
Lanjutan..
"gak kok..gak liat semua ya cuma itu" kata Adhimas sambil menahan tawanya.
"cuma??? mas bilang cuma huh?" kata Fannia sedikit kesal.
Adhimas tertawa mendengar perkataan Fannia dengan nada kesalnya yang sangat imut.
"ah sudahlah mas gak mau bicarakan itu lagi" ucap Adhimas.
"oh setelah ngetawain aku, gak mau ngomong masalah itu lagi?" tanya Fannia lagi.
"iya.." jawab Adhimas singkat.
"astaghfirullah jahatnya ini yah.." ujar Fannia.
"hahaha enggak dek duh jangan mara gitu dong.." kata Adhimas mencoba menenangkan Fannia.
"alah gak usah ngapus-ngapusi aku, toh aku udah tau mas ngetawain aku.." kata Fannia lagi.
" iya iyaaa...mas ketawa tapi karna mas gemes denger nada bicara kaya tadi kaya anak kecil" ujar Adhimas.
"jangan marah-marah nanti cepet tua" kata Adhimas.
Tampa sadar Fannia tersenyum.
"tapi aku kan gak marah.." ujar Fannia.
"aah..begitu ya..baiklah, mas pengen tanya sesuatu nih jawabnya serius pokoknya yah" kata Adhimas.
"em boleh..mau tanya apa?" kata Fannia sambil memperbaiki posisi duduknya.
"abis ini mau kerja, apa kuliah?" tanya Adhimas.
"abis ini? tidur lah.." ujar Fannia, Adhimas yang mendengar jawaban Fannia sontak tertawa.
"bukan dhek maksud mas gini loh..kan sekarang udah lulus SMA.." kata Adhimas menjelaskan perlahan.
" iya trus?" kata Fannia.
"kamu mau mau ngelanjutin kuliah apa langsung mau kerja? " tanya Adhimas.
__ADS_1
"aah..itu aku mau kerja mas.." Jawab Fannia.
"alasannya?" tanya Adhimas lagi.
" simpel sih..pengen kuliah dengan uang sendiri" ujar Fannia.
Adhimas terkejut mendengarkan alasan Fannia, yang menurutnya itu tidak mungkin terjadi karena melihat dari keadaan keluarga Fannia yang mampu secara material untuk kuliah dimana saja, jelas Adhimas semakin kagum dengan Fannia.
"memangnya Mama mu bolehin kamu kerja?" tanya Adhimas penasaran.
"boleh..tapi sebenernya mama maunya kuliah aja..tapi aku udah yakinim mama buat kuliah di tahun depan saja" jelas Fannia pada Adhimas.
"ah..begitu ya?..rencana mau kerja di mana?" tanya Adhimas.
"di Surabaya, tapi disitu ada juga lowongan kerja tapi aku kurang tau infonya butuh berapa karyawan" ujar Fannia.
"ah disini aja kerjanya, jangan di Surabaya..kejauhan gak ada yang jagain..kan kalo kerja disini ada mas yang bisa jagain kamu" ujar Adhimas pada Fannia, mendengar perkataan Adhimas Fannia tersenyum kecil.
"apa mas mau jagain anak kecil seperti aku?" tanya Fannia sambil menahan tawa.
"kenapa tidak? eh tapi kamu tidak keberatan kan mas tanya-tanya begini?" tanya Adhimas.
"mm..enggak kok..emang seberat apa sih pertanyaan mas sampek aku gak bisa jawab karna pertanyaan yang keberatan" ujar Fannia.
"apa habis ini kamu mau nikah?" tanya Adhomas dengan nada serius, Fannia yang mendengar pertanyaan yang dilontarkan Adhimas sontak terkejut dan membulatkan matanya.
"gak salah nanya begitu mas?" kata Fannia tanya balik.
"enggak..jawab dek" kata Adhimas.
"(tertawa) mau nikah sama sapa? jangan ngada-ngada aku aja gak kepikiran sejauh itu" jawab Fannia.
"kirain mau nikah" ujar Adhimas.
"enggak kok, aku masih kecil kan" ujar Fannia.
"haha iya tunggu setahun lagi bisa lah ya.." ujar Adhimas.
"maksudnya?" tanya Fannia.
"eh udah jam berapa nih? (melihat jam) Astagfirullah udah jam 10 udah sana tidur, besok subuhnya kesiangan" kata Adhimas yang mengalihkan pembicaraan secara Tltiba-tiba.
__ADS_1
Fannia terdiam, dia merasa bingung dengan perkatakan Adhimas yang tadi Fannia ingin sekali bertanya lagi tapi dia takut dan lebih memilih membiarkan Adhimas tidak membahasnya.
"dhek?" panggil Adhimas.
"ah..ya? gimana?" kata Fannia.
"emm ngelamun..udah sana tidur jangan malem-malem tidurnya nanti subuhnya kesiangan" kata Adhimas.
"ah iya iya mas ini udah ngantuk" kata Fannia.
"em..besok mau gak bangunin mas?" tanya Adhimas.
"ah? emang mas suka kesiangan subuh nya?" tanya Fannia.
"enggak, tapi takutnya kesiangan besok..soalnya mas abis ini masih mau nyipin data buat besok" kata Adhimas.
"ah..ok boleh besok aku bangunin mas" kata Fannia.
"okeh jangan lupa ya" kata Adhimas.
"eh iya dek kamu tau gak klo subuh kesiangan itu murtat" ujar Adhimas tiba-tiba.
"ah? masa sih mas?" tanya Fannia penasaran.
"iya Murtat (Jemur Pantat)" kata Adhimas.
Sontak Fannia tertawa terbahak-bahak ternyata yang dimaksud Murtat adalah Jemur pantat pasalnya subuhnya kesiangan, Adhimas bernafas legah mendengar tawa Fannia yang lepas karena dirinya.
"ya sudah tertawanya, sana tidur" Kata Adhimas.
"ah..iya mas iya" kata Fannia.
"Assalamualaikum" kata Fannia.
"Walaikumsalam" kata Adhimas.
Fannia menutup telfon nya dan kembali tertawa, "beneran kepikiran sama singkatan begitu duh mas ini ada-ada saja kukira beneran Astaghfirullah.." uajr Fannia sambil berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan wajahnya dan gosok gigi.
#Bersambung...
🍁🍁🍁
__ADS_1
#Selamat Membaca
#Maaf karna lama tidak Up🙏🌻