
Sore itu, Ronald mengajak Angel ke Markas The Big Five, Ia hendak mengenalkan wanita idaman hatinya itu kepada teman-temannya.
"Ron, jujur aku belum siap untuk bertemu The Big Five, aku takut mereka belum bisa nerima kehadiran ku." ucap Angel, penuh kekhawatiran.
"Udah Angel kamu tenang aja ya, aku yakin kok mereka pasti bakalan bisa nerima kamu. Mereka semua ramah-ramah kok! Yuk kita masuk sekarang!" Ronald pun mengantar Angel masuk ke dalam Markas The Big Five.
Tak sesuai dengan apa yang Ronald harapkan. Sesampainya mereka di dalam Markas The Big Five. Jack langsung membentaknya.
"Woy anjing! Ngapain lo ajak dia ke sini? Udah gila lo ya Ron! Lo kan udah tau kalo The Big Five lagi diteror, kenapa lo bawa orang asing ke dalam Markas The Big Five, mau nambah masalah lo?!" bentak Jack.
"Lo kenapa sih Jack? Apa salahnya sih gue ajak Angel ke markas kita?" tanya Ronald heran. "Lo semua bisa bawa cewe-cewe lo ke Markas The Big Five, kenapa giliran gue bawa Angel ke markas ini, langsung ga diterima? egois lo semua!" jawab Ronald, penuh emosi.
"Iyaa Jack, apa salahnya sih? Biarin aja kali, si Ronald ajak Angel ke sini, lagian kan dia udah bantuin gue tempo hari, pas diserang sama dua cecunguk itu!" ucap Roy, membela Ronald.
"Wah sarap ya lo berdua! Beda lah, antara dia sama The Queen's!" ucap Jack, sambil menunjuk Angel. "Emang kalian udah seberapa kenal sama dia? Sampe bisa menyimpulkan bahwa dia orang baik? Selama kalian ga kenal dia, itu berarti dia orang asing!" tegas Jack.
__ADS_1
"Lagian kenapa kalo dia orang asing, hah?! Emang apa yang bakal dia lakuin? Lo jangan asal judge kyk gitu dong! Emang lo punya bukti konkrit, bahwa dia ini orang jahat?!" bentak Ronald tidak terima.
"Intinya, gue ga setuju kalo Angel ada di sini! Ini tempat privasi buat kita Ron!" ucap Jack, menurunkan nada bicaranya. Ia tak mau ada keributan yang terjadi diantara mereka, namun semuanya sudah terlambat, Ronald merasa sakit hati dengan ucapan dan sikap Jack.
Leo dan Mamet hanya dapat menelan ludah, melihat pertikaian diantara ketiga temannya itu. Leo merasa bingung, entah dari mana, dan bagaimana cara Ia menceritakan segalanya. Sedangkan Mamet, Ia tak tau menau tentang Angel. Ia bingung harus berpihak pada siapa. Namun, Ia yakin sekali bahwa sikap yang Jack ambil bukan karena emosi semata. Ia yakin, pasti ada alasan yang logis, mengapa Jack sangat menolak kehadiran Angel di markas mereka. Toh, apa yang Jack katakan memang ada benarnya, Ronald belum mengenal Angel seutuhnya, Ia pun baru seminggu mengenal Angel. Apalagi Roy, yang sama sekali belum tau apa apa tentang Angel.
Sore itu keributan terjadi di Markas The Big Five. Perseteruan antara Ronald dan Jack pun semakin memanas. Hingga akhirnya, Ronald bersama Angel pun pergi meninggalkan Markas The Big Five. Ronald sangat kecewa dengan apa yang telah Jack lakukan terhadapnya barusan. Seolah Ia tak lagi mengenali Jack.
"Jack, sorry bukan nya gue mau memperkeruh suasana, tapi gue mohon sama lo untuk jelasin sama kita. Kenapa lo bisa sebenci itu sama Angel? Sampe sampe lo tega, bersikap kyk gitu sama Ronald." tanya Roy, memecah keheningan.
