Tersadar Ketika Kau Bukan Milikku Lagi

Tersadar Ketika Kau Bukan Milikku Lagi
Tertidur


__ADS_3

"kemana yah Fannia kok lama" ujar simbah sambil melihat ke arah kamar Fannia.


"Niaaa...? Nii sini keluar..ini Dhimas sudah nunggu lama" kata si mbah.


"Sudah mbah gak apa-apa" kata Dhimas sambil merapikan kertas yang sudah di tandatangani oleh Fannia.


"sek biar mbah panggilkan" kata si mbah dan beranjak dari tempat duduknya menuju kamar Fannia, si embah pun mengetuk pintu kamar Fannia.


"Niaa..? keluar sebentar di tunggu Dhimas loh" kata si mbah lagi.


Karena tidak ada jawaban dari Fannia, embah fannia akhirnya membuka pintu kamar fannia.


"Astaghfirullah tidur lagi nih anak" kata si embah


"wh embah..ada ap mbah?" tanya fannia


"di tunggu Adhimas kamu lo..malah tidur lagi" kata si embah sambil menarik fannia


"sek sek mbah, hpnya ketinggalan" kata fannia sambil mengambil ponselnya


*Diruang tamu*


"pantes laa dimas..orangnya tidur" ucap si mbah melepaskan tangan Fannia


"(menyeringai) iya tadi niatnya mau balik lagi tapi kok males ya udah rebahan eh taunya ketiduran" jelas fannia pada Embahnya dan Adhimas.


"(tertawa) hampir saja mas nyerah nungguin kamu.." ucap Adhimas


"kan ada besok sekarang mah pulang aja dulu.." kata Fannia sambil duduk dekat mbahnya


"besok mas gak kesini" cuap Adhimas


"loh kenapa mas? ngambil cuti?" tanya fannia penasaran


"ya enggak gitu juga" jawab Adhimas


"ya terus kenapa gak kesini besok?" tanya fannia lagi


"makanya sini dulu nomer mu tak save, sekarang mas gak bisa cerita banyak takut gak dapet perahu buat balik ke kota" Jelas Adhimas


"hem alesan.. " kata fannia sambil menahan tawa


"wes toh nia, kasi nomer mu kasian nungguin dari tadi, mana sudah jam segini gak dapet perahu nanti dia" ujar si embah

__ADS_1


"iya iya mbah ini mo di kasi" kata Fannia


Adhimas tertawa melihat ekspresi wajah fannia.


"jangan tertawa mas aku isin iki" kata fannia


#isin\=malu


Adhimas semakin tertawa mendengar ucapan fannia.


"yo wes mas gak ketawa" ujar dhimas sambil menahan senyumnya.


"tuh kan" kata Fannia


"apa? gak ketawa ini loh ya..udah sini cepet mana nomernya" tagih Adhimas lagi


"nih nomernya" kata fannia sambil memberikan ponselnya pada Adhimas


Adhimas menatap hp fannia.


"iya apa ini?" tanya adhimas


"nomer ku lah" kata fannia


fannia mengecek hpnya, "Ya allah, hahaha sorry mas" ujar fannia


"biar aku sebut saja yah mas" ujar fannia lagi


"iya cepet sebutin" kata Adhimas


" nih ya 085-888-232 kelanjutannya tebak sendiri ya" ucap fannia sambil tertawa.


"yo senggenah dek...jangan-jangan ini nomer pak RT ya? atau tetangga mu?" ucap Adhimas kepada Fannia


Fannia tertawa "eh enggak loh mas itu nomerku" kata fannia pada Adhimas


"oh oke lanjutannya mana?" tanya Adhimas


"iya iya sabar, nih lanjutannya dengerin baik-baki.." jawab fannia sambil meneruskan nomer hpnya.


"okeh lah sip nanti tak telvon yah" kata Adhimas


mendengar perkataan Adhimas Fannia terdiam sejenak "lah buat apa nelvon?" tanya fannia

__ADS_1


"ya pokoknya nanti tak telvon, mas pulang dulu ya.." ujar Adhimas sambil memakai jaketnya.


"hem baiklah" jawab fannia


"mas balik dulu yah say--- eh dhek maksudnya" ucap Adhimas sambil tertawa


"say? mksudnya saya?" tanya fannia


Adhimas tersenyum pada fannia, "ah sudahlah mas pulang dulu" ucap Adhimas pada fannia


"ah iya mana umi?" tanya Adhimas


"Umi? umi siapa?" tanya Fannia


"oh iya maksudnya embah" kata Adhimas


" oh embah, sek tak panggil dulu" kata fannia


"wes lah gak usah dhek takutnya embah tidur, titip salam saja ya" ucap Adhimas


"oh iya dah mas hati hati ya" kata Fannia sambil mengantar Adhimas kedepan rumahnya.


"mas pulang ya, Assalamualaikum" ucap Adhimas


"iya mas, Walaikumsalam" jawab fannia


Adhimas pun pergi ke pelabuhan dengan mengendarai motor dinasnya.


🍁


*15 menit kemudian.*


ponsel fannia berdering


"siapa yang telvon? (melihat hpnya), ah nomer siapa ni?" kata fannia bingung


🍁🍁🍁


Selamat Membaca...


like,coment and voteβ˜ΊπŸ’œπŸ’™


__ADS_1


__ADS_2