
tok... tok... tok ...
terdengar suara pintu dari ruang kerja Klary
"siapa"ucap klary
"maaf Tuan Klary saya menggangu waktu Tuan ,saya kepala pelayan Felix "ucap Felix dari balik pintu
"masuklah"ucap Klary
Felix pun masuk keruangan kerja Klary
"ada apa Felix"
"maaf tuan muda saya hanya mengembalikan foto Anata yang tidak sengaja di buang oleh nona muda Airin "ucap felix sambil menaruh foto Anata keatas meja kerja Klary
foto Anata
"kenapa kamu yang membawanya ,seharusnya gadis pembunuh itu yang harus membawanya sampai ke hadapanku"ucap Klary marah sambil mengepalkan tangannya
"maaf Tuan muda ,sebenarnya Airin ingin membawanya tapi.... aku melarangnya karena lukanya sangat parah"ucap Felix
"cih,cuman luka segitu saja, parah dari mananya"ucap Klary
klary berdiri dan pergi dari ruangannya
"astaga,aku tebak pasti dia akan pergi ke kamar pelayan ,dia sama seperti dulu dia tidak akan puas sampai musuhnya menderita"ucap Felix sambil mengikuti Klary
klary sampai ke kamar Airin tepat di samping tempat tidurnya
"gadis pembunuh bangun kamu"ucap Klary sambil menendang-nendang tempat tidur Airin
__ADS_1
Airin tidak kunjung bangun malah yang bangun adalah Riris dan Lusi
Luvi yang ingin menuju kamar untuk istirahat tapi dia mendengar suara tuannya yaitu klary dia cepat-cepat menuju kamar pelayan
sesampai Luvi di kamar dia melihat Riris dan Lusi sudah terbangun dan Felix berdiri di depan pintu
"kepala pelayan Felix ada apa ini"ucap Luvi bertanya pada Felix
"hmmm... "ucap felix yang ingin menjawab pertanyaan Luvi
"Luvi bawakan air dingin ke sini"ucap Klary karena dia membangunkan Airin tapi tidak kunjung bangun
"apa"ucap Luvi yang refleks
"apakah kamu tuli ,bawakan air dingin"ucap Klary sambil menekan kata-katanya dan menatap Luvi dengan hawa pembunuhnya
Luvi yang kaget dan takut oleh tatapan mata Klary
Luvi reflek Langsung pergi mengambil air .tidak berselang lama Luvi membawakan air dan memberikan kepada Klary
Airin kaget dan refleks terbangun karena air dingin itu
"apakah kamu sudah sadar sepenuhnya"ucap Klary dan menatap Airin dengan tatapan intimidasi
"apa yang kamu lakukan"ucap Airin
"hmmh, jangan pura-pura bodoh di hadapanku "ucap klary
"apa salahku sehingga kau menyiram ku dengan air dingin "ucap Airin
"cih,kamu masih tanya apa salahmu ,kau harus di beri pelajaran biar kau tau apa kesalahanmu"ucap klary
klary Langsung menarik tangan Airin dengan paksa dan menyeretnya ke gudang bawah tanah
__ADS_1
Airin ingin memberontak tapi dia lemas dan sedikit pusing dia hanya mengikuti Klary membawanya yang di inginkan klary
"Tuan muda Klary,jangan menghukum nona Airin ,hukum aku saja karena aku yang bersalah "ucap Felix
"diam ,Felix kau tidak mengikuti ucapan ku lagi ,mulai besok kau ke rumah utama"ucap Klary
"tapi...,tuan mudah, yang menyuruhku datang kemari adalah nyonya untuk menjaga tuan muda"ucap Felix
"aku tidak butuh penjagaan mu "uap Klary
Felix pun diam tanpa kata-kata
Airin dan Klari sampai ke pintu gudang bawah tanah dan Airin akan di masukan tapi dia memberontak
"aku tidak mau masuk kesitu"ucap Airin sambil menarik sesuatu
"kau harus masuk ,renungkan kesalahanmu disitu"ucap Klary
tenaga Klary lebih besar ketimbang airin .Airin dimasukan ke gudang bawah tanah dan di kunci
klary selesai menguncinya dia langsung pergi .tetapi Klary melihat bawahannya di depan pintu
"jangan ada yang bukakan sampai besok pagi ,awas kalau ada yang bukakan Kelian akan terima konsekuensinya"ucap Klary
Lusi,Luvi dan Riris terdiam begitupun dengan felix
klary Langsung ke kamarnya sedangkan Airin meminta tolong
"buka....,buka....buka pintunya "ucap Airin
Felix yang tidak tega karena dia sudah menganggap Airin seperti keponakanya
"maafkan kami Airin ,karena kami tidak bisa membantumu "ucap Felix
__ADS_1
Airin yang mendengar itupun langsung membalikkan badan dan tersungkur duduk di depan pintu