
*Fannia membuka pintu*
"Hallo.. selamat pagi " sapa tamu itu pada Fannia, Fannia terdiam dan dia merasa bingung. "hey uminya ada? "tanya tamu itu,
Fannia: "eh? iya ada.. " balik badan berniat memanggil umi tapi langkahnya terhenti dan kembali ke depan pintu,
Fannia: "maaf ya tadi nyari siapa?" tanya Fannia pada tamu itu,
"Umminya ada? "jelas tamu itu lagi, tapi Fanni disitu tetap meras bingung dan terdiam.
Fannia: "maaf yah umi gak ada, ada di Jakarta" jawab Fannia dengan polos, "oh kapan berangkat ke Jakarta? perasaan kemarin masih ada" tanya tamu itu lagi, setelah mendengar ucapan sang tamu tersebut Fannia baru mengerti.
Fannia: "oh maksudnya mbah toh? " tanya fannia lagi, "iya.. " jawabnya singkat, "pembantu baru disini ya? " tanya tamu itu pada Fannia, pertanyaannya sontak membuat mata fannia terbelalak dan tertawa agak sedikit kesal.
Fannia: "maaf ya, saya gak tau anda siapa, trus klo nyarinya Umi yah di Jakarta, nah klo disini adanya embah dan saya cucunya" jelas Fannia pada orang itu. "oh maaf saya tidak tahu kalo kamu ini cucunya" jawab tamu itu sambil sedikit menahan tawanya karna melihat ekspresi kaget Fannia.
Fannia: "hmm.. silahkan masuk" fanni mempersilahkan masuk ke dalam rumahnya.
Fannia: "sebentar ya saya panggilkan mbh dulu" jawab fannia tanpa mempersilahkan orang itu duduk, "eh dhek? boleh duduk?" tanya tamu itu, tapi fannia tak mendengar perkataannya.
🍃🍃🍃
*Di kamar Embah*
"Bah.. mbaah? bah? " panggil Fannia
Embah: "opo toh ndok? mbok heboh sekali kamu ini? " tanya embahnya terheran-heran.
Fannia: " ada tamu mbh, nanyain mbh.. tapi manggilnya umi, tak kirain cari mama " jelas fannia pada embahnya.
Embah: "hahaha, iya sudah buatkan minuman dan cemilannya kasi ke tamunya" jawab mbahnya, fannia meng iyakan apa kata mbhnya dan pergi ke dapur.
Fannia: "bi bantu bawain ini dong, ada tamu soalnya di depan" kata fanni sambil menunjuk ke arah cemilan.
Bi Ijah: "iya neng.. emang siapa tamunya neng? " tanya bi Ijah pada fannia.
Fannia: "gak tau bi, gak pernah liat orangnya" jawab fannia sambil menuangkan air panas pada cangkir.
Bi Ijah: "ya udah bibi ke depan dulu yah mau antar cemilannya"
Fannia: "iya bi.. " jawab fannia sambil mengaduk kopi.
🍃🍃🍃
*Di ruang tamu*
Bi Ijah: "lohh... mas dhimas tamunya? kirain bibi tamu dari mana" katanya sambil meletakkan camilannya di meja.
Adhimas: "iya bi, saya tamunya" jawabnya sambil tersenyum.
Fannia: "ini kopinya" memletakkan kopi di depan pannya.
Adhimas: "oh iya iya duh repot nih maaf ya"
__ADS_1
Fannia: "iya gak apa-apa, silahkan diminum kopinya, cemilannya juga dimakan" kata Fannia
Bi Ijah: "neng sini nampannya biar bibi yang taro ke dapur"
Fannia: "oh iya ini bi, makasih bi"
Fannia duduk di kursi sambil memainkan ponselnya.
Adhimas: "oh iya kamu kelas berapa? " tanyanya pada Fannia
Fannia: "saya? saya baru lulus SMA" jawab fannia
Adhimas: "ooh, baru lulus ya...sekolah dimana? " tanyanya lagi
Fannia: "di SMA N 1 kota" jawabnya singkat
Adhimas: "oalah pantes gak pernah keliatan di rumah" .
Fannia hanya menganggukkan kepala dan memperhatikan Adhimas dengan penuh rasa penasaran dan banyak pertanyaan yang ingin Fannia tanyakan. Tapi Fannia bingung harus mulai dari mana untuk bertanya dan suasana terasa seperti tak berpenghuni.
🍁
Fannia: "em itu kopinya diminum nanti dingin takutnya gak enak.." kata fannia sambil tersenyum terpaksa
Adhimas: "oh iya iya saya minum yah kopinya" meminum kopi yang dibuatkan Fannia.
