
" Tanya apa Gitt ?? " tanyaku sambil duduk dikasur
" Kamu jujur yah " kata Gitta sambil memegang tanganku
" iya ada apa ?? " tanyaku lagi
" Kamu sama Adrian cuma sebatas temen panitia kan ?? " tanya Gitta dengan penasaran
" Kenapa kamu bisa kepikiran gitu ?? " tanyaku agak terkejut mendengar pertanyaan Gitta
" Yah gak cuma mau pastiin aja kalo kita gak bakalan saingan " kata Gitta sambil tertawa kecil
" Yah gak lah ada - ada aja sih kamu Gitt, udah tidur aja besok kita mau kesekolah " jawabku dan langsung menarik selimut untuk tidur saat itu
Inilah alasanKu tidak ingin jujur pada Gitta karena dia tidak akan semudah ituGitta melepaskan Adrian malahan ini hanya kan berdampak buruk pada hubungan persahabatan kita berdua, mungkin orang lain berpikir bahwa Aku terlalu bodoh untuk membiarkan Adrian orang yang kucintai didekati oleh sahabatku sendiri tapi saat ini Aku lebih baik membiarkan perasaanku pada Adrian dibandingkan harus bertengkar dengan sahabat yang bahkan sudah kuanggap sebagai keluarga.
" Selamat pagi anak - anaknya mama " ucap mamanya Gitta saat kami berdua keluar kamar
" Pagi Ma, Pagi Tante " jawab kami
" Les tambahan untuk UN kalian udah mulai hari ini kan ?? " tanya mamanya Gitta sambil meletakkan piring makan didepan kami berdua
" Iya Ma jadi mulai hari ini Kita berdua bakalan pulang jam 7 malam " jawab Gitta
" Yah udah mama juga udah siapin bekal untuk kalian bawa kesekolah " kata mamanya Gitta sambil menaruh nasi goreng dipiring kami berdua
Mulai hari itu kami akan mengikuti les tambahan untuk persiapan UN, dan juga ini adalah hari pertama pembukaan pendaftaran tes masuk di Trisakti tapi sampai sekarang Aku belum menentukan akan kuliah dimana mungkin di Jakarta atau juga mungkin di Wellington.
" Guys jadi gini yah kita bakalan atur untuk pembagian kamar peserta dulu " kataku saat sedang rapat dengan anggota bidangku dikantin
" Oke jadi gimana nih ?? " tanya Jesicca padaKu
" Jadi Jesicca, Joandra sama Sefanya atur untuk kelas Ips yah, Kemudian Lydia, Cahyani sama Dewi kalian atur kelas Ipa, Nanti untuk kelas Bahasa biar Aku sama Gitta yang atur, untuk kamar perempuan boleh diisi 4 orang dan kamar laki - laki bisa diisi untuk 8 orang " kataKu sambil menyerahkan kertas yang berisi nama - nama peserta
" Bren, diarah jam 9 ada Adrian sama teman - teman kelasnya " bisik Gitta saat sedang menulis
" Udah jangan diliatin fokus nulis aja " bisikku juga pada Gitta
" Gak bisa Bren, ini tuh karya Tuhan yang harus dipandang " kata Gitta sambil terus memandang Adrian
" Hey guys, kalian lagi rapat ?? " tanya Adrian saat menghampiri meja kami
" Iya, mau gabung ?? " tanya Gitta dengan muka yang gembira
" Gak next time aja soalnya lagi sama teman - teman kelas, oh iya jangan lupa yah besok kita bakalan rapat " kata Adrian dan langsung kembali ke teman - temannya
" Ping....Ping...Ping " bunyi pesan masuk diHPKu
" Gimana pendaftaran Trisakti ?? " tanya Adrian lewat pesan diHPku
" Kalo mau kita daftar sama - sama dirumahnya Satria nanti aku jemput kamu dirumah " pesannya lagi karena Aku belum menjawab pesan yang pertama
__ADS_1
" Nanti Aku kabarin lagi " balasku lewat pesan
Kami langsung kembali kekelas saat jam istirahat pertama selesai, hari itu Aku dan Gitta pulang jam 7 malam dari sekolah. Trisakti lagi - lagi memenuhi pikiranku, apakah Aku harus mendaftar, apakah Trisakti adalah yang terbaik bagiku,apakah semuanya akan baik - baik saja jika Aku memilih Trisakti, semua pertanyaan itu berputar dibenakku.
Memilih Jakarta atau Wellington sangatlah mudah sebelumnya tapi saat Aku mengenal sosok Adrian, Jakarta seperti terus menarik diriku untuk tetap tinggal disini tapi Aku juga tahu pasti tidak mudah untuk bertahan dan membiarkan Gitta menyukai laki -laki yang sama deganku.....semuanya menjadi berat, ini pertama kalinya Aku jatuh cinta dan ini juga pilhan pertama terberat bagiku bahkan dibandingkan saat dulu orangtuaku pindah tugas ke Wellington.
