
Dua bulan berlalu rumah tangga Mita mulai di goncang Praha karena Adam mulai mempertanyakan soal anak pada nya. Sebenarnya Mita sendiri sudah sangat menginginkan kehadiran anak tapi ntah kenapa tuhan belum mempercayai nya untuk dititipkan seorang anak
" Mas... kenapa pulang malam?" tanya Mita saat membuka kan pintu untuk Adam yang terlihat kusut
" Banyak kerjaan" jawab Adam dingin,dia terlihat tidak suka menatap Mita yang mengenakan daster terlihat lusuh di mata Adam,Mita tidak seperti wanita yang kebanyakan dia lihat di luar berpenampilan segar dan menarik
" Makan dulu mas" tawar Mita
" Kenyang" jawab Adam berlalu masuk kedalam kamar mereka
Adam membuka baju nya dan segera masuk kekamar mandi,Mita menyusul kedalam sudah lama sekali mereka tidak melakukan ritual suami istri dengan alasan Adam lelah karena banyak nya pekerjaan,Mita memungut pakaian Adam yang tercecer di lantai saat hendak memasukan ke dalam keranjang kain kotor Mita melihat noda lipstik di pakaian suaminya ini
" Mas ini apa?" tanya Mita dengan nada emosi saat Adam keluar dari kamar mandi
" Apa?" tanya Adam tak kalah membentak Mita
__ADS_1
" Ini....noda apa ini mas?" tanya Mita, matanya sudah berkaca-kaca membuat Adam sedikit kasihan
" Itu hanya noda saos, tadi saat makan terkena,jangan pikir yang macam-macam suami mu ini mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan mu" tegas Adam yang tidak suka Mita menuduhnya sembarangan
Adam mengusap rambut nya yang masih basah dan segera memakai pakaian lalu tidur,Mita memandangi wajah Adam apa dia tidak menginginkan nya,Mita wanita normal yang butuh belaian dan kasih sayang tapi suaminya malah mendiamkan nya
****
" Bangun....kerja...!!! jangan tidur-tiduran terus kau seperti benalu di rumah ini" ketus Dania membangun kan Vino dia kesal karena tiap hari Vino hanya baring-baring di kamar dengan ponselnya sedang kan uang tidak sama sekali di berikan nya alasan Vino semua uang pemberian nenek nya sudah di jadikan mahar, memang benar saat ini Vino tidak memilih uang karena nenek nya meminta Vino memimpin perusahaan pusat yang saat ini di kelola oleh sepupu Vino tapi Vino tidak mau dia ingin memimpin perusahaan papa nya yang ada di Surabaya karena di sana ada kekasih nya,nenek Vino tidak menyetujui hubungan Vino dan kekasih nya karena perempuan itu hanya ingin uang Vino tapi menurut Vino apa bedanya dengan Dania yang juga matre dan kasar
" Kamu ini tidak ubah nya seperti parasit yang menempel dan menyusahkan" ketus Murti ibu Dania
" Saya pikir kamu dulu orang kaya ternyata saya salah hanya tampang kamu saja yang menarik isi dompet mu nol bahkan pemalas" ketus Murti lagi
Beberapa bulan ini menjadi menantu di rumah Dirgantara membuat Vino tau sifat masing-masing pemilik nya tapi Vino tak ambil pusing dia terus saja makan tanpa mau menjawab ucapan mertua nya ini
__ADS_1
" Aku berangkat ma,pa" pamit Dania lalu pergi tanpa menoleh pada Vino dia terlalu muak melihat wajah Vino meskipun tampan tapi tak memiliki uang sama juga bohong
Sepeninggal Dania,Vino pun pergi menemui nenek nya dia lelah menjadi bahan cacian keluarga mertua nya
" Nek,aku ingin bercerai" pinta Vino
" Vin, baru saja dua bulan kamu bersama Dania kamu sudah ingin bercerai apa kamu mau kembali pada Karen perempuan matre itu" bentak nenek Vino
" Aku tak mencintai Dania nek lagi pula aku tak menyukai semua yang ada di rumah itu"keluh Vino
" Kamu harus tetap bertahan pada keturunan Dirgantara Vin karena nenek sudah memiliki janji,janji pada orang yang sudah meninggal harus di tepati...nenek mohon kali ini saja,nenek akan memberi kan warisan pada mu kalau kamu bisa bertahan menikah dengan Dania enam bulan ini semua perusahaan milik mu kecuali di Surabaya nenek tidak mau kamu kembali ke sana" tegas Nenek Vino, sebenarnya Vino hanya mengincar satu warisan saja yaitu perusahaan di Surabaya tapi nenek nya kekeh meminta Vino stay di Jakarta agar bisa mendekatkan dia dan Dania karena lama kelamaan cinta itu akan tumbuh dengan sendirinya
Vino menarik nafas kasar, untuk uang memang nenek nya membatasi Vino takut Vino memberikan pada Karen dan Vino hanya di berikan uang satu juta perbulan sampai enam bulan ini membuat Vino sama sekali tak mau mengganggu uang itu,Vino ingin uang nya utuh selama enam bulan ini dan bisa berangkat ke Surabaya bertemu Karen kembali meskipun belum bisa menikah tapi Vino akan menjalani pernikahan enam bulan ini sesuai permintaan nenek nya setelah pengalihan harta Vino dapatkan dia akan menikahi Karen,Vino sudah seperti cinta mati pada Karen
Sebenarnya Vino bisa saja masuk ke kantor pusat dan memimpin di sana tapi isi otak Vino masih di penuhi Karen membuat nya enggan bekerja
__ADS_1