Ternyata Suamiku CEO

Ternyata Suamiku CEO
pernikahan kedua


__ADS_3

Adam menghampiri Mita yang baru sadar dari pingsannya. Dia duduk di ujung tempat tidur, sebenarnya hatinya bimbang melihat keterpurukan Mita tapi dia juga ingin istri sempurna dan itu semua ada pada Dania menurut Adam, Andai saja Dania mau menjadi istri kedua nya pasti saat ini Mita tidak menjadi mantan istri nya.


"Mas ... kenapa kamu tega melakukan semua ini kepadaku? Apakah aku memang tidak berarti untuk mu? Mita menatap sayu pada Adam, tatapan penuh luka


Adam mengusap wajah nya dia pun bingung harus menjawab apa


"Apakah kamu lupa dengan perjuangan kita selama satu tahun ini mas,aku yang mendampingi mu dari nol?" tanya Mita


Adam mendengus. "Perjuangan Kita?" Dia mencemooh dengan menaikkan salah satu ujung bibirnya. "Selama ini, hanya aku yang berjuang. Aku bekerja keras dari pagi hingga malam. Tidak ada yang kamu lakukan. Kamu hanya enak-enakan diam di rumah sambil menghabiskan uang yang aku hasilkan tanpa memikirkan lelah ku"


Mita menatap nanar suaminya. "Bukankah itu sudah kewajiban kamu? Kamu bekerja mencari nafkah, sedangkan aku mengurus rumah dan kebutuhan kamu. Kalau kamu keberatan, kenapa kamu tidak pernah mengatakannya kepadaku biar aku juga ikut bekerja mas?"


"Mita, Aku tidak butuh istri yang hanya bisa melayaniku di rumah, pembantu bisa melakukan itu. Aku butuh istri yang cantik, cerdas, pintar bergaul dan pastinya bisa aku banggakan saat berkumpul dengan teman-temanku. Kamu tidak bisa menjadi istri yang seperti itu, kamu kurang pergaulan dan penampilanmu juga tidak meyakinkan untuk menjadi istri seorang pejabat sepertiku bahkan aku malu saat orang bertanya tentang anak Mit sedangkan kamu tak bisa memberikan anak untuk ku. Kalau aku membawamu, kamu hanya akan membuatku malu. Berbeda dengan Dania, dia sangat sempurna. Dania wanita luar bisa yang bisa memenuhi kebutuhanku dibandingkan kamu," jelas Adam


Hati Mita sakit mendengar jawaban mantan suaminya. Dia menangis sambil meremas kuat dadanya. Adam benar-benar sudah dibutakan oleh jabatan nya saat ini


"Sudahlah! Jangan cengeng. Terima saja nasibmu yang akan menikah dengan mantan kakak ipar mu yang pemalas itu,lagi pula benar kata Dania kalian cocok sama-sama tidak bekerja mana tau kalian bisa memiliki anak nanti kalau kau tidak mandul"ucap Adam sambil bangkit dari tempat duduknya. "Ohya, kalau nanti suamimu tidak bisa memenuhi kebutuhanmu. Kamu datang saja kepadaku, Aku akan memberikan mu uang dengan imbalan tubuhmu" sambung Adam seraya berlalu sambil tertawa.


Mita melemparkan bantal ke punggung Adam "Brengsek kamu Mas, Kamu kira aku wanita murahan. Dasar brengsek!" umpat Mita dia tak menyangka kalau Adam bisa berkata demikian padanya,tak ada arti dirinya sedikit pun untuk Adam


*****


Keesokan harinya, waktu pernikahan tiba. Mita sengaja di kurung di dalam kamar karena takut akan membuat kekacauan saat pesta ijab qobul berlangsung


Sayup-sayup,Mita mendengar suara ribut-ribut dari luar kamarnya. Dia yakin akad nikahnya akan dimulai. Mita ingin menghentikan pernikahannya, namun pintu kamar di kunci oleh kedua orang tuanya.


