
Bel istirahat telah berbunyi. Gladys pun bergegas mengajak Jack untuk sarapan bersama di Kantin Sekolah. Sesampainya di kantin Gladys langsung memesan dua porsi nasi dan ayam geprek serta dua gelas jus jeruk dingin. Setelah lima menit menunggu, akhirnya pesanan mereka pun datang. Mereka pun segera menyantap hidangan tersebut, sambil berbincang tentang kejadian yang menimpa The Big Five semalam.
"Sayang, sebenarnya apa sih yang terjadi semalam? Kok bisa tiba tiba ada segerombolan penyusup yang masuk ke markas The Big Five?"
"Aku juga ga tau sayang, tiba tiba pas jam 20:30 ada segerombolan penyusup yang masuk ke markas kita, awalnya aku ga nyadar pas mereka datang, tapi tiba tiba Roy bilang ada segerombolan penyusup yang lagi mengintai markas kita."
"Siapa sih sebenarnya mereka itu? Apa mungkin kalau mereka itu ada sangkut pautnya sama The Fantastic Four?"
"Menurut ku sih mungkin aja, tapi selama belum ada bukti yang kuat, kita ga bisa asal serang, apalagi dari kejadian semalam aku yakin banget pasti ada rencana besar yang lagi dipersiapkan sama dalang di balik kejadian semalam"
"Kamu lebih berhati hati yaa sayang! Aku ga mau kamu kenapa napa! Pokoknya aku janji, apapun yang akan terjadi, aku akan selalu ada untukmu!"
"Terimakasih banyak yaa sayangku!"
"Tapi, kamu ga kenapa napa kan sayang? Badan kamu gimana?"
"Gapapa kok sayang, cuman lecet dikit doang, Kamu juga mesti lebih berhati hati ya! Aku takut, mereka juga berniat untuk nyelakain The Angel"
"Syukurlah! Iyaa sayang kamu tenang aja yaa, pokoknya Aku dan teman-temanku yang lain akan lebih berhati hati"
"Oiya sayang, kamu abis pulang sekolah rencananya mau kemana?"
"Eumm.. Aku sebenarnya pingin banget bisa kumpul bareng bareng anak-anak The Big Five dan The Queen's, sekalian membahas apa yang mesti kita persiapkan untuk kedepannya"
"Oh okey sayang, nanti kita barengan yaa ke markas nya"
"Iyaaa sayang, tapi nanti kamu temenin aku dulu yaa sebentar ke mall ada yang mau aku beli dulu, boleh kan sayang?"
__ADS_1
"Iyaaa sayang boleh kok, apa sih yang ngga buat sayang nya aku yang paling cantik sedunia!"
"Ihhh kamu bisa aja deh gombal nya!"
Cubitan manja dari Gladys pun mendarat dengan mulus tepat di hidung Jack. Hal itu membuat wajahnya memerah, Ia pun tersenyum manja kepada kekasihnya.
Bel pun berbunyi, Jack dan Gladys pun segera bergegas menuju kelas. Sesampainya di kelas mereka pun kaget karena mendapati Ronald yang tengah berkelahi dengan Rio, Ketua Geng The Fantastic Four. Tampak Rio yang tengah kewalahan dan babak belur dihajar habis-habisan oleh Ronald. Jack pun berusaha untuk menahan Ronald yang sudah sepenuhnya dikuasai emosi. Ia takut apabila kejadian tersebut diketahui oleh Pak Surya.
"Ron, udah stop! Tahan emosi lo! Jangan gila deh! Kalo sampe ketahuan, lo bakalan di skors sama Pak Surya!" Ucap Jack, sembari berusaha menahan tubuh Ronald.
"Apaan sih lo Jack, ga asik banget! udah sono lanjutin aja ngebucinnya! Ga usah ikut campur urusan gue sama dia! Biar ini jadi urusan gue sama si Bule Bajingan ini aja! Biar dia dapat pelajaran, udah berani beraninya nyari masalah sama bos nya The Fantastic Four! Biar satu sekolah juga pada tau, kalo The Fantastic Four jauh lebih unggul dari The Big Five hahaaa.." Rio pun berusaha untuk semakin memperkeruh suasana.
"Bajingan lo!"
Tinju pamungkas dari Ronald pun berhasil mengenai tubuh Rio, hingga Ia pun tersungkur ke lantai.
