Ternyata Suamiku CEO

Ternyata Suamiku CEO
Jengkel


__ADS_3

" Kamu tak menyukai pernikahan ini?" tanya Vino masih dengan wajah datar nya,Vino ini lelaki yang nyaris tanpa ekspresi membuat siapa saja sulit menebak isi kepala nya


" Kalau aku boleh jujur aku tak bisa menerima pernikahan ini" Jawab Mita pelan


" Lalu apa yang kamu ingin kan? bercerai?" tanya Vino lagi


" Ck,,,baru kemarin malam aku menjadi janda dan pagi ini apakah harus menjadi janda lagi, malang sekali nasib ku dalam sekejap harus menjadi janda dua kali"


" Bukan nya kamu tak bisa menerima pernikahan ini!"


" Tidak menerima bukan berarti mau menjadi Janda" jawab Mita sedikit ketus


Vino terdiam melihat Mita,dia tak perduli dengan semua ini yang dia tau enam bulan kedepan mereka harus segera bercerai lalu dia pergi ke Surabaya


" Ini semua titipan Adam untuk mu" ujar Murti memberikan satu buah koper pada Mita

__ADS_1


" Kenapa hanya ini ma, barang-barang ku masih banyak di rumah mas Adam bagaimana bisa hanya satu koper, Perhiasan ku mana?" ujar Mita tak terima


" Barang yang bisa di pakai oleh Dania,Dia yang minta, untuk perhiasan semua milik Dania"


" Mana bisa begitu, aku membelinya sendiri ma" ucap Mita emosi


" Uang nya dari mana?? Dari Adam bukan! atau kamu bekerja? jadi apa? pembantu atau melacur!"


" Ma! jaga ucapan mama,hanya suami ku yang bisa menyentuh ku ma" tekan Mita berusaha menahan air mata nya agar tidak tumpah


Mita tak habis pikir ada seorang ibu yang tega menuduh anak nya melacur di saat dia punya suami sah


" Anak kurang ajar,dia kakak mu tidak sepantasnya kau berbicara demikian" kesal Murti


" Lebih tidak pantas perbuatan nya merebut suami adik nya sendiri" tekan Mita,kali ini hilang sudah hormat nya pada perempuan yang dia pikir ibu kandung nya ini

__ADS_1


" Jika kau tak suka kau boleh keluar dari rumah ini, sekalian bawa suami pemalas mu itu" bentak Murti lalu pergi meninggalkan Mita


Mita menutup pintu kamar nya kuat,lagi-lagi dia menangis, ntah apa yang harus dia perbuat saat ini. Ingin sekali dia keluar dari rumah ini tapi bagaimana Vino,Vino adalah suaminya untuk dirinya Mita akan berusaha sebisa mungkin apalagi dia masih punya ijazah dan sedikit uang simpanan dia bisa menyambung hidup menjelang dapat pekerjaan tapi Vino bagaimana? dia hanya selalu menghabiskan waktu nya dengan ponsel nya saja tanpa mau tau dia dapat makan dari mana karena itu yang selama ini di keluh kan mama Mita


Mita berusaha mencoba betah kembali lagi ke rumah yang sudah seperti neraka ini tapi tekad Mita dia harus mencari pekerjaan lain agar bisa segera pergi.


****


" Segera siapkan makan siang nya karena Dania dan Adam akan makan siang di sini" ujar Murti pada Mita yang sedang sarapan di dapur


" Kenapa harus aku ma,di rumah ini ada pembantu" jawab Mita tidak suka


" Bik Asih sudah pindah ke rumah Dania karena tidak ada yang bantu-bantu di sana,Dania sibuk bekerja begitu juga Adam sedangkan kamu hanya ongkang-ongkang kaki di rumah,kamu dan Vino makan gratis di rumah ini jadi sebagai pembayar nya kamu yang harus beres-beres di rumah ini" ucap Murti


Mau tak mau Mita menuruti semua ucapan mama nya ini karena memang benar Vino tak pernah memberikan uang untuk dia maupun mama nya.

__ADS_1


Mita memulai masak dengan perasaan jengkel, dulu dia sangat bahagia jika memasak untuk Adam karena status Adam sebagai suaminya tapi kini berbeda Adam sebagai suami kakaknya tak ada lagi perasaan bahagia di dirinya.


Semua masakan sudah tersaji di meja makan Mita segera masuk ke dalam kamar dia terlalu muak melihat wajah Adam dan Dania nanti.


__ADS_2