The Big Five

The Big Five
Surat Misterius


__ADS_3

Pagi itu, pukul 9.45 di SMA Nusa Bangsa. Tampak Siswa Siswi yang tengah asyik berbincang, sebagian sedang beristirahat di kantin, dan sebagian lagi sedang bermain bola di Lapangan Sekolah.


Ronald dan Roy yang baru saja selesai bermain bola dengan siswa-siswa lainnya dikejutkan oleh sebuah surat misterius yang dikirimkan padanya.


"Ron, ini tadi gue dapet titipan surat dari Jack, katanya suruh dikasih ke lo!" ucap Ardi, menyerahkan selembar surat kepada Ronald.


"Thanks ya di!" jawabnya singkat. Ronald pun segera membuka surat itu, kemudian langsung membacanya.



Sebetulnya, Ronald tak menyangka bahwa Jack bisa sejahat itu pada dirinya. Bahkan sampai mengancamnya seperti itu. Ia pun tak percaya apabila surat itu dikirimkan oleh Jack padanya. Namun, Ia pun bingung mesti bersikap bagaimana. Kejadian dua hari yang lalu masih amat membekas di pikirannya. Ia merasa bahwa Jack sudah berubah, bukan lagi sosok sahabat yang biasanya Ia jumpai. Ia sengaja tidak mengizinkan Roy untuk melihat surat itu, sebab Ia tak mau Roy banyak terlibat dalam masalahnya.


Sepulang sekolah Ronald pun bergegas menuju parkiran, berapa terkejutnya Ia ketika menemui Jack yang tengah membentak Gladys, bahkan hampir menampar pipi wanita itu. Namun, dengan cepat Ia segera menahan tamparan dari Jack.


"Woy bangsat! Beraninya jangan sama cewe dong! Gue kan yang lo cari? Sini maju kalo berani! Lawan gue!" bentak Ronald.


Tanpa menunjukkan aba-aba Ia pun segera menghajar Jack. Dirinya telah diselimuti emosi sepenuhnya. Ia pun menghajar Jack tanpa ampun. Badan Jack dipenuhi darah, wajahnya tampak sangat bengkak.


"Lo yang pengkhianat sebenernya! Anjing lo, tempramen banget jadi cowo! Kalo lo kesel sama gue, kenapa ngelampiasinnya ke Angel, dia ga salah apa apa! Bajingan lo!" sumpah serapah keluar dari mulut Ronald. Ia teramat marah kepada Jack. Baginya Jack sudah teramat kelewat batas.


Ronald pun pergi bersama Angel meninggalkan Jack yang telah bersimbah darah. Ia pun mengajak Angel untuk makan bersama di Restoran dekat sekolah mereka.

__ADS_1


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Jack sangat merasa bingung dengan perubahan sikapnya yang sudah berubah drastis. Seakan Ronald sangat membencinya. Sebetulnya Ia pun merasa menyesal dengan apa yang telah Ia perbuat dua hari yang lalu, namun apa boleh buat? Semua sudah terlambat.


Lagi pula, dugaannya ada benarnya juga. Sebetulnya, surat yang diterima oleh Ronald bukan lah dari dirinya. Ia tak tau menau perihal surat itu. Dan kejadian tadi, sebetulnya Angel yang menjadi pencetus nya.


Saat Jack hendak pulang bersama dengan Gladys, mereka dihadang oleh Angel. Mereka dicaci maki habis habisan oleh wanita itu. Bahkan, wajah cantik Gladys pun sampai diludahi olehnya. Tentu melihat kejadian itu, Jack tak tinggal diam. Ia pun hendak menampar wajah adik tirinya itu. Namun sayangnya, Ronald tak mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. Ditambah, kini Ia sudah benar-benar dimabuk cinta.


Kejadian itu membuat Jack semakin bingung, kini The Big Five telah terpecahkan menjadi dua kubu. Sedangkan teror, terus menerus menimpa mereka. Entah apa yang mesti Ia lakukan selanjutnya, Ia pun tak tau. Namun, untung lah masih ada Mamet dan Leo yang selalu setia berada di sisinya. Mereka selalu mendukung Jack. Apapun rela mereka lakukan demi keutuhan The Big Five.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Besok paginya, Jack dan Ronald pun dipanggil oleh Pak Surya ke ruangannya. Pak Surya telah mengetahui kejadian kemarin, Ia diberitahu oleh Rio. Ia pun meminta penjelasan dari mereka berdua.


"Bukan Pak! Bukan kyk gitu ceritanya! Angel yang cari masalah duluan sama saya. Awalnya dia caci maki saya dan Gladys Pak! Bahkan Angel sampai meludahi wajah Gladys! Bagaimana saya bisa tinggal diam Pak? Maaf, kemarin saya hampir termakan emosi, jadi saya hampir kelepasan Pak. Saya minta maaf." bantah Jack.


