Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin

Terpaksa Menikah Dengan CEO Dingin
episode 12


__ADS_3

#Dapur


Di dapur terlihat Lusi yang mondar mandir seperti menyetrika baju


Luvi yang melihat Lusi seperti itu dia jadi kesal karena membuat kepalanya pusing


"Lusi,ada apa aku lihat kau seperti menghawatirkan sesuatu kau cerita saja padaku "ucap Luvi


"Luvi,gimana nih ... tuan muda Klary meminta Airin untuk membawakan kopi ke ruang kerjanya sedangkan Airin lagi sakit "ucap Lusi


"hmmm,gimana ya... kalau ini sih aku juga nggak tau "ucap Luvi


Luvi dan Lusi pun sama-sama bingung


Riris masuk ke dapur melihat Luvi dan Lusi lagi melamun melihat kopi yang sudah dingin di atas meja


"kak Luvi ,kak Lusi ,kalian lagi apa"ucap Riris yang bingung melihat mereka


"lagi bingung"ucap Luvi dan Lusi bersamaan


"ha,bingung kenapa"ucap Riris yang lebih bingung dari mereka karena melihat tingkah mereka


"bingung bagaimana mengantarkan kopi kepada tuan muda Klary "ucap Lusi


"kok bingung sih ,kan tinggal di antar apakah sesusah itu"ucap Riris polos


"tidak susah, tapi tuan muda maunya yang antar itu orang yang lagi sakit Riris "ucap Luvi emosi

__ADS_1


"ha,yang lagi sakit tapi di antara kita kan tidak ada yang sakit "ucap Riris


"Riris mending kau jauh-jauh deh dariku nanti aku hajar kamu baru kamu ngerti"ucap Luvi dengan senyum iblis


"Luvi sabar jangan emosi dia Masi bocill"ucap Lusi


"Riris yang di maksud Luvi itu .tuan muda maunya yang antar kopi ini harusnya Airin bukan di antara kita bertiga"ucap Lusi menjelaskan


"oh,bilang dong dari tadi kan gak jadi susah begini "ucap Riris yang baru ngerti inti permasalahannya


"terus kamu punya solusi gak"ucap Luvi


"hmmm..."ucap Riris yang tampak lagi memikirkan sesuatu


Luvi dan Lusi berharap Riris memberi mereka solusi dan terlihat muka tampak mengharapkan sesuatu


"nggak"ucap Riris singkat


Lusi dan Luvi pun menjadi kesal


"Riris ,aku kira kau bisa memberikan kita solusi ternyata tidak ada terus kau tadi lagi memikirkan apa haaaa"ucap Lusi


"oh,aku lagi pikirin solusi kok tapi mengingat muka tuan muda yang seram bagaikan singa jadi hilang deh "ucap Riris


"ya ampun "ucap Luvi dan Lusi bersamaan


#sisi lain

__ADS_1


Airin kini membuka matanya dia merasa aus.ia pun langsung ke dapur tapi dia terhenti karena mendengar pembicaraan Lusi ,Luvi dan Riris


"Luvi ,Lusi biar aku yang antar kopinya kalau tuan muda Klary memintaku untuk membawanya "ucap Airin


"Airin kok kamu disini sih kan seharusnya kamu di kamar istirahat biar kau cepat sembuh"ucap Lusi


"tidak apa kok aku sudah sembuh.aku akan membuatkan kopi dan sarapan untuk tuan muda Klary "ucap Airin


"tidak usah ,biar saya saja yang buat kopi dan sarapan.kan kamu lagi sakit nanti kamu cuman mengantarkannya saja ke tuan muda"ucap Lusi


"tidak apa kok aku bisa Lusi ,aku bisa membuat kopi dan sarapan"ucap Airin


"baiklah kalau kau keras kepala"ucap Lusi


Airin tersenyum dan mulai memasak


.......


beberapa saat kemudian Airin selesai memasak dan membersihkan dapur


Lusi ,Luvi dan Riris kagum kepada Airin dia walau terlihat lagi sakit tapi dia tidak menampakan nya dia seolah olah sehat


"Lusi,Luvi dan Riris ini aku menyiapkan makanan untuk kalian ini tanda terima kasih ku kalian semua karena telah merawat ku "ucap Airin


"Airin kamu tidak usah seperti ini kami disini sudah menganggap kamu seperti adik kami "ucap luvi


Airin mendengar perkataan keluarga pun teringat sosok ibunya yang menyayanginya ,dan sosok kakak yang memberikan keceriaan dan ayahnya menyayanginya namun ayahnya tidak lagi seperti dulu

__ADS_1


Airin tanpa sadar matanya berkaca-kaca dan meneteskan air mata


__ADS_2