
semuanya sampai di depan pintu gudang bawah tanah dan kepala pelayan Alex membukanya
pintu pun terbuka, terlihat Airin yang berantakan
perban yang menutupi lukanya semalam kini terlepas dan lukanya mengeluarkan darah
"Airin ..."Leo terkejut melihat Airin
Leo dengan sontak mendatangi Airin dan langsung menggendongnya membawanya ke kamar
Luvi,Lusi,Riris dan felix mengikuti Leo
.....
di baringkan Airin ke ranjang
Airin membuka matanya perlahan dan dia melihat Leo
"kak Leo"ucap Airin dengan suara kecil tapi Masi bisa di dengar oleh Leo
"Airin kenapa .... kamu jadi begini "ucap Leo yang tampak khawatir
"a...aku t...tidak apa-apa kak Leo ,a...aku istirahat s...sebentar juga b...bakal sembuh kok"ucap Airin dengan memperlihatkan senyuman tipisnya
"Leo,mari kita keluar biar Airin bisa di obati dan beristirahat"ucap Felix
Felix dan Leo keluar dan langsung di ruang tamu
Leo duduk di sofa dan Felix duduk di samping leo
"Leo,kau tidak seperti biasanya"ucap Felix
"seperti biasanya ! maksudmu apa Felix "ucap Leo
__ADS_1
"iya,seharusnya yang paling khawatir itu adalah kami tapi..... kau yang paling khawatir di antara kami saat melihat Airin "ucap Felix
"hmmmm ........ aku khawatir karena aku sudah menganggap Airin seperti adik ku"ucap Leo
"oh,apakah Airin terlihat seperti adikmu yang meninggal saat misi ,kayaknya tidak deh"ucap Felix sambil berfikir
"Felix aku ke atas dulu "ucap Leo yang langsung pergi dan terlihat mukanya yang tampak suram
felix berpikir sejenak kenapa tiba-tiba Leo langsung pergi dan mukanya berubah
"apakah Leo belum melepaskan adiknya leorah ,kan sudah 5 tahun adiknya meninggal"ucap Felix
"huum(menghela napas),mending aku membereskan barang-barang ku dan langsung ke rumah utama (nyonya dan tuan ) di inggris"ucap Felix dan langsung beranjak dari sofa ke kamarnya
.....
Felix membawa kopernya dan akan pergi tetapi tiba-tiba Lusi menghentikannya
"Felix kau mau kemana"ucap Lusi
"secepat itukah"
"mau bagaimana lagi,tuan muda Klary memerintahkan ku kembali ke rumah utama"
"hmmm,tapi ...."
"sudahlah ,aku percayakan tuan muda Klary dan nona Airin kepadamu "
Felix pun pergi baru beberapa langka Felix terhenti dan berbalik
"Lusi jangan beri tau Leo kalau nona Airin dan tuan muda Klary sudah menikah kalau tidak tuan muda Klary akan marah kepada Airin lagi "ucap Felix dan langsung pergi
"baiklah aku akan mengingatnya "ucap Lusi
__ADS_1
tapi ucapnya Felix tidak sengaja di dengar oleh Leo
"aku kira Airin itu pelayan baru yang di rekrut oleh tuan muda Klary sendiri ,ternyata Airin itu istrinya tapi kenapa dia memperlakukan Airin dengan kejam dan dimana Anata yang muka sok polos tapi munafik itu .aku sangat membencinya"ucap Leo dalam hati
#Malam pun Tiba
Klary pulang dan di sambut oleh tiga pelayannya
memasuki rumahnya bagaikan istana
" ,buatkan aku kopi"ucap Klary
"baik "ucap Lusi
biasanya yang membuat kopi adalah adalah Felix tetapi Felix sudah kembali ke rumah utama
Klary ke kamarnya dan membersihkan dirinya,sesudah dia membersikan dirinya dan dia langsung ke ruang kerjanya
Klary duduk di ruang kerjanya dan melihat Anata dia teringat kematiannya dan mulai Klary mulai mengepalkan tanganya
tok ... ,tok... ,tok...
"masuk"
terlihat Lusi yang membawa secangkir kopi
"kenapa kau yang membawa kopi itu "ucap Klary
"tapi tuan muda Klary ,tadi tuan muda meminta saya yang membuatkan kopi "ucap Lusi
"buat ulang dan yang membawanya kesini adalah Airin"ucap Klary
"tapi ... Airin sedang sakit tuan muda"
__ADS_1
"saya ingin Airin "ucap Klary menekan kata-katanya dan menatap Lusi dengan tajam
"baik tuan muda"ucap Lusi dan langsung pergi