"Dia bohong Pak! Jelas-jelas dengan mata kepala saya sendiri saya liat dia mau nampar Angel! Iya saya tau, dia emang ga suka sama Angel karena udah ngerebut ayahnya dari Mamahnya. Tapi ga kyk gitu caranya! Lagian kalo emang bener apa yang dia bilang, mana buktinya? Saya yakin, ga bakalan ada! Semua cuman karangan dia doang!" ucap Ronald.


Ucapan Ronald itu sudah benar benar kelewat batas. Kalau saja mereka sedang berada di luar sekolah, dan tak ada persahabatan yang terjalin diantara mereka, sudah pasti Jack akan menghajarnya, bahkan sampai titik darah penghabisan.


Suasana Ruang BK pun memanas, Pak Surya pun berusaha untuk menengahi Ronald dan Jack.

__ADS_1


"Stop Ronald! Cukup! Ucapan kamu udah keterlaluan! Ingat kalian berdua ini adalah sahabat! Seberat apapun masalah yang kalian hadapi, haruslah diselesaikan dengan baik-baik! Jangan sampai persahabatan yang kalian bangun bertahun-tahun runtuh karena emosi sesaat!"ucap Pak Surya, menasihati.


"Okee, biar semuanya bisa clear, dan biar jelas titik terang dari permasalahan ini, silahkan kalian serahkan bukti yang kalian miliki pada saya!" pinta Pak Surya.


Leo pun menunjukkan surat yang sejak tadi Ia kangongi kepada Pak Surya. Kemudian Pak Surya pun langsung membacanya.


"Jack, apa benar surat ini dari kamu?" tanya Pak Surya.


"Surat apa yaa Pak? Saya ga pernah ngirim surat apapun ke Ronald. Saya berani bersumpah Pak!" ucap Jack, lugas.


"Jangan berbohong kamu Jack! Ucapkan yang sejujurnya!" desak Pak Surya.


"Iyaa Pak, sumpah saya ga pernah ngirim surat apapun ke Ronald! Lagian meskipun saat ini terjadi masalah diantara kita, saya tetap menganggap Ronald sebagai sahabat saya sendiri Pak! Dan kalaupun saya berniat untuk menghajar Roanld, untuk apa saya mengirimkannya surat? Saya akan langsung mendatanginya, dan memberikannya pelajaran!" ucap Jack, menjelaskan. "Lagi pula, ini bukan tulisan saya Pak! Tulisan saya seperti ini Pak, jelas berbeda dengan yang terpampang di surat itu!" Jack pun menunjukkan catatan tangannya yang ada di selembar kertas ujian yang Ia temukan di lantai Ruang BK.


"Baik, Bapak percaya dengan penjelasan kamu Jack. Sudah jelas bahwa terdapat kesalah pajanan diantara kalian!" ucap Pak Surya.


"Ada satu lagi Pak, yang belum terjawab! Kalau emang dia nampar Angel karena kesalahan Angel yang udah meludahi Gladys, mana buktinya?" tanya Roanld.


Pak Surya pun memanggil Angel dan Gladys ke Ruang BK untuk mendapatkan penjelasan.


"Iyaaa Pak, betul apa yang dikatakan Jack. Angel yang terlebih dahulu meludahi wajah saya, dia juga udah maki maki kita berdua pak! Dia juga udah berkata yang ngga ngga tentang saya! Jack hanya berusaha melindungi saya Pak!" ucap Gladys, menerangkan.

__ADS_1


"Ga pak! Mereka berdua bohong! Cerita sebenarnya ga sesuai sama yang mereka ceritakan! Jadi kemarin sore kan saya mau pulang, terus tiba tiba mereka berdua menghadang saya dan mau ngebully saya! Padahal saya juga ga tau Pak, salah saya apa. Kalau bapak ga percaya, silahkan Bapak tanya ke Pak Agus. Kemarin beliau yang menyaksikan kejadiannya.


Pak Surya pun segera memanggil Pak Agus yang tengah berjaga di Pos Satpam, untuk memberikan kesaksian. Kemudian Pak Agus pun memberikan sebuah rekaman video yang menunjukkan bahwa Jack tengah memaki Angel, dan hendak menamparnya. Di video itu juga tampak Ronald yang tengah berkelahi dengan Jack. Tentu video itu hanya potongan, dan Pak Agus pun sudah diberikan bayaran terlebih dahulu oleh Angel. Semua sudah dipersiapkan dengan matang olehnya. Namun, disebabkan kejadian tersebut Jack pun mendapatkan skors selama satu minggu.


__ADS_2