Tetangga Julid

Tetangga Julid
Pura-pura


__ADS_3

Cukup lama dia bertamu di rumahku, mengajarinya tentang belanja online dan seputar dunia maya, juga seputar internet.


Setelah Bu Rika pulang, aku menuju kamar untuk meluruskan pinggangku yang sedikit kaku karena dari tadi duduk terus menemani dia mengobrol ini itu, sedikit banyak aku jadi tau karakternya, tapi masih penuh dengan teka-teki juga tentunya.


Selang beberapa menit, tiba-tiba terdengar pintu diketuk oleh seseorang dari luar sana.


"Assalamualaikum, Bu, Bu Hana?" ucap seseorang dari balik pintu.


"Iya, Walaikumsalam," jawabku sambil menuju ruang utama untuk membuka pintu.


"Eh, Bu RT, ada apa ya bu? silahkan masuk Bu," ucapku sambil mempersilahkan Bu RT untuk masuk ke rumah.


"Gini Bu, langsung aja ya? saya mau undang Ibu, besok saya mau ngadain pengajian komplek, tiap sebulan sekali biasanya kita selalu rutin adain pengajian komplek, nah sekarang giliran di rumah saya, jadi saya mau undang Ibu, biar semakin erat dengan silaturahmi." ucapnya menjelaskan maksud kedatangannya.

__ADS_1


"Oh, gitu, baik Bu kalau gitu Insha Allah saya besok akan datang jika tidak ada halangan," jawabku.


" Baik, kalau gitu saya pamit dulu ya Bu? sekalian saya mau bilangin yang lainnya takut pada lupa, hehehe, oh iya kalau Ibu juga mau ikutan ngundang pengajian di rumah Ibu untuk bulan depan juga boleh, nanti tinggal bilang saya aja pas acara ya?" ucapnya lagi sambil berpamitan untuk memberitahu tetangga yang lainnya.


"Iya Bu Insha Allah nanti saya kabarin ya," jawabku sambil mengantarkan Bu RT ke depan pagar, dan menutup kembali pintu pagar.


***


Siang ini acara pengajian di rumah Bu RT akan dimulai, dan aku sudah bersiap-siap sedari tadi, aku berangkat bersama Mama Zalfa, karena hari ini dia libur kerja, jadi kami bisa pergi bareng ke pengajian Bu RT.


Karena acara belum dimulai, aku berniat untuk melihat-lihat pekarangan rumah Bu RT yang di penuhi oleh tanaman hias yang menurutku sangat menarik, aku keluar melalui pintu belakang.


Setelah puas aku melihat-lihat tanaman hias di pekarangan belakang rumah, aku berniat masuk melalui pintu belakang lagi, tapi sepertinya para Ibu-ibu sudah mulai ramai, lalu aku putuskan untuk berjalan ke pintu depan untuk masuk melalui pintu depan saja, yang otomatis akan berpapasan dengan Bu Rika.

__ADS_1


Saat aku menuju pintu depan, aku mendengar Bu Rika sedang tertawa terbahak-bahak, dan seperti sedang membicarakanku, karena kudengar dia menyebut nyebut namaku, dan kuberhenti sejenak untuk memastikan nya.


"Terus nih ya Bu, dia ngajarin saya? seolah-olah saya itu orang bodoh yang nggak ngerti komputer sama sekali, hahaha, bener-bener deh itu orang norak abis, mungkin nih ya dia mau pamer kalau dia punya laptop, hahaha, norak bener-bener norak sama orang kaya gitu," seru nya lagi sambil tertawa diikutin oleh Ibu-ibu lainnya yang berada di dekatnya.


'Astaghfirullah ya Allah, dosa apa aku ketemu orang kaya gini? ternyata dia dari kemarin cuma pura-pura doang? dikerjain aku berarti, padahal aku tulus bantuin dia,' ucapku dalam hati, ketika mendengar dia berkata seperti itu hatiku terasa sangat sesak, apalagi dia seolah-olah menjelekkan ku ke Ibu-ibu lainnya yang notabene belum terlalu kenal dekat denganku.


Masih banyak lagi ghibahan nya yang membicarakan tentangku dan aku mendengarnya langsung, lalu aku masuk kedalam dan tanpa menegurnya sedikitpun, disitu aku juga melihat ada Bu Aisah,Fix ! berarti itu orang juga bermuka dua.


Pengajian telah dimulai, setiap sesi kulalui dengan khidmat meski hati masih terasa dongkol, setelah pengajian selesai, acara ditutup dengan makan-makan yang disajikan oleh pemilik rumah dan kami semua beramah-tamah dengan Ibu-ibu lainnya.


Pengajian bulan depan akan diadakan di rumah Mak Ijah, baru bulan depannya lagi akan diadakan di rumahku.


Setelah acara selesai seluruh Ibu-ibu yang hadir bersalam-salaman dan pamit satu persatu, sengaja dari tadi aku pura-pura tidak melihat Bu Rika dan sengaja menghindar, dan sepertinya dia juga menghindariku, baguslah kalau gitu.

__ADS_1


Aku berjanji pada diriku sendiri untuk nggak percaya lagi dengan semua gerak gerik Bu Rika dan Bu Aisah, karena mereka emang tipe orang yang pura-pura doang sepertinya, Yap! pura-pura baik tepatnya.


__ADS_2