Adhimas: "emm, manis sekali" katanya sambil meletakkan kembali cangkir kopinya. mendengar perkataan Adhimas fannia sepontan meletakkan ponselnya.
Fannia: "hah? kemanisan yah? duh padahal tadi gulanya gak banyak kok" kata fannia.
Fannia: "em?? ini kopinya gak manis kok...kenapa mas bilang ini manis sekali? " kata Fannia sedikit kesal
Adhimas: "ah masa? "
Fannia: "iya..."
Adhimas: "Oh iya bukan kopinya yang terlalu manis tapi yang buat kopinya" jawabnya sambil tersenyum.
Mendengar perkataan seperti itu Fannia langsung merasa ingin menghilang dari depannya, didalam fikiran Fannia sangat banyak pertanyaan.
Fannia: (Dalam batin Fannia) "apa? apaan nih? barusan apa? gak salah denger? aku di gombalin gituh? oh god help me, pengen kabur aja tapi gimana caranya"
Fannia: "aah ya ini kopinya biar saya ganti, kan barusan saya cicipi juga disitu" berusaha mengambil cangkir kopi di tangan Adhimas.
Adhimas: "oh gak usah gak apa-apa yang ini aja, kalo buat lagi nanti mubadzir dibuang-buang"
Fannia: "tapi kan..." perkataannya terhenti setelah menyadari dia duduk terlalu dekat dengan Adhimas dan Fannia beranjak kembali duduk di kursi yang dia duduki tadi.
Embah: "ekhem, Dimas sudah disini dari tadi to? " tanya mbanya fannia yg tiba-tiba datang.
Fannia: (Dalam batin) "ah syukurlah mbh keluar bisa kabur nih kekamar"
Adhimas: "iya embah sudah dari tadi, cucunya yang nemenin bukan bi Ijah lagi"
__ADS_1
Fannia: "yasudah klo gitu permisi dulu yah mau kekamar".
Fannia langsung pergi tanpa menoleh lagi, di dalam kamarnya dia langsung menghidupkan kipas angin.
Fannia: "huuuhh gila gila gilaaa bener bener gilaaaaa, tadi maksudnya gimana tuh? aku digombalin? di kerjain apa? apasih? bodo amat lah".
Karena Fannia tidak ingin ingat lagi kejadian tadi, dia langsung mengambik novel dan mulai membacanya.
Sedangkan di ruang tamu Adhimas dan Embahnya Fannia masih terus mengobrol. Tapi tak lama kemudian ada yang mengetuk pintu kamar Fannia. Fannia pun bergegas membukakan pintu kamarnya.
Fannia: "oh kenapa bi? "
Bi Ijah: "ini susunya neng, hampir dingin loh. .gak diminum mubadzir neng" kata bi Ijah sambil memberikan segelas susu.
Fannia: "duh iya luap aku bi, ya udah makasih yah bii".
Fannia kembali menutup pintunya dan meletakkan gelas susunya di meja belajarnya. Tak selang berapa lama kamar Fannia ada yang mengetuk pintu lagi.
Embah: "fan? sini keluar dulu"
Fannia: "iya mbah ada apa? "
Embah: "bantu Adhimas yo dia mau ke rumahnya ibu Nanik cuma gak tau rumahnya"
Fannia: "bu Nanik yang mana mbah? "
Embah: "itu loh.. rumahnya di sebelah utara kepala desa"
Fannia: "oh itu, yah udah kasi tau aja arahnya mbh"
Embah: "sudah fann antarkan saja"
Fannia akhirnya meng iyakan permintaan embahnya untuk mengantar Adhimas ke rumah Bu Nanik. Disepanjang perjalanan ke rumah bu Nanik Fannia hanya diam dan merasa canggung, karena Fannia tidak bisa langsung akrab dengan orang baru dia kenal.
Fannia: "nah itu rumahnya"
Adhimas: "oh disini" jawabnya sambil memperhatikan rumah disekelilingnya
Fannia: "kalo gitu saya permisi pulang duluan yah"
Adhimas: "tunggu dulu (memegang tangan Fannia), jangan pulang duluan tungguin aja, gak lama kok sebentar" katanya smbil menarik Fannia.
Fanni: "mas, mas.. bukan yang itu rumahnya tapi yang di sebelahnya lagi.."
Adhimas: "*hahaha oh salah yah" tertawa sambil memegan kepalanya.
🍁
(Dalam batin Fannia)
*Fannia: hm.. mas ini yah unik baru ketemu gombal gak jelas, minta ditemenin, dan sekarang malah hampir salah masuk rumah orang*
🍁🍁🍁*
__ADS_1