
Sepulang sekolah, Roy dan Bunga bergegas menuju Markas The Big Five. Namun, saat di tengah perjalanan Roy merasa seperti ada yang sedang membuntuti mereka. Roy pun menepikan motornya terlebih dahulu.
"Ada apa beib?"
"Sebentar yaa beib, aku mau ke warung dulu, mau beli rokok sama minuman, kamu mau nitip ngga?"
"Oh yaudah beib gapapa, tapi jangan lama lama yaa! Aku mau nitip minuman yang segar dong beib!"
"Okeeyy beib, aku beliin Floridina Orange mau?"
"Iyaa beib mau, tapi yang ada nata de coco nya yaa beib"
"Siap beib, kamu tunggu di sini sebentar yaa!"
Roy pun bergegas menuju warung, dekat tempatnya menepikan motor. Ia pun membeli satu bungkus rokok Gudang Garam Filter dan dua botol Floridina Coco.
Tampak seperti ada dua pemuda berbadan kekar yang tengah memata matai mereka dari kejauhan. Sepertinya kedua pemuda itu telah mengikuti mereka sejak meninggalkan gerbang sekolah. Ia pun bergegas menuju motor nya. Dan mencoba untuk mengecoh kedua pemuda itu.
"Beib, coba tolong kamu chat Jack atau Leo, bilang kalo ada dua orang misterius yang lagi ngebuntutin kita!"
"Eh, iyaa beib! Aku coba hubungin Gladys ya, kayaknya dia lagi bareng sama Jack deh."
"Thanks beib, sekarang aku akan mencoba untuk mengecoh mereka dulu, karena kalo semisal kita langsung pergi ke markas, yang ada kejadian malam itu akan terulang lagi."
Roy pun memacu motor nya sekencang mungkin, namun dua pemuda misterius itu terus membuntuti nya. Hingga Ia pun berhenti di suatu wilayah terpencil. Pemuda misterius yang mulai merasa bahwa mereka sedang dijebak oleh Roy pun, berusaha untuk segera melarikan diri. Namun naas, belum sempat melarikan diri, mereka sudah mendapatkan tinju pertama dari Roy.
Namun, kedua pemuda misterius itu tak selemah yang Roy, bayangkan. Pukulan dan tendangan yang Roy berikan, berhasil mereka tangkis. Hingga akhirnya Roy pun mulai kewalahan menghadapi dua pemuda misterius itu.
Bunga yang sedari tadi berusaha menghubungi Gladys dan teman-temannya yang lain, semakin panik. Karena tak satupun dari mereka yang menjawab pesannya. Sepertinya mereka sedang sibuk dengan urusannya masing-masing. Hingga akhirnya, Ia pun menghubungi Ronald untuk meminta bantuan. Untunglah, Ronald segera menjawab pesan tersebut.
"Share loc bunga! Gue ke sana sekarang." jawab Ronald singkat.
Belum sempat Ronald sampai ke tempat itu, Roy sudah terlebih dahulu dibantu oleh seorang wanita. Sehingga kedua pemuda misterius itu pun lari tunggang langgang dibuatnya.
"Kamu gapapa kan?" tanya wanita itu.
__ADS_1
"Iyaa gue gapapa kok, makasih yaa lo udah bantuin gue buat ngelawan mereka! Eh, btw kok lo bisa ada di sini?" tanya Roy. Ternyata wanita yang menolongnya itu adalah Angel, murid baru di kelasnya.
"Iyaa sama sama, tadi aku kebetulan lewat sini, terus aku liat kamu berantem sama dua orang itu, jadi aku bantu deh"
Tak lama kemudian Ronald pun datang. Ronald pun tampak lega, sebab temannya itu kini sudah berhasil diselamatkan, berkat bantuan dari Angel.
"Sorry yaa Roy gue telat! Tadi gue abis dapet hukuman dari Pak Surya, bokap gue dipanggil ke sekolah, jadi telat ke sini nya."
"Iyaa Ron gapapa, makasii yaa lo udah nyempetin waktu buat bantuin gue. Untung aja ada Angel yang nolongin gue, kalo ga ada dia, udah mati kali gue dihajar sama dua cecunguk itu!"
"Makasii yaa Angel udah bantuin temen gue!"
Ronald pun bersalaman dengan Angel. Dan menawarkannya untuk pulang bersama.
"Roy, gue anterin Angel dulu yaa! Nanti gue nyusul ke markas! Lo duluan aja ke sana!"
"Siap Ron, lo ati ati yaa!"
"Siap, lo juga Roy!"
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Iyaa Le gapapa kok, untung gue tadi dibantu sama Angel."
"Syukurlah, kok lo bisa ketemu sama Angel?"
