Tetangga Julid

Tetangga Julid
Ramah Tamah dengan Tetangga


__ADS_3

Hari ini aku berniat membuat kue-kue an untuk dibagikan kepada para tetangga sekalian berkenalan dan beramah tamah,setelah selesai dan rapi aku pun langsung menuju rumah para tetangga.


Tok tok tok "Assalamualaikum,bu ini saya ada sedikit cemilan,oia kenalin juga nama saya Hana,saya tinggal di rumah sebelah situ" ucapku yang langsung disambut oleh tetangga tersebut dengan ramah


"Walaikumsalam, iya bu makasih ya kue nya,kenalin juga saya Siti,panggil aja saya bude Siti bu,biar lebih akrab" Jawabnya


"Ya udah bu saya permisi dulu ya mau membagikan ke tetangga yang lainnya lagi." ucapku sambil berpamitan dan berlalu pergi


Kini sudah sekitar sepuluh rumah tetangga yang sudah aku singgahi, tinggal rumah tetangga 'aneh' tadi yang belum aku singgahi,dan bersiap mau menuju kesana namun hatiku terasa gak karuan dag dig dug rasanya seperti ada sesuatu yang ganjil, sesampainya disana terlihat pintu masih di tutup.


Tok tok tok "Assalamualaikum,bu, assalamualaikum" berkali kuulang salam namun tidak ada jawaban dari si pemilik rumah


Lima menit berdiri di depan pintu si pemilik rumah namun tak juga ada jawaban,aku berniat untuk pulang saja karena mungkin sedang tidak ada orang di rumahnya,

__ADS_1


Saat aku bersiap untuk pulang tiba-tiba keluar seorang ibu separuh baya yang wajahnya sangat kusam dan bajunya yang agak kusut, rambutnya pun berantakan persis seperti orang yang tak diurus,atau mirip seperti orang gila.


"Maaf bu kenalin saya tetangga baru di seberang rumah ibu di sebelah sana" ucapku sambil menunjukkan kearah rumahku.


Yang diajak bicara tak menyahut hanya diam saja,namun terus memperhatikan ku dari atas sampe bawah balik lagi ke atas dan begitu seterusnya,aku yang merasa di perhatikan mulai ngerasa gak enak dan mau buru-buru pergi saja rasanya,begitu juga hati yang gak karuan.


"M-maaf bu,ini kue untuk ibu dan saya permisi dulu ya bu!" ucapku lagi yang merasa ngeri karena tak ada jawaban yang keluar dari mulutnya tapi tetap memperhatikan ku dengan tatapan yang aneh,matanya yang masih menatap ku aneh dan tak mengeluarkan sepatah kata pun.


Benar-benar aneh tetangga depan rumah itu,kemarin orangnya aneh,sekarang yang ketemu lebih aneh lagi, kira-kira kenapa ya mereka sekeluarga aneh gitu padaku,padahal aku baru loh pindah ke rumah dan ke daerah ini,tapi malah ketemu tetangga model gitu.


****


Pagi hari yang cerah pukul tujuh pagi aku telah siap memasak makanan untuk anak-anak ku dan suamiku, lalu aku segera menuju ke halaman depan rumah untuk menjemur pakaian yang telah kucuci tadi shubuh, saat aku menjemur pakaian, Bu Aisah lewat depan rumahku dan kami sedikit berbincang-bincang,

__ADS_1


"Oia bu saya mau tanya? tetangga depan itu namanya siapa ya? udah seminggu saya tinggal disini tapi kenapa ya kaya ada yang aneh gitu?kaya tidak suka dengan kehadiran saya sepertinya" Tanyaku yang sambil menunjuk ke arah rumah tetangga tersebut.


"Hehe, iya dia emang begitu bu kalau sama orang baru,tapi orangnya baik ko, nanti juga lama-lama gak gitu lagi ko,ibu gak usah khawatir," Jawabnya


"Oh..gitu ya,terus ibu tau gak perempuan separuh baya yang ada di rumahnya ibu itu?aku kemarin anterin kue tapi yang terima ibu-ibu tapi agak tua perawakannya" Tanyaku lagi


"Hah?ibu ketemu sama Bu Marni?" Jawabnya agak sedikit terkejut


"Iya bu emang kenapa ya?oh jadi itu namanya Bu Marni ya nenek-nenek yang kemarin?"


"Ya ampun bu,gini ya bu saya mau ngasih tau, Bu Marni itu udah lama banget dipasung kakinya dan sering disiksa sama anaknya, dan Rika itu anaknya Bu Marni, dia emang galak banget sama ibunya sendiri,ini udah jadi rahasia umum tetangga disini" Jawabannya sangat mengejutkan ku karena semua pertanyaan ku akhirnya terjawab.


"Hmm...gitu,serem juga ya bu kalo gitu si Bu Rika" ucapku sambil berusaha agar aku tak terlihat terlalu kaget, padahal mah di dalam hati ini udah gak karu-karuan denger cerita kaya gitu,seorang anak yang tega menyiksa ibu nya sendiri.

__ADS_1


__ADS_2