Tersadar Ketika Kau Bukan Milikku Lagi

Tersadar Ketika Kau Bukan Milikku Lagi
Menelfon


__ADS_3

Fannia mengangkat telvonnya, saat seorang penelvon itu berbicara Fannia hanya terdiam menerka-nerka siapa orang yang menelvon dirinya.


"hallo ini siapa ya?" tanya fannia karena dirinya tak bisa mengenali suara sang penelvon.


"Assalamualaikum dulu dhek" kata sang penelvon.


"eh iya (menepuk jidat) Assalamualaikum" kat


a fannia.


"Walaikumsalam, lagi apa dhek?" tanya sang penelvon.


"eh iya bentar dulu ini sapa sih?" tanya Fannia.


"hayo tebak ini siapa?" tanyanya balik.


"aku tidak bisa menebak.." kata Fannia.


"hahaha baiklah ini mas dhek..Adhimas.." jawabnya.


Fannia terkejut karena Adhimas benar-benar menelfon nya, "ah mas Adhimas ya?" kata Fannia sedikit canggung.


"kenapa? apa mas mengganggu mu?" tanya dhimas.


"ah? enggak kok, ini lagi gak sibuk" kata Fannia.


"berarti ini gak ganggu sama sekali mas ini kan?" tanya Adhimas lagi.


"enggak kok mas" kata Fannia.


Fannia dan Adhimas terus berbicara melalui telvon, Beberapa menit kemudian,


"dhek kamu gak ngantuk?" tanya Adhimas.

__ADS_1


"enggak mas, tapi ada sih dikit" kata fannia.


"oh ya sudah kamu tidur saja yah..mas mau ngerjakan laporan untuk hari ini" kata adhimas.


"ah iya mas" kata fannia.


"gitu aja nih?" tanya adhimas.


"iya, emang mau ngomong apa lagi?" tanya fannia polos


"hahaha sudah lah gak apa-apa mas Matik telfon nya ya.." kata adhimas


"oh iya mas...Semangat buat laporannya" ucap fannia yang membuat adhimas tersenyum senang.


"ekhem makasih ya sayang.." kata adhimas, fannia terkejut dengan perkataan adhimas.


" apaan sih mas.." kata fannia singkat karena dirinya bingung mau menjawab apa.


"ah iya salah nih, hehehe maaf ya..tapi makasih udah di semangatin" kata adhimas.


"hahaha iya yaudah yah Assalamualaikum" kata adhimas.


"Walaikumsalam" jawab fannia.


Mereka mengakhiri pembicaraannya, Fannia langsung meletakkan ponselnya lalu memejamkan mata karena sebenarnya fannia sangat mengantuk.


🍁


Fannia terbangun karena ponselnya berdering, "siapa yang menghidupkan alarm" kata fannia dengan mata masih terpejam.


Tangan Fannia meraih ponselnya dan memeriksanya, ternyata bukan alarm tapi telfon.


"ya ampun kukira ini alarm" kata fannia.

__ADS_1


Fannia meletakkan kembali ponselnya dan kembali tidur. Tetapi tiba-tiba..


"neng bangun ini sudah jam 4" kata bi ijah dari balik pintu kamar fannia.


fannia terbangun dengan tergesa-gesa tampa berfikir panjang, fannia membuka pintu kamarnya dan berlari ke depan rumah.


"hey ada apa dengan mu neng? berlari keluar setelah bangun tidur? kau ingin olahraga sore?" tanya bi ijah yang heran melihat fannia keluar rumah dengan berlari.


"bi katanya jam 4, maka dari itu aku harus cepat aku tertidur dan belum sholat subuh" jelas fannia pada bi ijah, mendengar perkataan fannia bi ijah tertawa ter


bahak-bahak tampa henti karena fannia mengira ini sudah jam 4 subuh.


"neng..ini bukan jam 4 subuh, tapi jam 4 soreh neng..ini masih sore" kata bi ijah dan kembali tertawa.


"hah? (melihat ke langit) ya allah bibi..." ucap fannia dan duduk di kursi.


"hahaha maaf, lagian tadi neng langsung lari gak nanya-nanya lagi" kata bi ijah.


"hiya ya..harusnya tanya lagi, tapi tadi jam berapa kata bibi?" tanya fannia.


"jam 4 neng....jam 4 sore ya.." kata bi ijah sambil menahan tawanya.


"ya yaaa.. kata fannia berjalan masuk kedalam rumahnya.


"baiklah nonaaaaa jangan sampai lupa niatnya ya niat sholat asyar bukan sholat subuh" kata bi ijah menggoda fannia.


" yaaa yaa, dan tolong bibi jangan panggil aku nonaaa" kata fannia pada bi ijah lalu masuk kamarnya.


yahh bersambung 😬


🍁🍁🍁


🍁Selamat membaca🍁

__ADS_1


πŸ’œπŸ’œπŸ’œ


__ADS_2