Saat ini Aku pun bingung akan memberikan alasan apa pada Gitta untuk pergi kerumah Satria karena apapun alasanku pasti Gitta akan ikut pergi kesana ditambah jika Gitta tahu disana akan ada Adrian pasti dia akan memaksa bahkan menggunakan semua cara agar tetap pergi denganku.
" Malam ma, malam tante " salam kami berdua saat memasuki rumah
" Malam, Gitt temenin mama yah buat ke RS Om Bimo kecelakaan tadi " kata mamanya Gitta
" Ha kok bisa sih Ma ?? " tanya Gitta terkejut
" Gak tau juga makanya cepetan kamu siap - siap, Bren kamu bolehkan dirumah sendiri ?? " tanya mamanya Gitta sambil bersiap - siap ke RS
" Iya kok tante tapi Aku mau kerumah temen boleh kan ?? " tanyaku juga
" Yah udah tapi Pak Bambang mau nganterin kita gimana dong ?? " tanya Mamanya Gitta lagi
" Udah gak apa - apa kok tante, Aku bisa naik ojek online aja lagian deket kok dari sisni " jawabku dan langsung masuk kedalam kamar
" Kita pergi dulu yah Bren, kamu hati - hati " teriak mamanya Gitta dari teras rumah
Aku langsung mengirim pesan kepada Adrian untuk menjemputku malam itu
" Malam Bren, tante sama Gitta ada didalam ?? " tanya Adrian saat menjemputku dirumah
" Oh jadi kamu sendirian dirumah ?? " tanyanya lagi
" Iya " jawabku
" Yah udah ayo kita berangkat aja" kata Adrian sambil memakaikan helm padaku
" Akhirnya dua sejoli datang juga " kata Satria saat melihat kami datang kerumahnya
" Tunggu deh aku penasaran kenapa kalian bisa pergi berdua tanpa gangguan Gitta ?? " tanya Satria
" Iya kebetulan tadi ada salah satu omnya Gitta kecelakaan terus masuk RS jadi mereka mau jenguk " jawabku pada Satria
" Oh pantesan rasanya gak mungkin kan dia bakalan diam aja liat kalian berdua pergi gitu aja " kata Satria sambil tertawa
" Jadi kita bakalan satu kampus lagi nih ?? " tanya Satria dengan tersenyum pada kami berdua
" Iya bro sebenarnya sih malas banget ketemu lagi sama kamu tapi untung aja ada Brenda " kata Adrian sambil menepuk pundak Satria
" Oh gitu yah oke yang penting aku udah tahu " jawab Satria dengan muka yang sinis
" Becanda lah Sat " kata Adrian sambil tertawa
__ADS_1
HandphoneKu tiba - tiba berbunyi
" Guys bentar yah Aku jawab telpon dulu " kataku dan langsung keluar rumah
" Halo kak kenapa ?? " tanyaku ditelpon
" De gimana soal kuliah kamu disini, udah pilih belom mau diuniv mana ?? " tanya kakaku ditelpon
" Gimana yah Ka " ucapku yang masih ragu
" Gimana apanya De ?? " tanya kakaku kembali
" Aku kabarin besok deh Ka pastinya kayak gimana " jawabku ditelpon
" Lah De jangan bilang kamu masih bingung mau pilih univ yang mana "
" Gini loh,jadi di Victorya University itu ada beasiswa yang bisa kamu ambil terus kamu kan bilang mau ambil jurusan Psikolog disitu juga ada nanti kalo kamu mau kaka bakalan kirim persyaratannya kekamu jadi dari sekarang kamu bisa persiapkan " kata kakaku ditelpon
" Yah udah ka kirim aja nanti aku bakalan siapin semua dokumen yang diperlukan " kataku juga ditelpon
Impianku untuk kuliah di Wellington dengan jurusan Psikolog sudah didepan mata tapi setelah Aku bisa melihatnya tapi saat ini berat sekali untuk bisa menggenggamnya. Orangtuaku sudah berharap besar padaku tapi Adrian lagi - lagi menjadi alasan paling kuat untuk tetap memilih Jakarta, mungkin ketika nanti di Wellington Aku akan bertemu dengan banyak orang bahkan laki - laki yang lebih dari pada Adrian tapi tidak akan mudah juga untuk melupakan Adrian laki - laki pertama yang mempu membuatku jatuh cinta padanya, apalagi jika nantinya Aku harus berpura - pura bahagia melihat Adrian dan Gitta bersama.
" Ijinkan Aku menggunakan egoku sekali ini saja untuk bisa bersama denganNya walaupun Aku tahu kamu tidak akan mudah merelakannya begitu saja padaku "
Hallo Sahabat Pembaca
Terima kasih sudah membaca novelku ini, jangan lupa untuk dilike, komen, vote, dan rate yah untuk membantu perkembangan novel ini, sampai jumpa diepisode selanjutnya...................
Salam Sayang,
Monica Lim
__ADS_1