Terpaksa Menikahi Anak Mantan

Terpaksa Menikahi Anak Mantan
Kesepakatan


__ADS_3

Ucapan yang di lontarkan wanita cantik yang selama ini menjadi incarannya membuat jantung Rian berhenti untuk beberapa detik, dia benar-benar tidak menyangka jika wanita itu tiba-tiba mengajaknya menikah setelah beberapa kali pernyataan cintanya di tolak mentah-mentah olehnya.


" Kok diam saja? apa kamu tidak mau menikah denganku?" pertanyaan Amara membuat Rian tersadar dari kebekuannya.


" Bukan seperti itu, hanya saja aku merasa bingung dengan perubahan sikapmu. Baru dua hari yang lalu kamu menolakku, kenapa sekarang kamu tiba-tiba ingin mengajakku menikah? " tanya Rian dengan muka penasarannya


" Karena aku baru putus dari pacarku, aku sudah lelah berpacaran jika ujungnya akan putus di tengah jalan. Jadi aku mau menikah denganmu karena aku yakin kamu pasti bisa mencintaiku dengan tulus dan akan berusaha membahagiakan ku, betul tidak?" Amara kembali membuat senyuman lebar di wajahnya untuk menutupi kegetiran hatinya.


" Apa kamu yakin Amara? " tanya Rian kembali untuk memastikan jika wanita itu benar-benar ingin menikahinya.


Tanpa basa basi Amara menyambar bibir Rian, dia mencium bibir pemuda tampan itu dengan rasa sedih tak terperi hingga tanpa dia sadari butiran-butiran bening berjatuhan di pipinya.


Rian yang menyadari jika wanita yang sedang menciumnya sedang patah hati dengan sigap dia merengkuh tubuh itu dan mendekapnya lebih dalam ke dalam pelukan nya. Tanpa mereka sadari jika ada sepasang mata yang menatap tajam ke arah mereka.


Dengan perlahan Amara melepaskan ciumannya dari bibir Rian.


" Maafkan aku, aku tadi hanya terbawa suasana. Lebih baik lupakan saja yang barusan aku ucapkan. Aku pergi dulu" sambil menyeka air matanya.


Dengan cepat Rian meraih tangan Amara "Jangan pergi! aku siap menikahimu jika kamu juga siap menjadi istriku" ucap Rian pasti


*****


Di sisi lain Nicholas yang baru saja memergoki kekasihnya dan juga anaknya sedang berciuman merasakan hatinya panas membara.


Apa ini yang namanya cemburu? bagaimana mungkin aku bisa menyerahkan Amara kepada Rian jika melihat mereka berciuman saja sudah membuat jantungku nyaris terlepas. Aku benar-benar bodoh seharusnya aku mempertahankan hubungan ini dan memberi pemahaman kepada Rian secara perlahan, aku yakin dia pasti bisa menerimanya.


" Yah... aku akan menemui Rian dan memberi tahu bahwa Amara adalah kekasih ku calon ibu sambungnya " dengan semangat Nicholas berjalan untuk menemui anak dan juga kekasihnya.


Tapi sesampainya di sana Nicholas tercengang dengan mata yang membulat tatkala melihat mereka bergandengan tangan.

__ADS_1


" Apa yang kalian lakukan?" Nicholas bertanya dengan tatapan yang mengintimidasi


" Loh... ayah di sini juga? kebetulan sekali aku dan Amara berencana untuk menemui ayah. Kita mau meminta restu. " jawab Rian dengan penuh semangat dan senyuman di wajahnya


" Restu apa yang kamu maksud? apa kalian sudah berpacaran?" Lelaki paruh baya itu berusaha berbicara setenang mungkin agar dua insan di hadapannya tidak menyadari jika dirinya kini sedang terbakar api cemburu.


" Tidak Ayah, kami tidak pacaran justru kami mau segera menikah makanya kami ingin minta restu dari Ayah"


~Deg~


Seketika hati lelaki paruh baya itu merasakan sakit yang tak bisa terlihat oleh siapapun, meski perih dia berusaha bersikap tenang dan bersandiwara seolah-olah dirinya tak merasakan apapun.


" Kamu jangan bercanda nak? bagaimana mungkin kalian mau nikah jika kalian belum lama untuk saling mengenal?" Nicholas berusaha memberi alasan agar niatan anaknya dapat diurungkan.


