The Beautiful End

The Beautiful End
Prolog


__ADS_3

- P. O. V. Haniya Rasti Wiratama -


Setiap orang pasti punya cerita sedihnya masing-masing. Punya takaran sedih dan bahagia juga pada ranah yang berbeda. Mengasihani diri adalah hal yang tak seharusnya dilakukan. Apalagi menuntut orang dengan segala macam keluh kesah kita untuk dikasihani dan mencoba mendekat karna latarbelakang yang menyedihkan..


Jangan menjadi yang demikan perempuan, meski hati kita diciptakan selembut sutra namun buatlah ia tetap kokoh walau mudah untuk disobek.


Mungkin, benar. Bicara saja mudah tanpa pernah merasakannya. Namun, berfikirlah dengan logika perempuan, bahwa alam bawah sadar mutlak kita yang mengatur. Bisa saja itu perasaan yang kecil namun kau sendiri yang membuatnya terkesan lebay.


Disini, aku tidak mengatakan untuk perempuan tidak boleh menangis. Boleh saja, sebab sejatinya manusia pasti pernah jatuh pada titik terendah dalam hidupnya, tapi ingat jadikan airmata mu satu-satunya emas yang kau punya hingga ia tak semudah untuk dijatuhkan.


Perihal tentang sedih, mengapa semua orang harus mengetahui ?


Tentang menangis, mengapa selepas itu bisa kita umbar ?

__ADS_1


Yang seharusnya mereka tau kita selalu dalam keadaan baik-baik saja sampai mereka iri bagaimana kita menata hidup hingga seindah yang mereka lihat.


Aku bicara demikian, sebab setelah pahit, kejam, jahatnya isi dunia pernah kurasakan, aku belajar untuk membalasnya dengan berjalan diatas kebahagiaan.


Satu hal yang perlu kalian ketahui, sekuat apapun aku, setegar apapun aku, percayalah menangis juga pernah kulakukan. Tapi tidak untuk menikmatinya.


*Jangan merasa hidupmu yang paling sedih perempuan, janganlah merasa puas setelah bercerita tentang kesedihanmu pada orang lain perempuan. Karena tanpa kau sadari, kau memberi celah untuk orang lain membeberkan kesedihanmu.


Bahagialah saat kau bisa dengan baik membalut kesedihanmu. Sejatinya, kau hanya perlu berkeluh kesah pada Tuhanmu.


Sama halnya yang ku katakan tadi, jelas aku pun pernah jatuh Cinta dan patah hati. Namun, jangan terlalu mendalami sesuatu yang sudah kau tau itu sakit. Jangan terlalu dibayang-bayangkan bila kau tau bagaimana pedihnya.


Satu-satunya jalan adalah move-on. Sampai detik ini aku belum paham definisi para perempuan yang mengatakan bahwa "susah", "tidak bisa", bahkan mereka lebih memilik menikmati luka daripada meninggalkan luka itu sendiri.

__ADS_1


Pernyataan ini jelas mengatakan bahwa, terkadang yang membuat tidak bahagia itu adalah diri sendiri. Yang menyiksa hatimu adalah diri sendiri. Begitu kau ingin membahagiakan orang lain? Sementara kau sudah gagal membuat hidupmu bahagia.


Let's go on ladies, untuk kepribadian yang jauh lebih baik lagi. Jangan iri melihat orang lain bahagia, jangan iri melihat orang lain sukses, jangan iri melihat kepintaran orang lain, jangan iri terhadap sesuatu yang tidak kamu punyai pada orang lain.


Orang lain yang kau irikan pun mengirimkan sesuatu yang tidak mereka punya padamu. Maka, berdamailah terlebih dahulu dengan dirimu, hatimu dan lingkungan. niscahya kau akan tau dengan segera bahwa bahagia itu sangat sederhana.


Nyatanya punya sikap masa bodo pada omongan orang lain itu harus. Nyatanya punya sika masa bodo pada hal yang menyakitkan itu wajib hukumnya. Karena yang tau bagaimana kau harus bahagia adalah dirimu sendiri. Jadi tentukan, kau ingin bahagia atau terluka.


Hidup itu sederhana, sesederhana kau berpikir bahwa esok masalah pasti berakhir*.


Selamat datang kalian yang akan segera menyambut lika-liku kehidupanku, dan bagaimana aku bisa bertahan dalam ranah "bahagia"


Salam hangat :

__ADS_1


Haniya Rasti Wiratama


__ADS_2