The Big Five

The Big Five
Rencana The Fantastic Four


__ADS_3

Pada suatu senja di Markas The Fantastic Four. Rio, Bagas, Bintang, dan Dio sedang merencanakan strategi untuk menjatuhkan The Big Five.


"Bos, gue yakin banget, pasti The Big Five ga akan nyadar kalo kita yang udah rencanain ini semua!" ucap Bagas.


"Iyaa bener banget Gas, pasti sekarang mereka udah mulai terkecoh dengan Logo Scorpio yang sengaja kita sebar ke mereka!" timpal Bintang.


"Hahaa.. ternyata mereka itu ga secerdas yang gue bayangkan! Strategi yang kita rancang udah mulai berhasil bikin mereka terperangkap dalam jebakan kita!" balas Rio.


"So, selanjutnya apa yang mesti kita lakuin Bos?" tanya Dio.


"Sekarang kita fokus untuk memecah belah mereka berlima! Dengan semakin banyaknya masalah yang mereka hadapi, gue yakin The Big Five pasti akan runtuh! Sekarang, kita harus cari titik terlemah dari mereka berlima!" jawab Rio.


"Gimana kalo kita mulai dari Ronald dulu Bos? Gue liat liat dia tertarik sama murid baru itu! Gimana kalo kita pancing dia untuk semakin berani deketin murid baru itu, dan pada akhirnya kehancuran The Big Five akan segera dimulai! Gue liat Jack kyk yang kesel banget sama si Angel, jadi gue yakin dia pasti akan terang terangan menolak hubungan si Ronald sama Angel!" usul Bintang.


"Gue setuju sama lo Tang! Gue yakin pasti sekarang Ronald akan berusaha keras untuk dapetin Angel! Jadi untuk saat ini, kita cukup mengawasi mereka aja. Selain itu, gue juga akan manas manasin dia, biar dia jadi makin over protektif ke Angel. Dan pada akhirnya, hubungannya sama The Big Five akan semakin renggang!" jawab Rio.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Waktu menunjukkan pukul 07:30, pagi itu Ronald berangkat sekolah bersama dengan Angel. Sesampainya mereka di sekolah, mereka pun langsung masuk ke dalam kelas. Mamet, Roy, Wulan dan Bunga sudah terlebih dahulu masuk ke dalam kelas, kurang lebih sejak 15 menit yang lalu.


"Wuih Ronald udah ga jomblo lagi nih gaiss!! Sejak kapan lu Ron jadiannya? Kok ngga kabarin kita kita?" ledek Roy.


"Ah apaan sih Roy! Gue sama Angel itu cuman temenan doang kok, ga lebih" jawab Ronald, sambil menahan malu.

__ADS_1


"Ekheemm.. biasa ini mah Roy, si Ronald masih malu malu kucing! Hahaaa.." celetuk Mamet.


"Akhirnya si bule udah ga jomblo lagi nih! Cepetan deh kalian jadian, jangan terlalu lama digantungin Ron, nanti yang ada malah ketikung loh sama cowo lain! Hahaa.." timpal Bunga.


"Ehh ngga kok, Ronald sama aku emang cuman temenan doang, ga lebih! Kebetulan rumah kita dekat, jadi sekalian berangkat bareng deh." jawab Angel, berusaha menenangkan suasana.


"Wah, ini mah ada lagunya nih Met!" celetuk Roy.


"Apa tuh Roy?" tanya Mamet, meledek Ronald.


"Pacarku memang dekat.. lima langkah dari rumah.. tak perlu kirim surat, SMS juga ga usah!" ucapan Roy itu disambut gelak tawa seisi kelas.


Tak lama kemudian Mamet, Leo, Gladys, dan Raisa pun masuk ke dalam kelas. Mereka baru saja sampai sekolah, sebab tadi mereka sempat mampir ke warung terlebih dahulu untuk membeli sarapan.


Selang 5 menit kemudian, Pak Thoriq, Guru Sosiologi SMA Nusa Bangsa, pun datang. Pembelajaran pun dimulai.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Bel istirahat berbunyi. Baru saja Ronald hendak mengajak Angel untuk sarapan bersama di Kantin Sekolah, tiba tiba Rio datang ke kelas mereka.


"Hai Angel! Kita sarapan bareng yuu, di Kantin Sekolah!" ajak Rio.


Belum sempat Angel menjawab permintaan itu, Ronald sudah terlebih dahulu membentak Rio.

__ADS_1


"Woy apa apan lu! Dateng dateng langsung ajak Angel sarapan bareng!" bentak Ronald.


"Apaan sih? Dasar bule gila! Lagian lo siapa nya Angel? Ngapain lo ngatur ngatur hidup Angel sih? Terserah dia lah mau sarapan sama siapa juga, kenapa malah lo yang sewot?" balas Rio.


"Anjing lu yaa! Masih berani lo nyari ribut sama gue!" Ronald yang emosi pun langsung hendak menghajar Rio. Namun, Rio berhasil mengelak dari tinjunya.


"Sorry yaa Rio, tapi aku udah ada janji mau sarapan bareng sama Ronald. Jadi mending kamu pergi deh, jangan ganggu kita!" jawab Angel, sembari menahan


"Ouh, okeeyy deh kalo begitu. Sorry gue ga tau hehee.. keep calm broo! gue ga ada niatan buat nyari ribut sama lo kok! Santai aja yaa! Gue udah kapok, gue ga mau masuk ke Ruang BK lagi. Byeee Angel!" ucap Rio, sambil berjalan keluar dari kelas 12 IPS 2.


Jack yang melihat kejadian itu merasa bingung bercampur heran. Menurutnya tidak mungkin Rio menyerah semudah itu. Apalagi perihal wanita. Ia masih sangat mengingat momen ketika dirinya berkelahi dengan Rio untuk memperebutkan Gladys. Saat itu, Rio berusaha mati matian untuk mendapatkan cintanya Gladys. Bahkan sampai dirinya mendapatkan skors selama 2 minggu.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Sepulang sekolah, Jack dan Gladys yang sudah berada di parkiran dikejutkan oleh kedatangan Bintang yang secara tiba-tiba, entah dari mana asalnya.


"Jack.. Jack.. kasian gue sama lo, yang sabar yaa! Gue denger The Big Five lagi diteror ya? Kok bisa? Heran gue. Katanya, geng yang paling disegani di SMA Nusa Bangsa. Kenalan nya The Dragon lagi. Kok bisa ada yang berani beraninya neror kalian? Itu lagi tu Si Bule Kunyuk, bisa bisanya yaa di saat geng nya lagi dalam keadaan kacau kyk gini, malah ga peduli. Dia malah asyik ngejar si murid baru itu.." ucap Bintang, meledek Jack. Ia hendak memperkeruh suasana.


Kabar bahwa The Big Five sedang diteror, telah menyebar luas di SMA Nusa Bangsa. Bagaimana tidak, The Big Five adalah geng paling tersohor di sana. Sehingga, berita apapun yang berkaitan dengan mereka tentu akan dengan sangat cepat tersebar luas.


"Ga usah banyak bacot lo Anjing! Emang urusan lo apa? Emang The Fantastic Four sebegitu pengangguran nya yaa? Sampe harus kepoin urusan The Big Five?" jawab Jack penuh emosi.


"Udah sayang, tenang! Ga usah kamu dengerin omongannya si Bintang, yang ada dia bakalan seneng kalo kamu terpancing emosi!" ucap Gladys berusaha menenangkan kekasihnya, Ia pun membawa Jack untuk menjauh dari Bintang. Mereka pun bergegas menuju Markas The Big Five.

__ADS_1


__ADS_2