Tetangga Julid

Tetangga Julid
ingkar


__ADS_3

dua Minggu kemudian.


hari ini ku lihat di kalender sudah tanggal 3, berarti waktunya mbak Asti balikin uang ku.


aku sekarang sengaja mengajak Aska bermain di halaman rumah ku.


mungkin nanti mbak Asti kalau lihat aku langsung ingat sama hutangnya.


"sya...ayok main di halaman" kata ku pada putra ku,dia kan paling suka kalau di ajak main main.


"ayo bunda " kata putra ku bersemangat.


"ya udah ayo bawa mainan yang kamu sukai saja,tapi nanti bunda sambil bersih bersih ya" kata ku,putra ku kalau nggak di kasih tau bisa bisa di bawah ke luar semua mainannya,bisa gawat maknya nanti ngebersihinnya.


aku mau nemenin Rasya main sambil bersih bersih rumput yang sudah pada panjang.


Rasya sudah anteng dengan mainannya,dan aku mulai beraksi menjadi tukang kabut rumput.

__ADS_1


aku merasa aneh seminggu ini kok tumben yah mbak Asti nggak keluar rumah biasanya kalau aku ada di luar rumah gini pasti dia kepoin aku.


ini kok tumben nggak muncul batang hidungnya.


apa jangan jangan,!!!!!!! pikir ku.


dia mau sembunyi dari aku karena dia ni kan Waktunya dia bayar hutangnya sama aku.aduh awas aja kalo Sampek kayak gitu.


di saat aku sedang sibuk dengan pikiran ku sendiri ,aku melihat sami mbak Asti keluar dari rumahnya tapi sendiri biasanya kan mbak Asti pasti nganterin suaminya sampai depan rumah kalau mau berangkat kerja.


ini kok aneh ya ,coba aku tanya ah...pikir ku.


tapi aku nggak peduli aku harus tanya sama suaminya, enak aja kalau ngutang aja enak kalau mau ngembaliin nggak tanggung jawab.


"maaf pak permisi" kata ku ,ku panggil bapak suami mbak Asti karena emang usianya seperti bapak ku.


"iya neng" jawabnya, aku di panggil neng emang aku penjual jamu apa dasar bapak bapak.

__ADS_1


"sebelumnya maaf dulu ya pak ,kok aku seminggu ini nggak lihat mbak Asti keluar rumah ya pak" tanya ku padanya. setelah aku berkata begitu kulihat wajahnya seperti pucat dan seperti ada yang aneh.tapi mungkin perasaan ku saja kali yah.


"oh..itu istri saya lagi pulang kampung ,jenguk bapaknya sakit" katanya gugup,dari yang ku lihat dia sudah bisa menebak apa yang akan aku tanyakan, atau dia sudah tau kalau aku akan menagih uang ku.


"oh tapi apa mbak Asti nggak titip pesan atau sesuatu gitu pak" aku bicara langsung to the poin aja biar nggak lama lama.


"kayaknya nggak ada deh mbak " dia menjawab dengan ekspresi seperti mengingat ingat,aduh sudah hafal kalau kelakuan kayak gitu pak sudah aku tebak pikir ku.


" oh nggak ya " aku juga pura pura lemas.


"-kalau gitu aku mau tanya sama bapak, langsung aja ya pak, mbak Asti tuh punya hutang sama saya satu juta katanya ngembaliin nya kalau bapak gajian,waktu itu ada penagih hutang dan mbak Asti pinjam sama saya" kata ku,aku bicara sangat fasih.


"jadi gimana nih pak sudah ada uangnya,soalnya itu sudah uang untuk kebutuhan bulanan saya" sebelum bapak itu jawab aku meneruskan bicara,walau si bapak belum tentu tau apa nggak tapi itu bukan urusan ku,tujuan ku cuma nagih hutang intinya.


"sebenarnya uangnya sudah ada mbak ,tapi ada di istri saya, kan gaji bulanan saya atmnya di pegang istri saya mbak" jawabnya ,masuk akal sih,suami aku kan juga kayak gitu taapi kan sebelum pulang kampung seharusnya bayar hutangnya dulu gimana sih.


"jadi pulangnya mbak Asti kapan ini pak soalnya aku butuh banget uang itu" kata ku lagi ,sebenarnya nggak butuh butuh amat sih.

__ADS_1


"iya mbak nanti aku istri saya tak suruh telfon mbaknya" jawabnya.


"ya sudah aku tunggu ya pak '" aku pun pulang dari rumah mbak asti.


__ADS_2