
"Berikan suamimu untuk Dania dan ambil Vino untukmu." ucap Ibu Mita
Bagai disambar petir. Mita terhenyak mendengar perkataan ibunya. Tidak ada angin tidak ada hujan, tiba-tiba saja ibu nya Murti Dirgantara meminta Mita untuk menyerahkan Adam suaminya, kepada Dania kakak kandung Mita
"ma... mama sadar dengan apa yang mama katakan? mama meminta aku memberikan suami ku kepada kakak ku sendiri?" tanya Mita tidak percaya.
Mita menatap mamanya tanpa ekspresi. "mama sadar. Kamu dan Dania akan bertukar suami. Besok, papa yang akan panggilkan penghulu untuk pernikahan kalian. Adam akan menikahi Dania dan Vino akan menikahi kamu."
"Ma! Suami bukan barang mainan. Mana bisa ditukar-tukar seenaknya" pekik Mita emosi dengan wajah berlinang air mata.
"Justru karena mereka bukan barang mainan, mama ingin kalian bertukar pasangan. mama tidak mau Dania mempunyai suami pengangguran dan tidak berguna seperti Vino. Lagi pula, Adam juga sudah setuju dengan saran kami dia juga mencintai Dania" tutur Murti
Mita menatap suaminya. "Apa benar yang dikatakan mama, Mas?"
" Tolong jelaskan semua ini,Mas!" pinta Mita sambil menatap tajam Adam yang terdiam
"Maaf kan aku Mita, Ya semua itu benar. Aku setuju untuk menukar kamu dengan Dania. Kamu memang istri sempurna Mit, kamu selalu menyediakan kebutuhanku. Tapi aku juga butuh istri yang bisa aku pamerkan. Apalagi, aku sudah naik jabatan. Aku ingin mempunyai istri yang berkarir, bukan ibu rumah tangga yang hanya bisa mengurusi dapur sepertimu, yang setiap aku pulang hanya bau dapur yang tercium dari aroma tubuh mu,Aku juga butuh anak Mit sedang kan kamu sampai saat ini tidak bisa hamil"jawab Adam tanpa memikirkan perasaan istrinya sedikitpun.
Mita menggelengkan kepalanya tidak percaya. hancur hati Mita sehancur-hancurnya mendengar perkataan suaminya. Benar kata orang, kesetiaan seorang istri diuji ketika suaminya tidak memiliki apa-apa. Sedangkan kesetiaan suami diuji saat dia memiliki segala,Adam rela menukar kan istri hanya untuk barang pameran,dia juga bisa tampil cantik jika Adam memberikan nya banyak uang tapi sejak Adam merombak rumah dan membeli mobil uang bulanan Mita di kurangi dengan alasan untuk kebutuhan lain nya
Mita ingat betul dia yang mendampingi Adam saat belum punya apa-apa,Mita rela mencuci pakaian dengan tangan nya saat belum mampu beli mesin cuci,Mita rela panas-panasan saat Adam belum mampu beli mobil. Berapa pun uang bulanan yang Adam berikan, Mita selalu terima tanpa keluh. Setiap ada keperluan yang kurang, Mita selalu mengesampingkan kebutuhannya demi memenuhi keperluan rumah tangganya,tidak ada lagi yang kurang dari diri nya dan kini saat Adam naik jabatan malah ingin bertukar posisi dengan kakak nya. Hanya karena Mita bukan wanita karir seperti kakaknya. Sungguh Adam lelaki yang kejam. Dia kira istrinya barang yang bisa ditukar-tukar.
"Apa kamu yakin Dania akan memberikan mu keturunan" ucap Mita membuat semua orang terdiam
" Ya,,aku yakin karena kami sudah mengeceknya terlebih dahulu ke dokter" Jawab Adam
__ADS_1
Deg
Berarti Putri tidak salah kalau dia memang melihat Adam dengan perempuan di rumah sakit,sudah sampai sejauh ini persiapan mereka, benar-benar pengkhianat keji batin Mita
Mita menatap ayah nya meminta pembelaan. "pah ... Tolong Mita. Bagaimana bisa aku menyerahkan suami ku untuk Dania pa? Sudah satu tahun tahun kami menikah, papa tau sendiri aku hanya mencintai Mas Adam, tidak ada lelaki lain pah," mohon Mita terisak.
Bayu memalingkan wajahnya dari Mita. "Kamu turuti saja permintaan mama mu. Kamu mungkin masih mencintai Adam tapi tidak untuk Adam dia lebih memilih Dania kakak mu. Mereka akan menjadi pasangan yang sempurna jika disandingkan kan."
Mita tercengang. Dia tidak habis dengan perkataan papanya. Mita berharap, papanya akan memberikan pembelaan untuk dirinya Tapi yang dia dapat malah sebaliknya, Bayu justru mendukung permintaan tidak masuk akal suaminya.
Selama ini, orang tua Mita memang selalu pilih kasih. Diandra adalah anak yang selalu mereka banggakan, sedangkan Mita adalah anak yang selalu mereka hina kan. Mereka selalu membandingkan keduanya.
Sebenarnya Mita bukan anak kandung Murti ,Mita adalah anak dari istri muda suaminya,Bayu menikah lagi tanpa sepengetahuan Murti dan istri nya meninggal saat melahirkan Mita untuk itu Bayu membawa Mita pada Murti dia meminta Murti untuk mau merawat Mita,Murti menyanggupi nya dengan Syarat Bayu tak boleh ikut campur dengan apapun yang akan dia perbuat pada Mita, Murti ingin membalas semua rasa sakit hati nya pada ibu Mita melalui Mita untuk itu Murti selalu berlaku tidak adil kepada Mita tanpa bisa di cegah oleh Bayu karena dia sudah merasa bersalah pada Murti dulu.
