Tetangga Julid

Tetangga Julid
masih pinjam uang


__ADS_3

aku terburu buru keluar rumah sambil membawa uang yang akan aku pinjamkan sama mbak Asti. kok berasa aku ya yang punya hutang dasar mau mau aja.


"sudah mbak mana uangnya" katanya pada ku,


"ya sudah lah ada nih" aku kok merasa di bego i ya aku kan yang punya uang mengapa dia yang ngatur ngatur aku, tapi nggak apa lah demi kemanusiaan pikir ku.


"kalau gitu ayo" katanya pada ku sambil menggandeng tangan ku.


"eh tunggu dulu mbak, kan mbak yang mau pinjam duit ngapain aku yang di ajak ke sana ,kan bukan aku yang punya hutang,ngapain aku yang samperin penagih hutang itu" kata ku .


"kan tadi aku sudah jelas kan mbak masak mbak nggak ngerti sih" jawabnya yang membuat ku sebal, sebenarnya aku tu udah tau tapi cuma ngetes aja.


"ayo mbak jadi nggak si ini pinjaman aku duit" katanya, kok di sini aku merasa dia ya memegang kendali.


"iya jadi jadi, tapi ngomong ngomongnya kapan ni mbak Asti balikin duitnya sama aku"Kate ku lagi mengulur waktu.


"oh itu aku janji tanggal 3 ya mbak soalnya suamiku gajiannya tanggal 2, jadi keesokannya baru aku kembalikan duitnya ya”jawabnya


"oh tanggal 3 yah berarti dua Minggu lagi ya, kan sekarang tanggal 17"aku menimpali ,kalau tidak jelas kapan balikin duitnya kan aku nggak bisa nagihnya.


"iya mbak ayo buruan nanti marah orangnya kalau kelamaan" katanya.

__ADS_1


"eh tunggu dulu aku mau pamit sama Arsya dulu, biar dia main sendiri dulu" kalau aku nggak pamit bisa ngambek ni putraku.


"iya deh cepetan" katanya sudah nggak sabar.


"saya bunda mau ke rumah tanya Asti dulu yah , bentar kok ,Rasya tungguin bunda sambil main sendiri ya" pamit ku pada putra ku.


"iya ndah Rasya main bola sendiri, bunda jangan lama lama ya Rasya takut" kata anak ku.


"iya iya ,ya udah ya"


sebenarnya sih aku nggak Mau meminjami duit sama mbak asti, tapi kan aku kepo Sama 3 orang tadi ,maklum Mak Mak kepo hii .hii....


aku dan Mbak asti masuk lewat pintu belakang, terus terang sih aku nggak pernah masuk ke dalam rumahnya ,walau mbak asti sudah lama tinggal di kompleks ini.


"eh iya mbak" jawab ku, sambil melirik cucian piring kotor yang menumpuk di meja dapur ,ih kok berantakan si dapurnya ngapain aja ya mabuk Asti di rumah kok rumahnya kotor banget pikir ku, eh kok malah kepo Sama rumah orang ya.


"lewat mana ni mbak" kata ku lagi,karena di situ banyak pintu jadi aku pusing.


"oh sini sini" katanya sambil menunjuk ke arah pintu untuk keluar.


setelah sampai di ruang tamu ketiga orang itu mengernyit melihat keberadaan ku, mungkin mereka heran kan ibu ini tadi yang di tanya i.

__ADS_1


"ayo duduk mbak " kata mbak Asti pada ku


". maaf ya pak nunggu lama"kata mbak asti kepada ke tiga orang itu


"iya Bu langsung saja jangan lama lama " jawabnya sudah tidak sabar.


"ini loh pak sampai tak bawa orangnya,takut bapak bapak nggak percaya kalau uang saya ada di mbak ini" kata mbak asti.wah mulai drama ni tapi kok aku ya yang di pojok kan nasib nasib.tapi nggak papa deh bantu tetangga kan aku baik orangnya.


"iya kan mbak " kata mbak Asti lagi sambil menyenggol tangan ku.


karena aku kaget jadi aku hanya mengangguk aja, biar lah dramanya di perankan mbak Asti sendiri.


"oh kali gitu mana uangnya Sekarang, karena kami nggak bisa lama lama" katanya ,garang sekali orang ini pikir ku.


"ini " kata ku sambil menyodorkan uangnya.


lalu di ambil oleh salah satu orang itu,setelah di hitung orang itu menoleh pada ku.


"loh kok cuma 1 juta kan angsurannya kan 2 juta" kata orang itu,


kan dia tadi nggak ngomong mau pinjam uang berapa sama aku ,untung aku bawa uang satu juta kalau aku bawa uang tiga ratus bagai mana ,kan bukan salah aku.

__ADS_1


dan di situ mbak Asti melongo melihat ku.


__ADS_2