"Iyaa Le, tadi kebetulan Angel lewat sana, jadi dia bantuin gue. Ternyata jago bela diri juga yaa dia, ga nyangka gue dia bisa sehebat itu."
Leo pun segera mengambilkan air mineral hangat dan cemilan untuk Roy dan Bunga.
"Ini minum dulu Gaiss! Ada cemilan juga kok tadi dibeliin sama Mamet."
"Thanks Le, btw Mamet dimana?"
"Mamet sama Wulan tadi pergi mau bantuin Jack, dia abis kecelakaan Roy!"
__ADS_1
"Hah! Kok bisa Le? Terus sekarang Jack keadaannya gimana?"
"Iyaa Le, ada yang ngejailin motor si Jack, rem nya jadi bermasalah. Untung Jack masih selamat, cuman luka luka kecil aja katanya."
"Wah parah banget! Siapa sih yang berani beraninya cari perkara sama The Big Five! Gue jadi makin penasaran sama dalang di balik kejadian ini semua!"
"Nah, makanya itu Le! Gue juga heran banget. Seniat ini yaa mereka mau nyelakain The Big Five!"
"Kalo menurut gue, kita harus secepatnya nyari bukti dan mulai nyari benang merah di balik ini semua!" saut Bunga tiba tiba.
"Gila sih parah banget mereka! Udah keterlaluan banget, dengan begini caranya mereka udah merendahkan The Big Five! Kita ga bisa diem aja! Kita mesti ngasih pelajaran buat mereka!" Tambah Raisa.
"Rai, tenang dulu! Tahan emosi lo! Kita harus hadapin mereka dengan lebih tenang dan waspada! Jangan sampai akhirnya malah bikin nyawa kita jadi terancam. Ini semua udah mereka rencanakan dengan sangat matang, jadi kita juga butuh strategi yang tepat untuk memutar balikkan keadaan!" Bunga berusaha menenangkan Raisa.
"Tapi Bungaaa.. ini namanya penghinaan! Mereka udah meremehkan The Big Five! Masa kita cuman diam aja? Kita harus secepatnya ambil tindakan yang tegas! Kita harus bikin mereka kapok, bahkan sampai mereka mampus!" Lanjut Raisa.
"Ayang, kamu tenang yaa! Kalo kamu marah marah kyk gitu, nanti cantik nya luntur gimana. Kamu mau mukanya dibersihin pake Rinso? hehee.." Ucap Leo berusaha mencairkan suasana, yang disambut tawa dari Roy dan Bunga. Raisa pun tersenyum malu mendengar perkataan kekasih nya itu, salah tingkah Ia dibuatnya. "Lagian apa yang Bunga bilang itu bener Ay! Kita ngga bisa gegabah dalam menghadapi mereka, kita juga pasti akan segera mengambil tindakan kok secepatnya. Nanti kalo Jack, Mamet, sama Ronald udah balik kita obrolin bareng bareng yaa!" Ucap Leo, berusaha menenangkan kekasihnya.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Jack, Mamet, Gladys, dan Wulan pun sampai di Markas The Big Five. Mereka pun duduk di sofa untuk sejenak mengistirahatkan badan dan pikiran sembari meminum air hangat dan memakan cemilan yang sudah disiapkan oleh Leo.
Leo yang tampak khawatir sedari tadi pun, segera menanyakan keadaan saudara dan teman nya tersebut. "Jack, Dys kalian gapapa kan?" tanya Leo, penuh kekhawatiran.
"Iyaa kita gapapa kok Le. Untung ada Mamet sama Wulan yang udah bantuin kita. Btw, thanks yaa buat motornya Le!"
"Syukurlah, iyaa Jack Urwell ! Menurut gue, kita harus secepatnya atur strategi Jack! Semakin lama keadaan pasti akan semakin memburuk! Kita harus secepatnya usut dalang di balik semua kejadian ini! Lo sama Roy udah jadi korban! Kita ga bisa kyk gini terus!"
"Iyaaa Le, Lo bener! Kita harus selidiki secepatnya! Btw, lo gimana keadaan nya Roy? Kok bisa tiba tiba ada yang ngebuntutin lo?"
"Gue aman kok Jack, tadi ada Angel juga yang bantuin gue. Jadi ceritanya gini, tadi tuh gue ngerasa dibuntutin sama dua orang misterius dari pas keluar gerbang sekolah. Awalnya, gue kira itu anggota The Fantastic Four, ternyata bukan!"
Dari raut wajah Jack, Ia tampak tidak suka saat nama Angel disebut. Entah memang Ia sangat membenci Angel, atau curiga terhadapnya.
"So, the next step what should we do guys?" tanya Leo.
__ADS_1