
Entah kapan dan bagaimana caranya Gladys dapat meloloskan diri dari penculikan itu. Kini, Ia sudah kembali ke dalam dekapan Jack. Kini, mereka berdua tengah duduk bersama di sebuah cafe, menikmati indahnya panorama senja.
"Jujur ya sayang, aku ga tau gimana caranya kamu bisa lolos dari penculikan itu. Tapi, aku bersyukur banget, sekarang kamu udah bisa duduk lagi di samping aku, nikmatin panorama senja berdua sambil minum Matcha Latte di cafe favorit kita ini."
"Iya sayang, aku kangen banget sama kamu, aku rindu sama semua momen indah yang udah lama ga kita rasain lagi."
Jack tersenyum manis mendengar jawaban kekasihnya itu. Dulu, sebelum teror yang tiada henti menimpa The Big Five, mereka hampir setiap sore menikmati minuman itu, di cafe itu, tepat di tempat duduk yang mereka duduki saat ini. Rutinitas yang sudah lama mereka tinggalkan.
"Sayang, selama kemarin kamu diculik kamu ga diapa-apain kan?" tanya Jack penuh kecemasan.
"Aku ga tau apa yang terjadi sayang, aku lupa semua hal yang udah aku laluin kemarin. Yang aku inget, baru aja aku keluar kelas, tiba tiba aku udah ga sadar. Dan tiba tiba aku udah di kamar." jawab Gladys, Ia sepenuhnya lupa apa yang telah terjadi padanya, sebab sebelum akhirnya ada yang membantunya meloloskan diri, Angel sudah terlebih dulu membuatnya pingsan dan memberikannya obat yang membuatnya terlupa apa yang telah terjadi pada dirinya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Jack, gue boleh ngomong berdua ga sama lo? Tapi, mesti di tempat private. Jangan sampai pada tau soal ini."
Pesan dari Jamal masuk ke ponsel Jack. Jack pun mengajak Jamal untuk bertemu di sebuah cafe yang tak terlalu jauh dari rumah Gladys. Setelah Jack mengantar Gladys pulang, Ia pun segera menemui Jamal.
Jamal adalah seorang siswa yang pernah The Big Five selamatkan dari penindasan The Fantastic Four. Sejak saat itu, Jamal kerap membantu The Big Five ketika sedang membutuhkan bantuan. Tak perlu diminta, Ia langsung membantu dengan sendirinya. Ia merasa berhutang budi pada The Big Five.
__ADS_1
Sesampainya Jack di cafe itu, tampak Jamal yang sudah duduk di sebuah kursi. Ia telah memesankan minuman untuk mereka berdua.
"Thanks alot yaa bro, lo udah selamatin Gladys! Kalo ga ada lo ga tau dah gimana nasib cewe gue sekarang. Tapi, kok lo bisa tau tempat penculikan Gladys?"
"Urwell Jack, udah jadi kewajiban gue juga buat bantuin lo! Eum, sebenarnya sebelum lo sama yang lain itu ngelacak keberadaan Gladys gue udah lebih dulu ada di sana. Dan gue liat sendiri kalo si penculik itu ngubur hp itu di bawah tumpukan sampah di sana. Tapi, untungnya gue udah lebih dulu berhasil buntutin dia. Tapi sayangnya, gue kehilangan jejak. Jadi beberapa hari ke depan sejak saat itu, gue terus telusurin tempat itu. Dan akhirnya gue nemuin tempat penculikan Gladys. Dan akhirnya, gue berhasil bawa kabur dia, meskipun telat. Dia udah keburu dibius."
"Jack, coba lo liat foto ini, ini foto orang yang udah nyulik Gladys!" Jamal pun menunjukkan foto yang berhasil Ia potret di TKP. Dalam foto itu tampak seorang pria menggunakan Hoodie hitam yang familiar bagi Jack.
"Jack, gue yakin, lo pasti kenal sama orang ini, gue belom sempet liat muka nya sih, tapi gue rasa dia ini orang yang bener bener deket sama lo. Gue juga sempet denger Gladys bilang kalo cowo itu anggota The Big Five!"
