia menginjak usia dewasa,
kasih sayang yang tak lekang oleh waktu.
π΅πΆπ΅πΆπΌπΌ
kemarin engkau masih ada di sini
bersamaku menikmati rasa ini
berharap semua takkan pernah berakhir
bersamamu
bersamamu
kemarin dunia terlihat sangat indah
dan denganmu merasakan ini semua
melewati Hitam-Putih hidup ini
__ADS_1
bersamamu
bersamamu
kini sendiri di sini
mencari mu tak tahu di mana
s'moga tenang kau di sana
selamanya
Aku s'lalu mengingat mu
Doakan mu setiap malam ku
s'moga tenang kau di sana
selamanya
kini sendiri di sini
mencari mu tak tahu di mana
s'moga tenang kau di sana
selamanya
aku s'lalu mengingat mu
Doakan mu setiap malam ku
__ADS_1
s'moga tenang kau di sana
selamanya.
πΌπΌπΆπΆπ΅π΅
_kemarin by seventen_
Allia pun menangis tersedu-sedu sembari memeluk & mengusap - usap πΈ gitar kesayangan ayahnya*,
Ayah, ibu Allia akan selalu menyayangi & merindukan kalian, tenanglah di alam sana Allia pasti bisa jaga diri baik-baik, trimakasih karna kalian sudah menggantikan kedudukan kedua orang tua ku,
*hari-hari pun telah berlalu Minggu kian Minggu pun terlewati hingga tak terasa tiga bulan pun telah berlalu,
berbekal hasil dari tabungannya & sejumlah uang peninggalan mendiang ayah & ibunya Allia pun membuka usaha kecil-kecilan di pinggir jalan depan rumah ke dua orang tuanya,
karena masih memiliki sedikit halaman yang lumayan cukup untuk membangun sebuah ruko akhirnya Allia berpikir sebaiknya dia mencoba buka usaha di rumah & memutuskan untuk mengundurkan diri dari tempatnya bekerja,
all hasil usahanya lumayan rame di tambah parasnya yang cantik membuat siapapun yang memandangnya akan terpesona,
selain pesonanya Allia juga pandai memasak & membuat berbagai jenis π° kue basah & kering.
namun tak sedikit pula yang tidak menyukainya khususnya untuk ibu-ibu yang memiliki suami hidung belang, yang kadang sengaja mampir beralasan ingin membeli kue ujung-ujungnya hanya merayu & menggoda.
yang akhirnya sampai juga kepada telinga-telinga sang istri, All hasil Allia lah yang selalu di pandang salah,
begitu juga kepada anak-anak muda, tak sedikit yang sering salah paham kepada Allia & menganggap Allia sengaja merayu kekasih orang membuat Allia menjadi takut ingin menjalin suatu hubungan yang serius.
hidup sebatang kara mengharuskan Allia bertahan walau berdiri di tengah-tengah terjangan ombak.
karena terlalu asyik hanyut dalam kesedihan & menjalan kan hidup di kesendiriannya membuat Allia lupa Waktu, kapan terakhir kali dia menstruasi.
__ADS_1
Allia pun merasa sedikit berbeda dengan yang biasanya walau di sudut-sudut kan sekarang menjadi lebih sensitip.
\*\*\*Bersambung*\*\*\*