Ternyata Suamiku CEO

Ternyata Suamiku CEO
pergi


__ADS_3

Mita sayup-sayup mendengar suara gelak tawa dari luar kamarnya dia tau itu suara Dania dan mama nya mungkin mereka sedang membicarakan sesuatu yang menurut mereka mengasikkan atau mungkin sedang menertawakan diri nya yang malang ini


" Ayo ajak suamimu makan dulu,Mita sudah masak untuk kalian" ujar Mama Dania,Adam yang mendengar kalau Mita yang masak segera berdiri, beberapa hari tidak mencicipi masakan Mita membuat nya rindu


Mereka segera berjalan kearah meja makan bahkan Vino pun ikut makan berbeda dengan Mita yang hanya mengurung diri di kamar


" Jadi kapan rencana liburan bulan madu kalian?" tanya Murti saat mereka sudah bersiap untuk makan


" Minggu depan ma,kami mengambil cuti tahunan,agar bisa liburan sedikit lama,Mas Adam harus menyelesaikan pekerjaan nya terlebih dahulu,aku pun begitu masih banyak pekerjaan yang harus kami selesai.Mama tau sendiri kan suamiku ini Jabatan nya cukup tinggi di ruangan jadi banyak pekerjaan yang harus dia selesai kan dulu, nggak kaya yang di sana" Sindir Dania pada Vino tapi Vino tetap dengan wajah datar nya tak ambil pusing bahkan dia terus makan


" Huek....." Dania mengeluarkan kembali sayur yang dia makan


" Ma,, masakan apa ini asin sekali" ujar Dania menarik air putih dan meminumnya hingga tandas


Vino terus saja makan tanpa memperdulikan keributan yang terjadi di depan nya kebetulan dia tidak menyukai sayur jadi dia tak mencicipinya


Bu Murti pun mencicipi nya dan memuntahkan nya juga seperti Dania,memang benar sayur yang di buat Mita sangat asin mungkin bisa jadi dia memasukkan satu bungkus garam saat memasak tadi


" Mita......Mita.....anak kurang ajar" pekik buk Murti


Mita keluar dari kamar nya, wajah lelah nya terlihat jelas dan mata nya membengkak mungkin karena terus menangis

__ADS_1


" Sayur apa yang kau masak ini,kau mau meracuni kami semua biar mati dan kau yang menguasai harta kami" pekik bu Murti marah sedangkan Mita hanya diam saja


" Kau makan sayur ini sampai habis" bentak bu Murti,ingin sekali Adam menghentikan tangan Bu Murti yang sudah menarik Mita untuk memakan sayur asin itu tapi tangan nya di cengkram oleh Dania


" Makan....!!!!" bentak Bu Murti lagi


Mita menitikkan air mata tidak ada yang benar apapun yang di lakukan nya di rumah ini sedang kan Diandra tersenyum sinis melihat perlakuan ibunya pada Mita


" Jika tidak kau makan silahkan kau bereskan pakaian mu, keluar dari rumah ini"


Mita memegang sendok dan hendak mencicipi sayur nya dengan tangan bergetar tapi Vino dengan cepat menghalangi tangan Mita dan menarik nya masuk kedalam kamar


" Kau mau mati!" ucap Vino saat menutup pintu kamar mereka


" Mana ada orang makan sayur mati" jawab Mita


" Mungkin saja Dania sengaja memasukkan racun agar kau bisa memakan nya"tuduh Vino


" Jangan bicara sembarangan, bagaimana pun dia keluarga ku tak mungkin membunuh ku"


"Mungkin saja, menyiksamu perlahan saja mereka mampu apalagi menghabisi nyawa mu yang tak berarti ini" jawab Vino membuat Mita berpikir sejenak benar yang di katakan Vino,lalu bagaimana selanjutnya apa dia harus pergi dari rumah ini

__ADS_1


Mita segera menyusun semua pakaian nya


" Kau mau kemana?"


" Pergi,jika kau masih mau tinggal di rumah ini silahkan! aku tak mau mati konyol" ucap Mita terus menyusun beberapa pakaian dan mencari ijazah nya


" Aku ikut" pinta Vino membuat Mita terdiam dia pikir Vino akan terus menjadi benalu di rumah ini tanpa berani mengambil keputusan


" Kau istriku,kemana pun kau pergi aku ikut" tegas Vino membuat Mita menganggukkan kepalanya


" Kemasi pakaian mu"ucap Mita pelan


****


" Selera makan ku hilang mas,kita makan di luar saja" rengek Dania


" Mama ikut,di rumah ini membuat kepala mama ingin pecah melihat wajah nya" ucap Bu Murti kesal


Mau tak mau pak Bayu juga ikut, mereka segera pergi untuk makan di luar.


Mita dan Vino segera meninggalkan rumah saat semua keluarga mereka pergi, ntah kemana tujuan mereka saat ini yang jelas Mita ingin keluar dari rumah orang tua nya ini

__ADS_1


__ADS_2