Sontak Jack pun kaget. Ada satu orang yang terlintas di benak nya. Namun, baginya itu tetap hal yang tidak mungkin. Bagaimana bisa, ada seorang anggota The Big Five yang membelot?
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Ay, kapan ya semua ini bisa berakhir. Aku capek tau diteror terus kyk gini." ucap Roy.
"Sabar yaa Ayang, aku yakin kamu dan The Big Five pasti bisa kok lalui ini semua! Ayang nya aku kan pintar, kuat, cerdas lagi pasti lah Ayang bisa laluin ini semua!" ucap Bunga, menyemangati.
"Woi! Bisa ga sih lo berdua kalo ngebucin jangan di depan gue! Bangsat ya lo berdua, bisa-bisanya gue dijadiin nyamuk!" ucap Ronald, tidak terima. Ia merasa terusik, karena dari kelima anggota The Big Five, hanya dia yang menjabat status jomblo akut. Entah sudah berapa lama Ia jomblo. Sekalinya berhasil membuka hati untuk satu wanita, malah berujung dikecewakan. Sungguh malang nasib bule yang satu ini. Wajah tampannya ternyata tak mudah membantunya mendapatkan pasangan sesuai harapannya. Kualifikasinya terlalu berkelas untuk para pengagumnya.
__ADS_1
"Hehee.. Sorry Ron, gue kira lo lagi pergi." balas Roy, cengengesan.
Tak lama kemudian, Jack pun datang. Kini, hanya mereka berempat yang sedang berada di Markas The Big Five. Jack pun langsung memberi tau tentang hasil penemuan nya pada Roy dan Ronald.
"Wah, asli ga mungkin Jack! Pasti ini cuman mirip aja! Gimana bisa Mamet terlibat dibalik kejadian ini? Padahal, selama Gladys diculik dia selalu ada buat bantuin kita!" ucap Ronald.
"Tapi menurut gue mungkin mungkin aja sih Ron, Mamet kan ga nemenin kita sampai Gladys bener bener ketemu. Itu artinya dia punya waktu untuk atur rencana ini.." bantah Roy.
"Wah gila ya lu bangsat! Mana mungkin woy, kita juga kan yang waktu itu nyaksiin, Roy itu sibuk ngurus pernikahan nya sama Wulan! Ga mungkin juga dia dalang di balik semua ini! Mungkin postur tubuh sama Hoodie yang dipake mirip. Tapi, itu belum bisa jadi bukti konkrit kalo itu beneran Roy!" bantah Ronald. "Lagian, gue heran kenapa si Leo jadi jarang keliatan ya semenjak Gladys diculik? Dia jadi jarang dateng loh ke markas!" lanjutnya.
"Nah, iyaa sih Ron bener. Mencurigakan juga sih. Jadi gimana Jack? Apa yang harus kita lakuin sekarang?" tanya Roy.
"Yaudah, mending sekarang gini aja, ada baiknya kalo kita lebih waspada sama mereka berdua. Meskipun mereka anggota geng kita, ada baiknya kalo kita tetap berhati-hati. Roy, coba lo awasin Leo, dan lo Ronald, coba lo awasin Roy!" pinta Jack. Roy dan Ronald pun menyetujui. Mereka bertiga pun menyusun rencana lebih lanjut.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
The Fantastic Four yang telah berjanji untuk membantu The Big Five pun akhirnya menepati janjinya. Rio, Bagas, Bintang, dan Dio pun membantu Jack untuk menyelidiki foto misterius itu.
Dio yang memahami tentang perfotoan pun mulai menelusuri tiap titik dari foto itu. Ia pun menemukan sebuah petunjuk baru.
__ADS_1
"Bos, lo pernah liat gelang ini ga sebelumnya? Gue kyk kenal sih, tapi ga tau dimana. Apalagi di sini cuma sepotong gambarnya. Gue ga yakin, tapi yang pasti ini bisa jadi sebuah petunjuk!" ucap Dio.