" Mr. Nicho tenang saja, walau kami baru saling mengenal tapi saya yakin kalau putra anda ini bisa bertanggung jawab dan membahagiakan saya. Apa anda masih ragu akan keseriusan serta ketulusan putra anda sendiri" Amara mencoba meyakinkan.


Merasa memakan buah simalakama, Nicholas jadi ragu untuk memberitahu anaknya perihal hubungannya dengan Amara.


" Sebaiknya masalah ini kita bicarakan di rumah saja, ayah pamit dulu" sambil menepuk pundak anak semata wayangnya dan melirik ke arah Amara yang terlihat terus tersenyum.


Amara melihat Nicholas pergi merasa sangat kecewa karena dia merasa jika kekasihnya itu tidak lagi peduli dengannya.


Tega kamu mas, bisa-bisanya kamu setenang itu mendengar aku dan anakmu akan menikah, aku tidak habis pikir jika kamu tidak bertindak apapun untuk mencegah pernikahan ini. Jika kamu tidak memperjuangkan hubungan kita maka aku berjanji akan menghapus namamu di hatiku untuk selamanya, dan aku berjanji akan membuatmu hidup di dalam penyesalan karena sudah mengabaikan tulus cinta yang selama ini aku berikan.


" Amara kamu sedang memikirkan apa? " tanya Rian dengan tangan yang dia gerakkan ke kanan dan ke kiri di depan wajah Amara.


" Maaf aku sedikit melamun, oh ya aku mau menemui Mr. Nicho karena ada materi untuk skripsi yang harus aku rundingkan dengan beliau"


" Oh jadi Ayah selama ini dosen pembimbing kamu?"

__ADS_1


" Iya "


" Yasudah kamu pergi saja, tapi kita pulang barengan ya? karena aku ingin pamer ama anak-anak kalau kamu sudah menjadi milikku" ucap Rian sambil nyengir seperti kuda


Amara mengernyitkan dahinya pertanda dia merasa aneh dengan pemikiran Rian yang begitu kekanak-kanakan.


" Apa menurutmu kita perlu pulang bersama? mengingat arah rumah kita berbeda?"


" Perlu dong, lagipula siapa juga yang mau langsung pulang, aku itu mau mengajak kamu makan dan nonton bioskop seperti orang pacaran pada umumnya. Kamu tahu tidak? aku itu belum pernah kencan sama wanita manapun, makanya aku mau melakukan nya bersamamu sebelum kita menikah, bagaimana kamu setuju?" memasang muka imut seperti anak kucing


Sewaktu aku berpacaran dengan mas Nicho aku tidak pernah nonton bioskop di luar, karena dia mempunyai pemikiran kalau hal semacam itu hanya buang-buang waktu saja. Tapi apa salahnya jika aku mencobanya sekarang, lagipula mas Nicho sudah tidak peduli lagi denganku.


" Baik aku mau, sekarang aku pergi dulu ya, bye" selesai dengan kalimatnya Amara berlari kecil meninggalkan Rian dengan segudang kebahagiaan.


" Yeess!!! akhirnya aku udah enggak jomblo lagi, bahkan bentar lagi aku akan merasakan malam pertama, heheheeee.. " tiba-tiba di kepala Rian tergambar jika dirinya sedang berduaan di dalam kamar bersama Amara.


" Woy! kesambet apa lo? senyum-senyum sendiri kayak orgil" celetuk Wahyu sahabat Rian


" Sialan... lo udah ngerusak kesenangan gue, pergi sana" delik Rian


" Emangnya apa sih yang lo pikirin sampai segitunya?, jangan-jangan lo mikirin sesuatu yang mesum lagi? ayo ngaku lo! " cerocos Wahyu tanpa titik dan koma.


" Apaan sih, kepo banget" Rian yang kesal langsung meninggalkan sang sahabat.


" Woy, mau kemana? gue ikut! " teriak Wahyu


Rian berhenti sesaat dan berbalik badan "Lo enggak boleh ikut karena gue mau siap-siap kencan ama ayang Amara"


" Haaa... haa.. ha...., hey sadar jangan ngehalu terus" ledek Wahyu sambil memegangi perutnya.

__ADS_1


" Lihat saja bentar lagi lo akan kaget melihat gue dan Amara saling berdekapan di atas motor, udahlah mubazir gue jelasin ke lo, gue cabut dulu, bye" ucap Rian dengan penuh percaya diri dan senyuman kemenangan.


__ADS_2