The Choice

The Choice
Episode 10 Aku Memilih Jakarta


__ADS_3

" Selamat Pagi anak - anak " kata Guru kami saat masuk kelas pagi itu


" Pagi Bu " jawab kami semua dikelas


" Bren, kita udah bikin tugasnya belum ?? " tanya Gitta padaku


" Udah lah Gitt kan udah dari hari minggu kemarin aku selesain, terus kamu pinjem buku aku buat salin jawabannya " kata ku pada Gitta


" Baik anak - anak pagi ini kita akan periksa tugasnya secara bersama - sama " kata Guru kami


" Bren bukunya aku lupa bawa nih ?? " tanya Gitta


" Jangan becanda lah Gitt, ini udah mau diperiksa tugasnya " jawabku pada Gitta


" Beneran ini Bren, bukunya ketinggalan di meja belajar ku " kata Gitta


" Trus gimana nih Bren ?? " tanya Gitta lagi padaku


" Brenda, Gitta kalian lagi ngomongin apa ?? " tanya Guru kami yang meilhat kami sedang berbincang


Aku pun langsung berdiri untuk menjelaskan semuanya pada guru kami sebelum Ia marah pada kami berdua


" Maaf Bu,buku tugas kami berdua ketinggalan dirumah tapi kita udah bikin sampai selesai kok Bu "


" Yah sudah kalo begitu kamu buktikan kalo kamu udah selesai bikin tugasnya, ini ambil spidolnya terus tulis dipapan jawabannya sekarang " kata Guru kami padaku


Aku pun menulis jawaban dari tugas  itu di papan tulis


" Oke ibu masih menoleransi buku kalian ketinggalan karena kamu bisa menjawab semua soal dengan benar, Gitta kamu harus berterima kasih pada Brenda kalau bukan karena dia kamu bakalan Ibu hukum " kata Guru kami


" Makasih yah Bu nanti jam istirahat buku tugasnya kita bawa keruangan Ibu " kata Ku


" Iya Ibu tunggu kalian berdua " kata Guru kami


" Thanks yah Bren, akhirnya akita berdua selamat " kata Gitta


" Iya tapi jangan diulangin yah untung aja aku bisa jawab soalnya " kata Ku pada Gitta


Jam istirahat pertama


" Bren kamu tunggu aja disini yah biar aku yang ambil bukunya sama Pak Bambang digerbang Sekolah " kata Gitta padaku

__ADS_1


" Yah udah aku tunggu didepan kelas yah " kata Ku


" Bren kamu ngapain disini gak ke kantin ?? " tanya Adrian yang saat itu menghampiriku


" Adrian, nanti aja soalnya lagi tunggu Gitta " kata Ku


" Emang Gitta kemana ?? " tanya Adrian


" Gitta lagi ngambil buku tugas kita digerbang sekolah yang ketinggalan, jadi Supir kami yang nganter kesini " kata Ku pada Adrian


" Oh Gitu " kata Adrian


" Bren ayo " teriak Gitta pada Ku


" Iya Gitt aku kesana " kata Ku pada Gitta


" Adrian aku kesana dulu yah " kata Ku


" Oke hati - hati " katanya juga sambil tersenyum


" Ayo Gitt " kata Ku saat menghampiri Gitta


" Itu Adrian ngapain didepan kelas kita ?? " tanya Gitta


Kami berdua Gitta langsung masuk keruang guru untuk menyerahkan buku tugas kami, tadi Adrian menghampiriku lagi kami saling bertegur sapa didepan kelas Ku. Aku terkejut saat melihatnya sudah berada didepanku, jarak antara kelas Adrian dan aku  cukup jauh karena kelas Adrian berada dilantai 2 sedangkan aku dilantai 1.


