
satu Minggu sudah aku menunggu kabar dari mbak Asti. tapi tidak pernah ada kabar jangankan telepon pesan aja tidak ada sama sekali.aku serasa jadi anak abg yang lagi nungguin telepon dan pesan dari pacarnya.
kalau gini aku jadi merasa di PHP in ,itu istilah anak jaman sekarang ,aku ngikut aja hee heee....
karena sudah tidak tahan dan merasa di bohongi aku pun berinisiatif menghubungi dia duluan, karena kemaren kemaren aku nggak ada pulsa mau hubungi..ha..haaa.
ku cari nomor telepon mbak Asti .
dan ketemu, kata ku dalam hati, lalu aku tekan nomor itu dan
Tut ..Tut..tut
masih memanggil tidak berdering , mungkin dia juga tidak punya kuota seperti aku kemarin., pikir ku.
sampai 5 kali aku hubungi tetap saja memanggil tidak berdering.
aku kalau gini jadi pusing sendiri, mana aku lagi butuh uang lagi, gawat pikir ku.
setelah berkali kali ku hubungi tetap saja tidak tersambung,aku pun memutuskan keluar dari rumah,dengan mengendap endap seperti maling jemuran sedang mengintai targetnya.
dan mungkin ini hari keberuntungan ku karena tepat aku melihat ke arah mbak Asti dia keluar dari rumahnya.dan kena kamu,kamu nggak bisa ngelak lagi pikir ku dalam hati.
__ADS_1
dan beruntungnya lagi dia tidak melihat keberadaan ku.
aku pun langsung menuju ke arah mbak Asti.
"hai mbak Asti " kata ku dan itu sukses membuat Mbak Asti terkejut.
"eh mbak meli " kata mbak asti terkejut dan kaget melihat ku ada di depannya.
"apa kabar mbak" tanya nya basa basi, aku tau kalau dia cuma sekedar basa basi.
"baik" kata ku.
"bagai mana mbak , janji mbak yang kemarin itu, kok aku di bohongi terus ,mbak juga nggak mau nemuin aku, mbak kalau di telfon juga susah ,apa nomor aku sengaja Mbak blokir supaya kalau aku hubungi mbak tidak bisa" kata ku memberondong agar mbak asti tidak bisa mengelak lagi.
"mana yang katanya ,mbak mau kembali in uang yang mbak pinjam, mana " lanjut ku.
"aku bertemu dengan suami mbak dia juga tidak mau bertanggung jawab ,aku berpesan agar mbak hubungi aku nyatanya tidak sama sekali" lanjut ku lagi, kalau sudah seperti ini jiwa Abang Abang penagih hutang ku keluar,.
"itu mbak" jawabnya ketakutan.tapi kulihat wajahnya santai aja walau gemetaran malahan ku lihat lebih garangan dia dari pada aku wajahnya.
"sebenarnya aku juga mau kembali in uang mbak meli,tapi aku dapat telfon dari kampung kalau bapak ku sedang sakit ,jadi aku memakai uang untuk membayar hutang pada mbak meli untuk berobat bapak ku" katanya ketus, seperti orang yang menagih padahal aku yang menagihnya.
__ADS_1
"lagi pula kan suami mbak meli ,kerjaannya bagus, bayarannya gede masa sih uang segitu aja nagih ,Sama tetangga itu harus saling tolong menolong mbak" jawabnya lagi songong.
"iya memang suami aku bayarannya lumayan ,tapi bukan berarti kalau pinjam uang sama tetangga kembaliinnya seenaknya mbak" tak kalah dengan mbak Asti,
"alah ngomong aja kalau mbak Asti pinjamin nya nggak ikhlas " katanya memojokkan ku.
"he mbak, ini masalah pinjam meminjam bukan sedekah ya pakai bawah bawah ikhlas segala"kata ku membela diri ku sendiri karena memang di sini cuma ada kita berdua.
"lagian kalau aku yang di posisi mbak pasti mbak juga ngelakuin hal yang aku lakuin sekarang ini" lanjut ku .
"alah kalau aku sama tetangga itu baik ,nggak perhitungan seperti mbak meli" katanya membuat ku naik pitam.
"apa Mbak bilang" kata ku sangat keras ,jiwa bar bar ku meronta ronta mendengar omongan mbak Asti pada ku.
dan itu sukses membuat para tetangga sebelah keluar melihat perdebatan kami berdua.
"ada apa mbak meli" tanya ibu tun tetangga sebelah kiri ku.
"nggak ada apa apa Bu" kata ku.
"ini Bu mbak meli ini kampungan sekali dan bar bar sekali teriak teriak tidak jelas" celetuk Mbak meli pada Bu tun.
__ADS_1