Terpaksa Menikahi Anak Mantan

Terpaksa Menikahi Anak Mantan
Janji Setia


__ADS_3

Di sore hari yang cerah Amara yang sudah bersolek terlihat sangat cantik dan fresh, terlebih dia mengenakan dress berwarna peace yang tidak berlengan dengan rambut yang di gerai menambah kesan feminim. Dengan penuh percaya diri Amara mendekati suaminya yang masih tertidur pulas di atas ranjang.


" Sayang ayo bangun! katanya kita mau jalan-jalan" seru Amara sambil membelai lembut pipi Rian.


Perlahan mata Rian terbuka dia terlihat sangat takjub memandangi wajah istrinya yang bagai bidadari di matanya.


" Sayang kamu sangat cantik sekali, aku semakin tidak rela jika lelaki di luaran sana memandangimu"


" Kalau kamu tidak rela orang lain memandangiku lantas kamu mau mengurungku setiap saat di dalam kamar gitu?" cerca Amara


" Inginnya seperti itu hanya saja aku tidak tega melihat bidadari kesayangan ku murung setiap saat, yasudah ayo kita pergi tapi tunggu anak buahku mengantar pakaian dulu" ujarnya


" Loh kamu enggak mandi dulu?"


" Buat apa mandi lagi? tadi sebelum tidur aku sudah mandi" jawab Rian


" Memangnya kamu tidak merasa lengket? bukankah tadi kita habis" Amara mengatupkan bibirnya dan tidak melanjutkan perkataannya.


" Habis apa?" tanya Rian seraya mendekatkan wajahnya


" Ah udahlah terserah kamu saja" Amara yang merona beranjak dari tempatnya.


Rian langsung meraih tangan Amara dan menariknya ke dalam pelukannya.


" Iiihh... lepasin Rian!" Amara berusaha memberontak


" Katanya aku lengket? coba cek dulu" sambil mengarahkan tangan Amara ke bagian dadanya


Amara meraba dada bidang milik Rian yang begitu kekar dan padat membuatnya harus menelan salivanya berulang kali.

__ADS_1


" Bagaimana lengket tidak " tanya Rian di dekat telinga Amara


" Iya sedikit lengket tapi aroma tubuhmu masih harum" seloroh Amara tanpa sadar


" Aroma tubuh? nakal juga kamu ya? sempat-sempatnya mencium aroma tubuhku" sambil tersenyum menggoda


" Bagaimana tidak tercium jika tubuh kita sedekat ini?" kilah Amara


" Iya deh percaya...., sekarang aku mandi dulu kamu tunggu disini jangan pergi kemana-mana! nanti kalau ada yang ketuk pintu buka saja karena itu pelayan yang mengantar pakaian" pesan Rian


" Baiklah" jawab Amara singkat


Baru tiga menit setelah Rian masuk ke dalam kamar mandi pintu kamar mereka sudah di ketuk oleh seseorang, sedikit malas Amara mendekati pintu dan membukanya.


" Mas Nicho? ah maaf maksud saya Ayah" ujar Amara gugup "Mau mencari Rian ya? Rian nya masih di dalam kamar mandi" lanjutnya


Tanpa menjawab pertanyaan dari Amara, Nicho mendorong tubuh menantunya hingga mentok ke dinding.


" Aku tidak akan pernah meminta cerai, karena aku punya prinsip menikah sekali seumur hidup" bantah Amara


" Jangan menguji kesabaranku Amara, aku laki-laki yang punya kuasa, mudah bagiku menghancurkan kehidupanmu dan Rian" Nicho mulai mengancam


Amara tersenyum sinis seraya menatap balik ke arah Nicho "Oh ternyata ini wajah anda yang sebenarnya, aku sangat bersyukur yang aku nikahi adalah Rian, lelaki gentle yang penuh dengan rasa kasih sayang bukan lelaki munafik dan picik seperti anda" cerca Amara


" Sebenarnya apa yang kamu rencanakan Amara? sebelumnya kamu menolak mentah-mentah permintaan ku supaya menerima cinta dari Rian. Sekarang dengan tegasnya kamu menolak untuk minta cerai? apa kamu sedang menyusun rencana balas dendam kepada ku?" Cecar Nicho


