Tetangga Julid

Tetangga Julid
di marahin suami


__ADS_3

setelah aku serahkan uang satu juta itu,aku pamit pulang, aku tidak mau ikut campur urusan orang.


yang penting aku sudah mau pinjami uang itu.


aku keluar rumah mbak Asti lewat pintu belakang lagi, aku teringat Rasya yang sendirian di rumah ,sudah terlalu lama aku tinggal.


aku takut aja kalau tiba tiba ayahnya pulang,aku nggak ada di rumah, tapi nggak mungkin deh kan mas Ibnu jarang sekali pulang kalau nggak pengen makan siang di rumah waktu istirahat gini.


dan kulihat jam di pergelangan tangan ku menunjuk kan pukul setengah dua belas siang.


aku pun mempercepat langkah ku ,Waktu aku sudah sampai di di depan pintu gerbang rumah ku aku kaget karena ada motor yang terparkir di teras rumah ku.


aku pun berfikir motor siapa yah, aku menengok ke arah Rasya tadi aku tinggal dan ternyata tidak ada.


dan aku pun berlari dengan memanggil nama putra ku, aku jadi takut, karena menolong tetangga malah anak sendiri yang jadi korban penculikan pikir ku.


ku panggil panggil putraku di samping rumah tapi tidak ada sahutan ,aku pun membuka pintu rumah ku dan aku terkejut di situ putraku lagi main padahal aku memanggilnya tadi sangat kencang masa nggak dengar

__ADS_1


belum hilang rasa terkejut ku aku di kejutkan dengan keberadaan suamiku keluar dari dapur sambil membawa piring dan gelas.


loh nggak biasanya mas Ibnu pulang waktu istirahat siang, mungkin dia ada firasat kali yah pikir ku.


"dari mana kamu Bun" katanya dengan ketus, tuh kan dia kayaknya marah karena dia pulang aku nggak ada di rumah dan parahnya lagi aku ninggalin Rasya sendirian di depan rumah, tamatlah aku.


"em..i..itu yah dari rumah mbak asti tadi di mintain tolong" jawab ku gugup ,hadeh kok berada mau di sidang aja dasar emak emak.


" oh ngapain " katanya lagi, sambil menyodorkan sendok ke mulutnya, kayaknya ayah kelaparan deh kulihat nasinya sudah tinggal dikit padahal aku aja baru ngejawab pertanyaannya.


"tadi bunda keluar bawa uang yah" kata putra ku ,aduh kok Rasya tau sih kalau aku tadi bawa uang ,bisa ngomel ni paksu kalau tau aku pinjami uang tetangga nggak bilang bilang padanya.


"bener Bun " kata suami ku, melihat aura auranya ini sudah mau ngomel.


"emang buat apa ,tadi katanya di mintai tolong kok pakai bawa uang segala" aku belajar m jawab pertanyaannya dia sudah memberondong pertanyaan lagi.


"em itu yah " jawab ku, tuh kan aku nggak bisa jawab ,gimana ini ,aku harus alasan apa ,yah benar itu uang ku sendiri dari sisa belanja tapi kan tetap saja salah.

__ADS_1


" apa" katanya lagi ,kok sepertinya tidak sabar mendengar jawaban ku,ini juga Rasya kok nggak bisa di ajak kompromi sih haduh...dasar bocil nggak ngebelah Maknya.


"itu yah tadi ada orang promosi perabot dapur jadi aku di panggil sama mbak Asti, katanya mungkin cocok" aku pun menjawabnya , untung aku bisa ngeles ,jadi aman aman pikir ku.


"oh begitu, tapi ya nggak ninggalin anaknya sendirian gitu Bun, kan bisa di ajak anaknya, ini yang pertama dan yang terakhir loh bun ,aku nggak mau ada kejadian ini lagi" katanya panjang kali lebar.


"belum lagi kalau ada orang yang mau berbuat jahat, mau di cari kemana anak kita kalau sampai di culik orang " katanya lagi ,aku kira udah ceramahnya eh ternyata masih panjang..


"iya yah , bunda janji nggak akan pernah ninggalin Rasya sendirian" jawab ku.


"yah sudah, tapi mana perabotnya kalau beli," katanya,aduh kok masih ingat aja sih.


"em nggak jadi yah, nggak ada yang cocok " kata ku.


"oh kalau gitu mana uangnya, nggak aku minta kok Bun cuma mau lihat aja" katanya.


" ini yah" kata ku sambil menunjuk kan uang dua ratus ribu yang aku kantongi di saku ku, untung aku selalu menyimpan uang di kantong.selamat ....selamat pikir ku.

__ADS_1


__ADS_2