
Bener-bener gak habis pikir sama si Bu Rika itu, padahal Aku gak pernah sama sekali berniat untuk nyari musuh! ada-ada aja emang!
"Assalamualaikum, Bu, Bu Hana! ini saya ada sedikit cemilan tadi nyoba-nyoba resep dari google dan Alhamdulillah berhasil,hehe," sapa Bu Aisah sambil masuk dan menuju ke ruang tamu.
"Walaikumsalam, wah makasih loh Bu ? repot-repot segala ih! jadi gak enak nih saya siang-siang di bawain cemilan enak begini," jawabku antusias sambil menerima piring kue tersebut.
Memang dari semenjak Aku pindah, menurutku cuma Bu Aisah yang agak peduli dan dekat denganku, karena selain jarak rumahnya yang memang paling dekat, Dia orangnya juga ramah dari pertama kali Aku disini.
Ada sih tetangga sebelah kanan rumahku namanya Mama Zalfa, dia juga orangnya baik tapi sepertinya dia bekerja jadi gak terlalu sering ketemu, sedangkan depan rumahku sekitar tiga meteran yaitu rumah si Bu Rika 'tetangga aneh' itu.
Nggak berasa hampir sejam kita ngobrol-ngobrol seru bahas ini itu sesekali ketawa cekikikan karena banyak hal lucu yang diceritakan oleh Bu Aisah padaku.
"Mah.. Mama! Mama ada di rumah gak Apan?," Teriak Ika anaknya Bu Aisah dari depan pagar.
"Iya Ika, ini Mama ada di dalem, sini kamu masuk sini," jawab Bu Aisah yang mendengar anaknya memanggil manggil dari luar, lalu anaknya masuk kedalam rumah.
__ADS_1
"Ma, Mama dicaliin sama Mamanya Sinta, sekalang dia ada di lumah nungguin Mama," ucap Ika yang memang gaya bicaranya masih terdengar cadel.
"Ya udah Bu Hana saya pamit dulu ya, gak enak ada Bu Rika di rumah nungguin, pasti dia mau pinjem uang lagi sama saya, hufft," jawabnya sambil menunjukkan raut wajah yang tak bisa di tebak seperti orang yang sedang menyembunyikan sesuatu.
"Ya udah Bu gapapa, makasih loh saya sekali lagi atas cemilannya," ucapku sambil mengantarkan Bu Aisah ke depan dan sekalian menutup pintu pagar.
"Iya Bu sama-sama, saya pamit ya? Assalamualaikum," jawabnya.
"Walaikumsalam" jawabku sambil bergegas menutup pagar dan menuju dapur untuk mencicipi cemilan tadi.
_________
Depan Rumah Bu Aisah
"Pokoknya saya gak suka ya gak suka, kamu itu bermuka dua ya Sah! bener-bener munafik kamu jadi orang! deket dia kamu ngejelekin saya, deket saya kamu malah ngejelekin dia! munafik kamu Sah orangnya!" seru Bu Rika dengan suara yang terdengar agak meninggi, sepertinya mereka sedang memperdebatkan seseorang.
__ADS_1
Aku berniat ingin pulang saja dan tidak ingin mencampuri urusan mereka, tapi sepertinya Aku merasa kalau yang lagi di perdebatkan itu adalah Aku.
"Yaudah sih Rik, saya minta maaf deh kalau menurut kamu saya munafik, cuma saya tuh orangnya gak enakan aja sebenernya." Jawab Bu Aisah dengan nada seperti orang tertekan.
"Oke kali ini saya maafin, tapi kalau kamu begitu lagi, saya gak akan segan-segan untuk ngebongkar aib kamu ke seluruh warga disini, inget Sah saya punya kartu kamu, jadi jangan macem-macem sama saya" Seru Bu Rika masih dengan nada tinggi.
Aku bingung dan bertanya-tanya dalam hati, sebenarnya ada hubungan apa Bu Rika dengan Bu Aisah? Siapa yang disebut dia oleh Bu Rika? apa orang itu adalah Aku? entahlah sangat membingungkan.
Akhirnya ku urungkan untuk mengembalikan piring Bu Aisah, lalu segera beranjak pulang, tapi tiba-tiba saat diperjalanan seseorang menepuk bahuku.
"Hey, Bu Hana! mau kemana? mana bawa-bawa piring segala lagi?" sapa seseorang yang membuatku cukup terkejut dan tak sadar mulut ini ikut menganga setelah melihatnya, Ia dia adalah Bu Rika, sejak kapan dia ada dibelakangku? sejak kapan juga dia ramah padaku? sampai menegur segala? aneh, benar-benar aneh!.
"I-ini sa-saya lagi nungguin tukang somay, tapi gak ada yang lewat ya dari tadi, jadi saya coba nyari ke arah sana," jawabku yang agak gugup sambil menunjuk kearah depan gang.
"Oh...gitu yaudah saya duluan ya Bu, mari !" ucapnya sambil pergi menuju rumahnya.
__ADS_1
Jujur saja aku sangat bingung dengan sikap Bu Rika dari pertama pindah sampai sekarang, dan anehnya hari ini dia malah bersikap ramah dan seolah biasa saja seperti orang yang tak bersalah, benar-benar aneh!