Murti menatap putrinya. "Kesalahan kamu banyak, Mita. Kamu salah karena kamu tidak bisa seperti Diandra. Dia sempurna. Wajahnya, tubuhnya, kepintarannya, dan karirnya. Dia bisa menghidupi kami dengan penghasilannya. Tidak seperti kamu yang hanya bisa menyusahkan kami,kamu tau kesalahan terbesar yang pernah kamu perbuat...!!."ujar Murti
" Ma,,,sudah lah... sekarang papa sudah memutuskan mereka bertukar suami" potong Bayu, sebenarnya dia tidak tega tapi ini lah janji nya pada Murti dulu
Hati Mita kembali hancur. lagi-lagi ibunya membandingkan dirinya dan kakaknya. Ibunya memang selalu membandingkan kedua putrinya. Dia selalu membanggakan Dania dan memandang rendah Mita.
Murti juga selalu membedakan mereka, dia memberikan yang terbaik untuk Dania dan memberikan sisa untuk Mita. Bahkan dalam pendidikan pun mereka pilih kasih. Dania diberi biaya untuk berkuliah di universitas ternama. Sedangkan Mita diminta untuk membiayai kuliahnya sendiri untung saja Mita bisa mendapatkan beasiswa sehingga kuliahnya selesai dan tidak di pungkiri nya kalau Adam juga banyak membantu Kuliah nya dulu.
Mita sakit hati dengan sikap kedua orang tuanya.Ini lah salah satu alasan Mita ingin pergi dari rumah nya dia ingin menghindar dari keluarga yang tidak menyayanginya. Namun, sekarang malah suaminya berpihak kepada keluarganya bahkan mencampakkan nya.
Dania tersenyum sinis. "Sudahlah, Mit! Tidak perlu diperdebatkan lagi,Mas Adam juga sudah setuju,bahkan dia sudah muak padamu! orang tua kita juga sudah setuju. Kamu sepakati saja keinginan kami. Lagi pula, kamu dan Vino itu memang cocok. Kalian sama-sama pengangguran dan tidak punya kerjaan pasti hidup kalian akan sama-sama melarat,jika butuh 100 atau 200 ribu perbulan akan kami sedekah kan nantinya"ucap Dania sambil tertawa kecil
__ADS_1
"Ada apa ini? Kenapa kalian membawa-bawa namaku dalam keributan kalian?" tanya Vino yang baru saja memasuki rumah. Dia duduk di sofa samping istrinya.
Mita mendengus seraya menatap suaminya jengah "Baguslah kamu disini. Sekarang kita semua sudah berkumpul. Lebih baik, kamu segera ceraikan aku," pinta Dania kepada suaminya. Lalu Dania menatap Adam. "Dan kamu Mas, segera ceraikan Mita urus segera perceraian kalian"
"Dania, cukup! Jangan berkata lagi. Aku tidak mau mendengar permintaan konyol kalian." Mita menangis sambil menggelengkan kepalanya. Dia juga menutup telinga dengan kedua tangannya.
Dania bangkit dari tempat duduknya, dia menghampiri Mita yang sedang menangis. Dania menjauhkan tangan Mita dari telinganya. "Mas ... cepat talak Dia!"
Adam ragu, masih ada perasaan cinta dihatinya untuk Mita, sebenarnya Adam sudah bernegosiasi dengan Dania meminta nya jadi istri ke dua tanpa menceraikan Mita bagaimana pun juga Mita adalah perempuan pertama yang mengisi hari-hari nya selama ini, beberapa tahun pacaran dan menikah Mita selalu menurut tapi Adam juga butuh wanita yang bisa di bawa kemana-mana yaitu Dania karena Mita tak sepintar Dania pikir Adam. Dania lebih sempurna "Disaksikan keluarga mu ,Mita Larasati aku talak kamu. Sekarang, kita bukan suami istri lagi."
Diandra tersenyum puas, lalu melepaskan tangan Mita
Tubuh Mita merosot. Dia terduduk lemas di atas lantai. Mita memukul-mukul dadanya yang sesak karena rasa sakit. Miya menangis sejadi-jadinya. Suami yang telah didampinginya selama dua tahun ini,suami yang dia anggap setia dan suami yang dia pikir akan menghabiskan masa tua bersama nya, dengan teganya mengucapkan kata talak kepadanya dalam keadaan Sadar
Dania berbalik, dia menatap suaminya. "Aku harap kamu tidak keberatan menikahi adikku Vin? Bukankah yang terpenting nenek mu hanya menginginkan cucu dari nenek ku,jadi Mita juga bisa mendampingi mu untuk sama-sama hidup susah"
Vino tersenyum tipis. "Tentu saja. Aku tidak peduli siapa istriku, yang penting aku mendapat warisan nenek," jawab Aditya santai
Mita menatap nanar kakak iparnya. Dia merasa, semua orang di keluarganya sudah hilang akal. Tidak ada satu pun diantara mereka yang waras.
"Talak aku sekarang juga!" pinta Dania tanpa ragu.
Vino menatap tajam Dania " Dania Dirgantara aku talak kamu. Sekarang, kita bukan suami istri lagi."
Mendengar kata-kata kakak iparnya, pandangan Mita menggelap, tubuhnya roboh dan kesadarannya menghilang. Mita pingsan dia tak mengerti permainan apa yang sedang di mainkan keluarga nya saat ini.
__ADS_1