"Bukaaa! tolong buka"


Mita berteriak. Dia merasa semua yang terjadi kepadanya tidak adil. Dalam kurun waktu semalam dia menjadi janda. Dan dalam kurun waktu sehari, Dia akan menjadi istri pria lain. Dia akan diperistri oleh mantan kakak iparnya sendiri apakah pernikahan ini sah sedang kan dia masih harus menunggu masa Iddah,lalu bagaimana Dania dan mas Adam

__ADS_1


Duk! Duk! Duk!


Mita menggedor-gedor pintu kamar, berharap seseorang akan datang untuk mengeluarkannya.


"Buka! Aku mohon buka pintunya! Mah, Pah, , Mas Adam ... aku mohon buka pintunya," teriak Mita seraya terisak.


Mita terus berteriak. Namun tidak ada seorangpun yang peduli dengan teriakannya, apalagi membukakan pintu untuknya. Tubuh Mita merosot. Dia mulai putus asa. Mita merutuki kelemahan dirinya dan ketidakberdayaannya saat ini.


"Kenapa kalian melakukan semua ini kepadaku? Apa salahku kepada kalian?" ratap Mita di tengah isakan nya.


Mita duduk sambil memeluk kedua kakinya. Dia menangis seraya menenggelamkan wajahnya, hatinya hancur saat ini


Mita tidak menyangka kalau Adam akan berpikiran picik dan kotor terhadapnya. Padahal, Adam yang selama ini dia kenal adalah pria baik dan tulus. Dia tidak pernah memandang rendah orang lain bahkan Adam sangat menyayangi nya tapi kenapa bisa berubah 180° saat Adam naik Jabatan dan Dania masuk ke kantor nya


Sekarang sikap Adam berubah. Dia menjadi pria angkuh dan juga sombong.Mita pun bingung apa yang sudah terjadi kepada mantan suaminya.


Mita mendengar suara kunci pintu yang sedang dibuka. Dia bangkit dan segera meraih handle pintu. Begitu pintu terbuka, Mita melihat kedua orang tuanya sedang berdiri di depan kamarnya.


"Mah, Pah! aku mohon, jangan paksa aku menikah. Biarlah aku menjadi janda saja,aku belum siap diperistri oleh pria lain," ucap Mita memohon.


"Sudah terlambat. Vino sudah sah menjadi suami kamu," ucap Dania yang datang menggandeng Adam dan Vino dibelakang nya, mereka hanya menikah siri jadi tak perlu banyak proses


Dania terlihat cantik dengan kebaya putih yang dipakainya. Begitupun Adam, dia terlihat tampan dengan setelah jasnya. Mereka memang serasi.


Dania berjalan seraya menggandeng tangan Adam dengan mesra. "Mas Adam dan Vino sudah melakukan ijab kabul. Sekarang, Mas Adam adalah suamiku,milik ku. Dan Vino adalah suamimu,milik mu" ucap Dania dengan bangga.


Hati Mita sakit mendengar perkataan kakaknya. Dia pun cemburu, melihat kemesraan yang Dania dan Adam tunjukan. Walau Adam sudah melukai hatinya, namun rasa cinta Mita untuknya masih tetap ada,Mita sendiri tidak tau apakah rasa ini bisa hilang atau tidak


Tapi bagi Mita tidak mungkin, melenyapkan rasa cinta dan sayang yang sudah tumbuh selama bertahun-tahun dari mereka pacaran sampa menikah hanya dalam waktu semalam saja. Sekarang, rasanya Mita ingin mati. Suami yang dicintainya sudah menikahi wanita lain. ingin rasa nya menenggelamkan dirinya di dalam sungai yang dalam agar dia tak kembali lagi melihat kemesraan suami dan kakak nya ini

__ADS_1


"Dania benar, Sekarang Vino adalah suamimu. Walaupun kamu tidak menyaksikan langsung Vino mengucapkan kabul. Tapi pernikahan kalian sudah terlaksana" ucap Bayu seraya mendekatkan Vino kepada Mita"Sekarang, cium tangan suami barumu," pintanya.


