
Tak terasa sudah satu tahun pun berlalu pernikahan Mita dan Adam mereka semakin mesra tapi sampai saat ini mereka belum di karuniai seorang anak,Dania sendiri pun belum juga menikah tapi hari ini Mita di kejutkan dengan telpon dari orang tua nya yang meminta dia untuk pulang karena malam ini akan ada nya lamaran Dania,Dania juga sudah di terima bekerja di salah satu perusahaan ternama membuat Mita turut bahagia, setelah Adam pulang Mita segera mengajak suami nya untuk mengunjungi rumah orang tua nya karena akan adanya lamaran Dania.
" Selamat ya kak" ucap Mita tulus memeluk sang kakak tapi Dania tetap dengan ekspresi tidak suka nya
"Selamat juga untuk kenaikan pangkat suami mu" ujar Dania yang memang tau kalau Adam sudah naik Jabatan sebagai kepala ruangan dua minggu lalu karena Dania beberapa bulan ini bekerja di perusahaan yang sama dengan Adam
Mita terdiam Adam tidak bercerita sama sekali dengan nya soal kenaikan pangkat memang sudah satu bulan ini Adam terkesan dingin pada nya pikir Mita karena memang Adam sedang banyak pekerjaan
Selesai Acara pernikahan Mita langsung mengajak Adam pulang,dia harus bertanya masalah kenaikan pangkat Adam
" Mas,,kenapa kamu tidak bercerita pada ku kalau kamu sudah naik Jabatan mas" ucap Mita kesal,saat ini mereka sudah sampai di rumah
__ADS_1
" Aku pikir itu hal biasa sayang karena ini urusan kantor,lagi pula kamu tidak kekurangan apapun dari ku" jawab Adam, memang benar sekarang rumah mereka sudah di rombak oleh Adam dan Adam pun sudah membeli satu buah mobil dari kerja keras nya selama ini
Adam selalu mencukupi semua kebutuhan Mita dan tidak memperbolehkan nya untuk bekerja
" Tapi aku malu mas sama Kak Dania dia lebih mengetahui tentang kamu dari pada aku istrimu"
" Sayang tidak usah membesar-besarkan masalah,ini hanya hal biasa lagi pula kan selama ini kamu tidak mengetahui apapun tentang dunia kantor, Dania tau karena memang dia satu divisi dengan ku dan sekarang dia menjadi bawahan ku" jelas Adam membuat Mita terdiam,Adam seperti mengejek diri nya karena dia memang tidak bekerja dan tidak tau menahu tentang dunia kantoran
Mita duduk di ruang tamu mereka,dia merasa kalau saat ini dirinya lebih sensitif saat ini apa karena takut kehilangan Adam karena cinta nya begitu besar pada lelaki ini
****
__ADS_1
Setelah selesai acara resepsi,Dania segera masuk kedalam kamarnya, dia mau menikah dengan Vino karena sudah banyak sekali hujatan di luar sana yang mengatakan nya diri nya perawan tua padahal dia belum tua usianya masih 26 tahun tapi Dania malu karena dia sudah di langkahi oleh Mita.
Vino lelaki yang memiliki wajah tampan itu salah satu yang menjadi daya tarik Dania mau menikah dengan Vino dan Vino memberikan nya mahar sebesar 1 M,Dania tidak mau tau uang dari mana yang jelas dia bisa memamerkan kalau dia di berikan mahar yang besar melebihi Mita yang hanya cincin berlian kecil.
Vino seorang yatim piatu dan yang memberikan mahar tersebut adalah Nenek nya pada keluarga Dirgantara,Nenek nya yang memerintah pernikahan itu terjadi karena dulu nenek Vino memiliki sahabat baik yaitu nenek Dania tapi beliau sudah meninggal jadi nenek Vino meminta pada keluarga Dirgantara untuk menikah kan anak mereka pada Vino, Awal nya papa dan mama Dania tidak tertarik karena tidak mengenal nenek Vino tapi karena mahar yang di berikan nenek Vino cukup besar apalagi anak mereka sudah berumur akhirnya mereka menyetujui nya.
" Kamu tidur di sofa saja,aku belum terbiasa tidur dengan orang asing" ucap Dania karena selama ini Dania memang tidak pernah pacaran menikah dengan Vino pun mendadak jadi dia harus bersosialisasi terlebih dahulu.
Vino mengambil bantal dan dengan wajah datar nya dia berjalan ke sofa,Vino lelaki yang tak banyak bicara, dia juga terpaksa menjalani pernikahan ini karena warisan,Neneknya akan memberikan warisan penuh pada nya jika dia mau menikah dengan perempuan dari keluarga Dirgantara.
Sampai saat ini Dania tidak bisa menebak isi kepala Vino dia terlalu dingin hingga membuat Dania takut pada lelaki tampan itu.
__ADS_1