
"Pagi Bu Hana, lagi sibuk nih sepertinya?" tegur Bu Aisah ketika melewati depan rumahku.
"Iya nih Bu, lagi beresin tanaman aja yang udah pada layu, biar seger lagi," jawabku menyunggingkan senyum yang sebenarnya malas juga berpura-pura, karena aku tau kalau Bu Aisah cuma baik depannya aja.
"Iya juga sih kalau tanaman nya rapi kan jadi cakep ya Bu?" serunya lagi.
"Iya Bu bener," jawabku masih sambil membereskan tanaman-tanaman.
"Yaudah saya permisi dulu ya Bu? saya mau ke warung dulu, ada yang mau dibeli soalnya, mari bu!" ucapnya sambil berlalu pergi.
Aku hanya membalas dengan tersenyum dan mengangguk.
Setelah selesai membereskan tanaman, aku hendak masuk ke dalam, lalu tiba-tiba Bu Rika memanggil.
"Bu, Bu Hana! tunggu, Bu Hana!" panggilnya sambil buru-buru berjalan menuju ke arahku.
"Iya, ada apa ya Bu? kok sepertinya buru-buru banget," jawabku
"Eehm, gini Bu, a-anu, duh saya jadi gak enak nihngomongnya, hehe," ucapnya lagi yang terasa berbelit-belit menurutku.
__ADS_1
"Gapapa ngomong aja Bu, kenapa?" tanyaku.
"Sa-saya mau pinjem uang Bu Hana boleh gak? cuma Lima ratus ribu doang sih Bu, hehe," jawabnya sambil memasang muka malu-malu.
"Duh, maaf ya Bu bukannya saya gak mau minjemin, tapi saya lagi gak pegang uang segitu," jelasku.
"Ya udah deh berapa aja, tolonglah Bu, saya lagi ada perlu banget ini, tolong ya Bu? saya gak lama kok minjemnya," ucapnya lagi, kali ini dengan nada yang dibuat-buat, biar yang dimintain tolong jadi kasian.
"Saya cuma ada Seratus Lima Puluh ribu bu Bu, gapapa emang?" tanyaku lagi.
" Ya udah gapapa deh Bu, itu juga udah Alhamdulillah banget Ibu udah mau bantuin saya, soalnya saya lagi perlu banget, suami saya belum ngasih jatah soalnya," jawab Bu Rika lagi.
" Ya udah saya ambil dulu ya uangnya kedalam, silahkan duduk dulu Bu," ucapku sambil mempersilahkan dia untuk menunggu di teras.
Aku berniat uang yang dipinjam ini untuk ku ikhlaskan saja pada Bu Rika jika nanti dia tak membayarnya, mengingat percakapan nya waktu itu dengan seseorang di telepon, yang katanya lumayan bisa dijadiin ATM berjalan, jadi aku putuskan untuk sekali ini saja meminjaminya dan tak akan kutagih, tapi kalau dia bayar ya aku terima.
"Nih Bu uangnya," ucapku sambil menyerahkan uang lembaran kepadanya.
"Makasih ya Bu, udah bantuin saya, hehe, saya permisi dulu ya Bu kalau gitu," serunya lagi sambil berpamitan untuk pulang.
__ADS_1
"Iya Bu sama-sama." jawabku sambil masuk kedalam rumah.
***
Niatnya hari ini mau masak sayur oseng-oseng kangkung aja, pas lagi beres-beresin bumbu untuk di campur dengan sayur, ternyata garam abis, terpaksa deh harus ke warung dulu.
"Sah, tau gak sih? hari ini paketan baju gamis aku datang tau, aku mesen online di toko oren," seru Bu Rika yang ternyata sedang ngobrol dengan Bu Aisah di warung.
'Tadi katanya lagi butuh banget, oh ternyata butuh buat belanja online toh! dasar manusia aneh.' ucapku dalam hati, karena tak sengaja mendengar pembicaraan mereka berdua, aku pun tetap menuju warung sambil pura-pura gak tau.
"Eh, ada Bu Hana? hehe, mau beli apa Bu?" tegurnya padaku sambil salah tingkah.
"Ini saya mau beli garam, tadi mau masak kehabisan garam," jawabku.
Selesai membeli garam, aku berpamitan pada mereka berdua yang masih ngobrol-ngobrol di depan warung.
Saat balik ke rumah, ternyata aku mendengar suara, seperti barang-barang yang sedang di banting dari rumah Bu Rika.
Kira-kira siapa ya yang membanting-banting barang di rumah Bu Rika? karena Bu Rika nya saja sedang berada di warung? apa Bu Marni yang melakukannya?
__ADS_1
Salam Manis
Kasih