" Terserah anda mau berspekulasi apa, yang jelas saya tulus ingin menjadi istri soleha buat Rian walau saat ini saya belum punya perasaan cinta kepadanya" jelas Amara


" Kamu jangan sampai menyesal dengan keputusan mu saat ini Amara karena kedepannya kamu akan banyak mendapat kesulitan" Nicho memberi peringatan

__ADS_1


" Saya tidak gentar dengar ancaman yang Anda berikan kepada saya, karena saya yakin jika hidup, mati, rezeki dan jodoh sudah ada yang mengaturnya, terlebih Rian sangat mencintai saya jadi saya yakin kalau dia akan terus berusaha membuat saya bahagia bagaiamana pun keadaannya" sanggah Amara penuh keberanian


Mendengar ucapan Amara Nicho tertawa kecil dan melepas kungkungannya, "Aku tidak tahu jika Amara yang aku kenal ternyata seorang perempuan yang sangat spesial, selain memiliki tubuh yang indah dia juga sangat berprinsip serta memiliki rasa percaya diri yang tinggi, aku benar-benar menyesal telah melepasmu, kini aku akan lebih berusaha untuk mendapatkan mu kembali. Ingat Amara! lambat laun pasti kamu akan kembali ke dalam pelukan ku" ujar Nicho menyeringai sambil keluar dari kamar.


Selepas Nicho hilang dari balik pintu tiba-tiba Amara terkulai lemas, dia merasa jika lutut nya sudah tidak mampu lagi untuk menopang tubuhnya.


Hah... sangat mengerikan sekali, aku harus lebih waspada terhadap Nicho karena Nicho yang aku kenal ternyata tidak lebih dari seorang psikopat gila yang berambisi memiliki sesuatu.


" Sayang kenapa kamu duduk di lantai?" buru-buru Rian mengangkat tubuh istrinya setelah keluar dari kamar mandi mendapati Amara berada di lantai.


" Aku kurang enak badan, tolong bantu Aku beristirahat di ranjang " titah Amara


" Baik sayang" Rian membantu Amara menaiki ranjang "Sebenarnya apa yang terjadi? bukankah tadi kamu baik-baik saja?" tanya Rian cemas


" Tidak apa-apa hanya saja tiba-tiba aku pusing, mungkin aku kecapean saja" jawab Amara menutupi apa yang sebenarnya terjadi


" Maafkan aku sayang, mungkin kamu capek karena aku yang terlalu memforsir tenaga kamu" ucap Rian lesu


Amara langsung memeluk lelaki yang berada di hadapannya. "Aku tidak keberatan jika tiap detik kamu memakaiku karena sekarang aku sadar jika kamulah lelaki terbaik yang Tuhan ciptakan, aku berharap kamu tidak akan pernah meninggalkan ku bagaimana pun keadaan kita kelak di masa depan" pernyataan Amara membuat Rian bertambah bingung.


" Sebenarnya ada apa sayang? apa ada sesuatu yang kamu sembunyikan dariku? kenapa tiba-tiba kamu jadi sentimentil seperti ini?" seraya memegang kedua pipi Amara


" Tidak sayang, hanya saja aku baru sadar kalau aku sangat beruntung memilikimu, bahkan aku sedikit kecewa karena dulu sering menolak pernyataan cinta darimu, andai saja dulu aku tahu betapa tulus rasa cinta yang kamu berikan kepadaku mungkin aku akan lebih awal meninggalkan kekasihku yang dulu" pecah juga air mata yang di tahan Amara sedari tadi.


Kenapa Amara jadi berubah mellow seperti ini? bahkan dia mengungkit masa lalu apa dia baru bertemu atau berhubungan dengan mantannya?


" Sayang kamu jangan lagi bersedih, aku berjanji apapun keadaan kita di masa depan aku tidak akan pernah meninggalkanmu selama kamu tetap setia kepada ku" sambil mengusap air mata yang menetes di kedua pipi Amara


" Terima kasih sayang, aku janji tidak akan pernah mengkhianatimu" ucap Amara sesenggukan

__ADS_1


Mereka pun saling berpelukan tanpa ada yang mau melepaskannya.


__ADS_2