Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin

Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin
episode 8


__ADS_3

Airin di gendong oleh Leo membawanya ke kamar


"Airin,kamu kenapa kok terluka"ucap Riris khawatir


"aku nggak tau juga,tadi aku lihat paman felix dan Airin dari luar dia sudah seperti ini"


"tadi aku tidak sengaja lewat ke dapur aku lihat dia di dorong oleh tuan Klary"ucap luvi


"ha,kejam sekali Tuan Klary"ucap Leo


"apakah kamu sudah lupa Leo ,Tuan Klary itukan memang kejam"ucap Lusi


"oh,iya ya ,aku lupa"


"tapi kan ,Tuan Klary tidak boleh kasar pada wanita"ucap Riris


"mh,Tuan Klary itu tidak pandang bulu wanita dan pria sama saja,beda sekali dengan adiknya"ucap Lusi


"sudah berdebat ya tentang Tuan Klary ,mending cari kotak P3K"ucap Luvi yang malas untuk mendengar bacot Lusi dan Riris


Riris ,Leo,dan Lusi terdiam


luvi melihat Riris,Leo dan Lusi terdiam"apa"


"Luvi,kok kamu kayak Felix ya lama-lama"ucap Leo


"apa kamu bilang "ucap Luvi yang mulai marah


"tidak...,ti-tidak sama kok "ucap Leo yang mulai takut karena kalau Luvi marah lebih seram dari macan


"kamu cari kotak P3K, kamu ingin Airin mati baru kamu mencarinya haaaa...."ucap Luvi sambil menekan kata-tanya


"tidak,aku akan cari"ucap Leo


Leo langsung mencari nya

__ADS_1


"Luvi ini aku mendapatkannya "ucap Leo sambil memberikan kotak P3K


"Riris bukalah bajunya dia mendapatkan luka bakar juga tadi di belakangnya"ucap luvi


"ha,buka bajunya tapi..."ucap Riris yang melihat Leo masih berada di sana


Luvi dan Lusi melihat arah mata Riris menuju Leo dan mereka sudah tau apa yang dia maksud


"Leo,kamu keluarlah kami akan mengobati Airin dulu"ucap lusi


"oh,baiklah "ucap Leo langsung pergi sambil menutup pintu


Riris mulai membuka baju Airin .Terlihat punggung Airin yang memerah karena sup panas


"Riris ,olehsih obat merah dan balut dengan perban dan Lusi yang akan mengobati jidatnya "ucap Luvi


"terus kamu "ucap Lusi


"ya,aku rebahan melihat Kelin berdua"


"haa... "ucap Riris dan Lusi bersamaan


"aku akan memasakkan sup pereda sakit"ucap Luvi sambil pergi


"Riris"


"ya,kenapa"


"kok Hari ini Luvi aneh yaaa"


"saya juga tidak tau ,apakah dia kerasukan setan"ucap Riris yang mulai merasa takut


"ada-ada saja kamu ,mana ada yang merasuki dia yang ada dia merasuki setan "ucap Lusi


"oh,iya juga ya"ucap Riris mengingat Luvi kalau marah bagaikan iblis

__ADS_1


"sudah kita jangan bahas dia lagi nanti dia dengar.apakah kamu sudah selesai membalut lukanya "ucap Lusi


"iya sudah"ucap Riris


Lusi mulai mengobati luka Airin yang berada di kepalanya


Lusi seduh selesai mengobati luka Airin dia langsung istirahat ke ranjangnya


"kak Lusi ,apakah kamu langsung tidur"ucap Riris


"iya,aku ingin tidur, Hari ini aku sangatlah lelah"ucap Lusi


"Riris ,kak Lusi makasih ya karena sudah mau mengobati ku padahal aku baru mengenal kalian semua baru satu hari"ucap Airin suaranya yang terputus-putus karena suaranya yang serak


"tidak apa-apa kok tenang saja"ucap Lusi


"iya,kami sangat senang karena dirimu "ucap Riris sambil tersenyum


"aku tidur dulu ya.selamat malam"ucap Lusi langsung menyelemuti dirinya dan langsung tidur


"selamat malam"ucap Riris dan Airin


tiba-tiba Luvi datang memberikan sup kepada Airin di atas meja


"minumlah ,biar kau tidak merasakan sakit"ucap luvi


"terimakasih"ucap Airin


Airin langsung meminumnya sampai habis walau rasanya pahit tapi dia memaksakannya minum


"Riris,tidur lah kayaknya kau terlihat lelah"ucap Luvi


"ya,baiklah ,selamat malam"ucap Riris


"Airin kau tidur juga biar lukamu cepat sembuh"ucap Luvi

__ADS_1


"iya ,kau juga tidurlah"ucap Airin


"aku akan tidur setelah mengembalikan mangkuk ini ke dapur" ucap Luvi mengambil mangkuk dan langsung pergi ke dapur


__ADS_2