Jack mengambil nafas sedalam dalamnya, dan terdiam selama beberapa waktu, sebelum pada akhirnya Ia menjelaskan fakta sebenarnya. "Sorry, gue minta maaf sebelumnya, bukannya gue ga mau cerita sama lo semua, tapi dari kemarin gue bingung gimana caranya gue ceritain ini semua, dan entah kapan waktu yang tepat untuk jelasin ini semua " hening sejenak, sebelum akhirnya Jack melanjutkan ceritanya. "Jadi, sebenarnya Angel itu Adek Tiri gue! Dan entah kenapa, sejak pernikahan mamahnya dengan bokap gue, dia itu sangat membenci gue! Seakan dia ga bisa liat gue bahagia. Bahkan, sampai akhirnya, gue sama Leo memutuskan untuk pindah ke sini! Dan menjadikan tempat ini sebagai Markas The Big Five. Maaf, kalo gue udah keterlaluan. Tapi gue rasa, bisa jadi Angel bersangkutan sama dalang di balik teror yang lagi kita hadapi sekarang ini!" .
Sedangkan Mamet, Ia hanya berusaha untuk mencerna apa yang sebenarnya terjadi. Ia merasa ada sebuah hal yang ganjil, yang masih disembunyikan oleh Jack. Sepertinya karena ada sesuatu yang tengah Jack selidiki. Namun, Ia pun tak mau mendesak temannya itu. Dan Ia memilih untuk menunggu waktu yang tepat, hingga semua kebingungan nya mampu terjawab.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
__ADS_1
Roy, yang merasa kasihan dengan Ronald, memutuskan untuk menemani Ronald. Akhirnya, hubungan mereka berdua dengan anggota The Big Five yang lainnya pun menjadi renggang.
"Jujur yaa Ron, gue sebenernya juga bingung. Kenapa yaa si Jack jadi seegois itu?" ucap Roy, heran.
"Ga tau lah Roy! Gue ngerasa kyk ga kenal sama dia, padahal kita udah tiga tahun bareng bareng. Selama ini, dia sosok pemimpin yang teramat sempurna di mata gue! Tapi entah kenapa, sekarang dia malah jadi sosok pemimpin yang temperamental. Kecewa banget gue sama dia!" ucap Ronald.
Tiba tiba Angel datang, menghampiri mereka berdua. Sembari membawakan dua gelas Teh Manis Dingin. "Nih, diminum dulu Teh nya! Kalian pasti haus kan?" ucap Angel.
"Thanks Angel!" ucap Roy.
Roy dan Ronald pun meminum dua gelas Teh Manis Dingin yang dibawakan oleh Angel, sembari berusaha meredakan kekecewaan mereka terhadap Jack.
"Angel, gue boleh nanya sesuatu ga sama Lo?" tanya Roy. Angel pun mengangguk, tanda setuju.
"Lo itu sebenarnya ada masalah apa sih sama Jack? Kok bisa ya, dia sebenci itu sama lo?" tanya Roy, heran.
__ADS_1
"Jujur, sebenarnya aku juga ga tau Roy. Sejak orangtua kami menikah, Jack ga pernah suka sama kehadiranku. Apapun yang aku lakuin selalu salah di matanya! Tapi aku berusaha untuk memakluminya. Mungkin, dia emang belum bisa menerima kepergian Ibunya dan juga menerima kehadiran aku dan Mamahku di dalam kehidupannya." ucap Angel. "Maaf ya, gara gara aku The Big Five jadi semakin kacau kyk gini, jujur aku sama sekali ga ada niatan untuk memecah belah persahabatan kalian." lanjutnya.
"Iyaaa Angel gapapa, ini bukan salah kamu kok, emang Jack nya aja yang terlalu tempramen, jadi kyk gini deh sekarang!" ucap Ronald, sambil menenangkan Angel.