
Jam 18.20
.
🍁
.
Fannia duduk di kursi belajarnya masih dengan mukenahnya, dia membuka laptopnya dan mengetik sesuatu yang sedang dia fikirkan saat itu, tiba-tiba ponselnya berdering
"Assalamualaikum?" kata Fannia sambil mengetik.
"Walaikumsallam, udah sholat dhek?" tanya Adhimas.
"iya udah, eh?(terkejut) ini..(mikir) siapa?" tanya Fannia bingung.
"ya ampun dhek belum hafal ya sama suara ku?"
"yakin gak tau?" kata Adhimas tanya balik.
"ya ampun beneran nih gak tau, kalo tau ngapain tanya." kata Fannia.
"emang kontaknya belum diberi nama?" tanya Adhimas lagi.
Fannia mengecek ponselnya lagi* "astaga mati aku ini mas Dhimas kenapa make lupa sih gak liat layar Hp dulu pas dia mulai bicara, terlalu pinter nih otak emang (menepuk jidat)"*. kata Fannia dalam batinnya.
"halloooo? kok diem aja?" tanya Adhimas lagi.
"ya? eh iya ini mas Adhimas ya?" tanya Fannia.
"gak tau nih siapa yang telvon" jawab Adhimas.
"ih..serius dong..." kata Fannia.
"hahaha.. jadi mau diseriusin sama mas?" tanya Adhimas tiba-tiba membuat Fannia terdiam begitu lama, karena dia masih memahami pertanyaan Adhimas.
"maksudnya gimana tuh mas?" tanya Fannia dengan polosnya.
"hahaha, becanda dhek, udah gak usah dipikirin" kata Adhimas sambil terus tertawa karena keplosan Fannia.
"oh gitu yah, yaudah" jawab Fannia singkat.
"emang kamu mau diseriusin mas dek?" tanya Adhimas lagi.
__ADS_1
"ih tuh kan nanya lagi..." jawab Fannia sedikit jeggkel.
"hahha iya iya maaf, abis kamu gemesin" kata Adhimas.
"janji gak nanya begituan lagi?" tanya Fannia.
"iya janji, tapi kalo sekali ditanya lagi gimana?" tanya Adhimas lagi.
"ya boleh, tapi serius dalam hal apa dulu? kan banyak yang bisa diseriusin termasuk becandaan mas" kata Fannia.
"eh ngambek yah dhek?" tanya Adhimas.
"enggak" jawab Fannia dengan malas.
"emm...iya deh maaf ya" kata Adhimas merasa bersalah.
"apaan sih mas..orang gak marah kok" kata Fannia.
"beneran?" tanya Adhimas.
"iya, gak kok" jawab Fannia.
Tiba-tiba dari luar kamar Fannia ada yang mengetuk pintu, Fannia beranjak membukakan pintu kamarnya.
"nanti abis sholat isya' aja bi" jawab Fannia kembali duduk dikurs belajarnya.
"siapa yang telfon neng? si nyonya ya?" tanya Bi Ijah tiba-tiba.
"eh iya nih mau ngomong?" kata Fannia tiba-tiba.
Adhimas yang mendengar ucapan Fannia langsung panik,
"dhek jangan dhek mas mau ngomong apa nanti sama bi Ijah, dia kan julid banget orangnya" kata Adhimas.
"ih gak apa-apa kok kan udah kenal lama sama bi Ijah" kata Fannia.
Bi Ijah terdiam karena bingung dengan keadaan, dia menggelengkan kepala dan tiba-tiba keluar dari kamar Fannia.
"lah bi Ijah katanya mau ngomong sama mama?" tanya Fannia.
"gak jadi neng biar kapan-kapan aja, dan entah itu bener mama nya neng atau bukan" kata Bi Ijah.
"hahaha, emang bukan" kata Fannia.
__ADS_1
"gak boleh gitu kasian" sahut Adhimas.
"eh iya abis dia kalo aku setiap nelfo nanya begitu entah sengaja atau enggak selalu yang ditanya mama" jelas Fannia.
"hahaha ya mungkin kamu selama ini yang Bi Ijah tau tuh nelfonnya sama mama mu dhek trus kebetulan pas Bi Ijah denger emang mamanya kamu dhek" kata Adhimas.
"yee paham bener yah mas tentang Bi Ijah" kata Fannia.
"hahaha enggak ah gak jadi" kata Adhimas.
"gak boleh gak jadi" kata Fannia.
"kamu tadi ditanya mau makan kapan kok jawab makannya nanti sih?, karena mas nelfon yah?" tanya Adhimas.
"iihhh kepedean, kan tadi udah bilang mau makan abis sholat isya" jelas Fannia.
"oohh gitu yah? kok bagian itu mas gak denger yah?" tanya Adhimas.
"iya mana ku tau" jawab Fannia.
Tiba-tiba adzan isya berkumandang.
"mas udah dulu yah aku mau sholat isya dulu" kata Fannia.
"oh iya boleh nanti chatingan ya dhek" pinta Adhimas.
"harus banget mas?" tanya Fannia.
"iya H A R U S" jawab Adhimas.
"hahaha ok, Assalammualaikum" kata Fannia.
"Walaikumsalam" jawab Adhimas.
Fannia mengakhiri telfonnya dan berjalan ke arah kasur, "ya ampuuuuuunnn hati tenang hati jangan begini dong" kata Fannia sambil memegang dadadnya.
"seseru ini ngobrol sama temen baru? ini gak boleh terbawa hati hus jauh-jauh pemikiran begitu.." kata Fannia sambil memejamkan matanya.
"apalagi ini orangnya pinter banget ngatur suasana jadi nyaman, banyak gombalnya pinter ngerayu..jangan sampai aku kemakan yang begituan, mana nih udah beda perasaan nya" kata Fannia sambil guling-guling di atas kasur.
"okeh okeh Fannia biasa aja mulai besok, huuuhhh" kata Fannia beranjak dari tempat tidurnya dan mengambil wudhu, karna pas guling-guling dikasur keikut kentut. (hehehe).
#Bersambung...
__ADS_1
__Selamat Membaca__