Tak lama kemudian Roy, Leo dan Mamet pun datang. Mereka baru saja selesai jajan di kantin. Mereka bertiga pun tampak heran dengan kejadian itu. Meskipun Ronald sudah teramat sering membuat kerusuhan di sekolah, namun mereka bingung apa yang menyebabkannya berkelahi dengan Rio. Sebab kurang lebih sudah seminggu lamanya, The Big Five tidak berurusan lagi dengan The Fantastic Four. Ditambah lagi mereka berlima pun sebetulnya sudah berjanji kepada Pak Surya untuk tidak lagi berkelahi di sekolah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Sesampainya di Ruang BK, Pak Surya meminta kepada Ronald dan Rio untuk menjelaskan duduk perkara dari kejadian tersebut.
"Saya ga merasa mencari ribut Pak! Ronald yang tiba tiba nyerang saya!"
"Saya ga akan nyerang Pak, kalau Rio ga nyari masalah! Rio yang nyari masalah duluan Pak, dia ngegodain Angel dengan kata-kata yang ga pantas Pak! Saya hanya berusaha untuk melindungi Angel dari cowo kyk dia!"
"Kan udah berulangkali Bapak sampaikan kepada kalian! Sekolah bukan tempat untuk berkelahi! Apa pun alasannya, tidak dapat dibenarkan! Kalian ga pernah kapok ya dapat hukuman dari Bapak? Skors sekalipun ga akan membuat kalian jera! Yang ada kalian malah senang. Bapak juga udah berulangkali mengirimkan surat peringatan untuk orangtua kalian, tapi surat itu ga pernah kalian sampaikan! Dengan terpaksa, saya sendiri yang akan menghubungi orangtua kalian!"
__ADS_1
"Jangan pak! Lebih baik Bapak memberikan hukuman langsung bagi saya. Saya janji akan melaksanakan nya Pak! Saya mohon."
"Tidak ada tawar menawar lagi Ronald! Seminggu yang lalu kalian juga berkelahi, dan Bapak sudah memberikan hukuman, kalian pun sudah berjanji tidak akan berkelahi lagi di sekolah, tapi sekarang kalian malah mengulanginya lagi! Ingat ya! Kalian ini sudah Kelas 12, sebentar lagi kalian akan menghadapi Ujian Kelulusan! Itu akan menentukan masa depan kalian! Apa kalian mau tidak diluluskan dari sekolah ini? Selama kalian tidak berubah, dan terus melanggar peraturan sekolah, jangan harap kalian akan lulus dari sekolah ini! Ingat itu baik baik!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Waktu menunjukkan pukul 15:30, bel pulang sekolah pun berbunyi. Siswa Siswi SMA Nusa Bangsa pun bergegas meninggalkan kelas.
Jack dan Gladys pun bergegas menuju tempat parkir, mereka pun langsung menaiki Motor Harley Davidson milik Jack dan segera berangkat menuju Plaza Senayan.
Sesampainya di sana, Gladys pun mengajak Jack untuk menemaninya membeli make up dan juga beberapa pakaian branded.
Setelah Gladys selesai berbelanja, Ia pun mengajak Jack untuk membeli makan terlebih dahulu di salah satu Restoran Jepang di sana. Mereka pun segera memesan ramen dan Teh Ocha dingin. Jack yang sedari tadi merasa cemas, mulai mengungkapkan perasaannya kepada Gladys.
"Sayang, kok aku jadi ngerasa ngga tenang ya, aku merasa semua kejadian yang udah dialami The Big Five malam itu berhubungan erat sama pelaku dibalik kejadian malam itu"
"Sabar yaa sayang, aku yakin kamu pasti bisa laluin ini semua, kamu jangan merasa sendiri yaa! Aku dan temen temen kan akan selalu ada untuk kamu! Kita laluin ini bersama ya!"
"Iyaaa sayang, makasih banyak ya udah selalu ada untuk aku, tapi sayang, perasaan aku semakin ngga tenang, apalagi semenjak datangnya murid baru di kelas kita itu, aku merasa kejadian yang menimpa The Big Five berhubungan dengan datang nya cewe itu di sekolah kita"
"Maksud kamu Angel, sayang? Emang siapa dia sebenarnya?"
Jack pun terdiam sejenak, sebelum akhirnya menjawab pertanyaan Gladys dengan seadanya.
"Nanti juga kamu bakalan tau, maaf yaa sayang, tapi ini bukan waktu yang tepat untuk jelasin ini semua"
"Okey sayang gapapa kalo emang kamu belum bisa ceritain sekarang, aku akan menunggu sampai waktu yang tepat."
__ADS_1