"Kalian semua egois! Kenapa kalian tega melakukan semua ini kepadaku? Aku juga berhak menentukan pilihan hidupku. Kalian kejam"


Mita menangis, tubuhnya merosot ke atas lantai. Mita menuangkan air matanya yang sudah tidak tertahankan lagi sedang kan Dania menatap sinis adiknya. Tidak ada sedikitpun rasa bersalah dalam hatinya. Dania justru senang, karena akhirnya berhasil menikah dengan pria idamannya,Dania mencintai Adam. Dia sangat mengaguminya. Dania dan Adam bekerja di kantor yang sama, tak jarang mereka menghabiskan waktu berdua saat bekerja. Dari sanalah, perasaan cinta Dania muncul dan berkembang apalagi saat Adam naik jabatan membuat Dania iri pada kehidupan Mita lalu dia gencar mendekati Adam. Dia ingin menjadikan Adam sebagai suaminya dengan berpenampilan seperti yang Adam suka.


Bayu menatap iba putri nya. Hati nya terenyuh melihat keadaan Mita,Namun lagi-lagi dia tak bisa berbuat apa-apa karena janji nya pada Murti,Bayu seolah tuli dan buta melihat jerit tangis Mita


Murti membantu Mita bangkit. Dia menopang tubuh putrinya. "Kamu jangan cengeng seperti ini. Jangan membuat kami malu. Ayo, cium tangan suamimu sekarang!" Murti mengulurkan tangan Mita dan menyatukannya dengan tangan Vino


Dalam hati Murti bahagia karena bisa menyiksa Mita, membuat Mita merasa kan rasa sakit hati nya dulu saat ibu Mita merebut suaminya


Mita menatap wajah pria yang sekarang sudah sah menjadi suaminya. Wajah Vino datar, tidak memperlihatkan ekspresi apapun.Mita tidak bisa menebak apa yang sedang suaminya rasakan.


Murti menarik tangan Vino, lalu mendekatkan punggung tangannya ke bibir putrinya. Dia memaksa Mita mencium tangan suaminya.


Walau Air mata Mita mengenai tangan Vino wajah Vino tetap saja datar. Tidak berubah sedikit pun. Vino seakan tidak peduli dengan tangis istrinya dan Vino juga tak perduli dengan apa yang di lakukan keluarga ini,yang Vino tau dia menikah selama enam bulan dan mendapatkan warisan nya lalu segera menyusul Karen kekasih nya.


Dania menepuk pundak adiknya. Lalu menatap Mita dan Vino secara bergantian. "Sebagai Kakak yang baik, aku mengucapkan selamat atas pernikahan kalian. Semoga kalian bahagia dan pernikahan kalian langgeng,jangan bertengkar karena permasalahan uang karena kamu sudah tau pria di samping mu ini pengangguran"ejek Dania


Hati Mita hancur,kakinya lemas. Hampir saja Mita terjengkang ke belakang. Namun, tangan Vino menopang tubuhnya. Mau tidak mau, Mita pun berpegang pada pria yang kini sudah sah menjadi suaminya.


"Ohya ... Aku sudah menyuruh pembantu rumah ini untuk mengepak semua barang mu dari rumah Mas Adam. Nanti siang akan ada orang yang mengantarnya ke sini," ucap Dania "Aku tidak mau ada satupun barangmu yang tertinggal disana. Karena sekarang, rumah itu bukan rumahmu tapi sekarang aku yang menjadi nyonya nya," tegasnya.


Dania berbalik. Dia tersenyum manis kepada suaminya. "Ayo, Mas. Kita istirahat di kamar ini nanti malam adalah malam pengantin kita" ajaknya.Adam mengangguk dan menggandeng mesra bahu istri barunya. Mereka pun pergi meninggalkan Mita yang berdiri kaku


"Kalian juga, beristirahatlah!" ucap Bayu. Dia dan Istrinya pun pergi meninggalkan Mita dan Vino


Mita menatap sendu punggung kedua orangnya. Tidak ada satu pun dari mereka yang mengerti perasaannya ataupun memihak kepadanya. Tanpa sadar, Mita membalikkan badannya. Dia menenggelamkan wajahnya ke dada Vino. Mita menangis dalam pelukan suami barunya.

__ADS_1


__ADS_2