
__Sekuy Lanjut__
*Jam 20.00*
Fannia sengaja tidak menelfon atau pun chat pada Adhimas, di fikiran Fannia hanya memikirkan "siapa aku? untuk apa aku memberinya kabar? siapa dia? sepenting apa aku di hidupnya sehingga aku harus menghubunginya". Fannia meninggalkan ponselnya di meja riasnya dan pergi menonton tv di ruang tengah, Fannia melihat bi Ijah sedang sibuk mondar mandir mengeluarkan camilan.
"lah..lah mau dibawa kemana sih bi?" tanya Fannia bingung.
"ini neng si omnya neng mau kesini.." kata bi Ijah.
"lah emang mau kesini?" tanya Fannia lagi.
"iya neng, sini bantuin bibi buatin minumannya" pinta bi Ijah.
"emang om ku mau kesini semua apa? sampek serepot ini?" tanya Fannia lagi.
"yaelah neng sini dah bantuin aja, eh tapi ini om sama temen-temen nya katanya mau kesini" jelas bi Ijah.
"eh? kok..tumben maen kesini sama temennya, yaudah sini aku bantuin" kata Fannia sambil mengeluarkan cangkir yang ada di lemari dapur.
"neng bibi mau gelar tiker dulu" kata bi Ijah lalu pergi membawa tikar ke depan rumah.
"yaelah seberapa banyak sih temennya ampek gelar tiker segala udah kayak kumpulan aja, lagian di depan udah ada kursi ngapa gak duduk dikursi ajah dah" kata Fannia heran.
Beberapa menit kemudian
Di depan rumah Fannia sangat ramai sudah seperti satu RT berkumpul di depan rumahnya, karena Fannia sangat penasaran akirnya dia memutuskan untuk mengintip dari jendela, tapi tiba-tiba
"neng?" panggil bi Ijah.
"(terkejut) yaampun biiiii...beneran nih gak bo'ong aku kaget loooh **" kata Fannia sambil memegang dadanya.
"ya lagian ngapain disitu sih neng?, bukannya bantuin bibi bawain gelasnya" kata bi Ijah.
__ADS_1
"ih bi malu tuh banyak orang didepan, emang ini ada acara apaan sih kok serame ini?" tannya Fannia.
"emang setiap minggu suka ngumpul disini" jelas bi Ijah.
"gak dimarahin ama mbah?" tanya Fannia lagi.
"enggak, mbah mah suka karena rumah jadi rame, sekalian ngeronda mereka" jelas bi Ijah.
"oh...ya udah mana gelasnya yang mau dibawa lagi kedepan?" Pinta Fannia.
"udah telat yee neng..tuh udah kelar semua, udah ah bibi ke dapur lagi mau masak air" kata bi Ijah lalu pergi meninggalkan Fannia.
Fannia terdiam sejenak dan memutuskan menonton tv di kamarnya, saat Fannia mengambil remot tv dia melihat ponselnya menyala.
"ah? beneran? di tefon? ih ini beneran?" ucap Fannia bingung, perlahan Fannia duduk di kasurnya sambil terus memandangi ponselnya dan tiba-tiba saja ada notif chat masuk yang membutnya terkejut.
"yaish...demen banget bikin kaget" kata Fannia sedikit kesal karena selalu dibuat terkejut.
"oh ok baiklah aku akan menjawab telfonmu" kata Fannia.
Saat akan menjawab telfon dari Adhimas, tiba-tiba telfonnya mati,
"lah? mati? yasudah lah nanti pasti nelfon lagi..eh? tapi aku kok jadi kepedean gini dia bakalan nelfon lagi ke aku? iiihh gak suka-gak suka... gak boleh mikir ter--(terhenit)" perlataan Fannia berhennti setelah melihat ke arah ponselnya Adhimas benar-benar menelfon dirinya.
"astaga? ya apa ini mimpi? kenapa dia terus menelfonku? apa ini sangat penting untuknya?" kata Fannia yang penuh banyak pertanyaan. Pada akhirnya Fannia menjawab telfon dari Adhimas,
"Assalamualaikum" kata Fannia.
"hm Walaikumsalam, sibuk ya dhek?" Tanya Adhimas.
"ah, iya enggak sih..cuma barusan baru selesai bantuin bi Ijah" jawab Fannia sambil menggigit jarinya.
"oh..tapi gak ganggu kan?" tanya Adhimas lagi.
__ADS_1
"enggak kok" jawab Fannia sambil terus menggigit jarinya.
"eemm..apa kamu menjawab sambil menggigit sesuatu?" tanya Adhimas kesekian kalinya.
"ah.. e..iya dari mana mas tau?" tanya Fannia.
"hahaha apa yang mas gak tau dari kamu dhek" jawab Adhimas.
"halah, pasti nebak aja ya kan? orang kita juga baru kenal" kata Fannia.
"oh enggak kok dhek, mas udah kenal lama sama kamu dhek" ujar Adhimas.
"ih mana ada?" kata Fannia.
"ada lah...kan mbah mu yang cerita, kalo dia punya cucu perempuan trus sekolah di kota dan bahkan aku tau wajahmu sebelum bertemu" jelas Adhimas.
"hah? mbah cerita? iihhh ngomong apa lagi mbah ke kamu?" Tanya Fannia penasaran
"eemmm..ya awalnya Mas lihat kamu di kalender sekolahmu kebetulan kamu sedang jadi modelnya disana kan?" kata Adhimas meledek.
"model apaan, aku gak jadi model kok" kata Fannia.
"ada kamu lagi megang medali juara silat seKabupaten yakan?" kata Adhimas.
"eh? iihhh kok dliat-liat siiihhh...terus dilihat semua?" tanya Fannia penasaran
".........
#Bersambung...
Jadi..apakah Adhimas melihat semuanya terutama foto-foto Fannia?
__Selamat Membaca__
__ADS_1