Setelah menyerahkan buku itu Aku dan Gitta langsung kekantin sekolah untuk makan


" Bren coba deh liat ada Adrian, Satria sama teman - temannya yang kemarin, lagi makan dimeja arah jam 2 " bisik Gitta padaKu


" Gitt, awas yah kamu kayak kemarin diajak makan dimeja mereka iya - iya aja " kata Ku pada Gitta


" Ihh Bren ini itu moment yang pas tau kita bisa tau siapa yang bayar makanan kita kemarin " kata Gitta


" Kamu gila yah Gitt " kata Ku


" Satria " teriak Gitta


" Hey...... kalian berdua mau makan ayo gabung aja disini " kata Satria sambil melambaikan tangan


" Gitta " kata Ku sambil menahan tangannya

__ADS_1


" Udah Bren ayo " kata Gitta sambil menarik Ku untuk duduk dimeja mereka


Akhirnya kami berdua Gitta makan dimeja yang sama dengan Adrian, Satria dan teman - teman mereka


" Guys, Btw kemarin yang bayar makanan kita berdua pasti salah satu dari kalian kan ?? " tanya Gitta


" Gitt, kamu jangan bikin malu deh " bisik Ku sambil menginjak kaki Gitta


" Oh yang gado - gado sama es teh kan ?? " tanya Satria


" Iya, kan apa aku bilang pasti kamu kan Sat ?? " tanya Gitta juga


" Bukan ihh, itu mah si Adrian " kata Satria pada kami


" Kita pergi dulu yah gak mau ikut campur " kata teman - teman Adrian dan Satria


" Sorry yah, Sat kamu ikut aku sekarang " kata Adrian pada kami berdua


Akhirnya saat itu Aku tau bahwa Adrianlah yang membayar makananku, aku sangat senang karena sebelumnya aku berharap bahwa Adrianlah juga orang yang membayar makanan kami, teh botol yang diberikannya pun sampai sekarang masih ku taruh dimeja belajarku. Entah dia hanya iseng atau berbaik hati padaku dengan melakukan hal ini tapi sampai saat ini dengan waktu yang semakin singkat untuk memilih antara Jakarta atau Wellington, teka - teki tentang Adrian mulai terjawab satu persatu.


Hari itu tidak ada rapat panitia tapi Gitta ada rapat dengan Osis jadi aku menunggunya di Perpustakaan sekolah sambil membaca buku, saat Aku membaca diperpustakaan Adrian menghampiriku dan duduk disebelahku.


" Boleh pinjam HP Mu ?? " tanya Adrian pada Ku


" Mau Ngapain ?? " tanya Ku lagi pada Adrian


" Cuma sebentar kok Bren " kata Adrian


Aku memberikan HP Ku pada Adrian dan Dia menulis sesuatu dinote HP Ku


" Maaf yah soal Teh botol dan makanan yang aku bayar mungkin kamu gak nyaman soal itu, tapi sekarang aku bakalan lebih berani untuk menunjukkan perasaan aku ke kamu tapi kalo kamu memang gak nyaman kamu bisa menolaknya "


Aku pun kaget membaca note yang ditulis oleh Adrian padaku, karena dari tulisan itu dia mengungkapkan perasaanya padaku. Perasaan yang selama ini menjadi teka - teki padaku akhirnya terjawab bahwa Adrian memiliki perasaan yang sama dengan Ku, rasa senang disore itu tidak terukur rasanya karena sekarang Aku bisa menentukan dimana yang harus aku perjuangkan.


" Sekarang Aku sudah tahu harus memperjuangkan yang mana dan itu adalah Jakarta beserta orang - orang yang aku cintai. Semoga saja Tuhan dan dunia ini mengijinkan aku untuk mempertahankanmu "


Hallo Sahabat Pembaca


Terima kasih sudaha membaca Novel Ku ini jangan lupa untuk dirate ⭐⭐⭐⭐⭐ , boom like, vote, dan dikomen untuk perkembangan novel ini.


Terima Kasih, sampai jumpa diepisode selanjutnya...........

__ADS_1


Salam Sayang,


Monica Lim


__ADS_2