
Airin kini mulai tersadar dan merasakan tubuhnya terikat.Dia melihat seseorang di hadapannya yang dia tidak kenal
"hai,cantik "
"siapa.... kau "Airin bertanya dengan suaranya yang sedikit berat
"ah,perkenalkan nama ku Zen "Zen tersenyum licik seakan-akan dia ingin tau hubungan Klary dan Airin
"Zen.....,siapa kalian... mengapa ingin menculik ku " tanya nya Airin kepada Zen
Zen memperhatikan wajah Airin sedari tadi.Dia teringat seseorang yang agak familiar di pikirannya "maaf nona,aku bukan bermaksud menculik mu. Tapi... aku di perintahkan oleh tuanku"
"Tuan, siapa tuan mu.Apakah aku mengenalnya" Airin sontak bertanya tanpa rasa takut walaupun tubuh mungilnya dalam keadaan terikat
"Zen "
seseorang memangil nama Zen.Zen berbalik kerah suara yang memanggilnya
Airin juga melihat kerara asal Syarah itu "Klari"
__ADS_1
"Tuan muda" Zen tidak menyangka ternyata tuan muda nya datang ke tempatnya
"Aku sudah bilang kepadamu Zen. Cari dia dan bawa di hadapanku bukanya kau bawa ke tempatmu " terlihat di wajah Klari dan auranya yang mematikan
"maaf Klari ,saya pikir kalau saya saja yang membereskannya dan tidak perlu kau sendiri yang turun tangan" Zen tau tentang Klari karena mereka sudah bersahabat dari kecil sampai seperti saudara
Klari sangat membenci masalah menyiksa seseorang. Tetapi kalau Klari menyiksa seseorang dia dengan kejamnya menyiksa mereka sampai mati karena itulah kepuasannya
"sudahlah ,aku memaafkan mu kali ini tapai lain kali aku tidak bermurah hati lagi denganmu"
Zen menghela nafasnya, berentung nya dia selamat dari maut "AHA,baik sekali dirimu "
Klari tersenyum datar "apa maksud perkatanmu?! ,aku selalu bermurah hati padamu apakah kau ingin aku .... "
"ya sudah ,keluar sana aku ingin sendiri yang menanganinya "Klari melewati Zen pergi kearah Airin
Zen sontak memegang bahu Klari karena dia tidak ingin tejadi apa-apa dengan gadis yang dia culik itu
"apa lagi yang kau mau, apakah tidak cukup kemurahan hatiku " Klari yang tadinya sudah tenang kini mulai mengaktifkan aura mematikannya
__ADS_1
"tidak,aku ingin bilang lembutalah pada wanita " Zen memperingatkan Klari
Klari menepis kasar tangan Zen " bukan urusan mu "
"astaga , yasudah kalau itu mau mu " Zen berjalan keluar
Zen berjalan sambil berpikir ada sesuatu yang dia lupakan tepi dia tidak tau apa yang dia sudah lupakan . saat dia Zen memasukan tangannya ke saku celana ternya itu obat bius yang dia pakaikan ke Airin
"oh astaga, aku bermaksud mencari informasi dari gadis itu makanya aku memakaikan obat bius ini. ah,sial " Zen berbalik ke tepat itu lagi
obat bius yang di kembangkan oleh keluarga atlante yang bertujuan membius seseorang setelah bangun dia akan merasakan halusinasi tentang kejadian yang dia alami atau kejadian yang ingin dia lupakan akan tetapi memakai obat bius itu dia akan mengingatnya
"aku ingin balik ke sana tapi... yah sudahlah biara Klari saja yang yang urus "Zen tetap berjalan pergi dari sana
"hei ,apa sudah beres "
"entahlah ,tuan sendiri yang turun tangan" Zen tampak tak peduli apa yang akan dia lakukan dengan Airin
"ah malang sekali nasib gadis itu,apakah kau tidak peduli dengan gadis itu.Dia tapak cantik dan imut"
__ADS_1
Zen tersenyum masam "sudah takdirnya dia mati dia tangan klary"
Bersambung -